Kadang kita merasa perlu untuk melatih diri sendiri agar konsisten dalam berbuat baik kepada sesama. Kenapa...? Yang jelas banyak hambatannya. Jangankan berbuat baik...berbuat jahat aja banyak hambatan lho. Nah karena sama-sama ada hambatan ...ya mending pilih berbuat baik aja kan....?
Berbuat baik tidak harus ditunjukkan kepada orang lain atau khalayak ramai. Oe...aku sudah berbuat baik lho....begini....dst. Kalau itu yang terjadi, maka kita akan kehilangan pahala dari kebaikan kita. Karena perbuatan baik itu hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain. PAdahal tanpa pujian orang lain pun perbuatan baik kita akan dicatat sebagai pahala dan menjadi bekal kehidupan di akhirat kelak.
Bagaimana kalau ada yang mencibir kita ....dengan perbuatan baik kita...?
Nggak usah dipikirin....biar aja orang berpikir negatif tentang kita. Toh yang penting kita bisa membantu orang lain dengan kebaikan. Entah dalam bentuk sedekah, bantuan tenaga, pikiran, atau bantuan yang lainnya. KArena orang yang berpikiran negatif itu selalu ada. Kalau boleh dibikin perbandingan..mungkin orang yang berpikir negatif itu jauh lebih banyak dibanding yang berpikir positif. Ya itulah tantangannya dalam berbuat kebaikan.
Bukan kah Tuhan telah memberikan jaminan bahwa seberapa kecil pun amal perbuatan kita akan mendapatkan balasan yang setimpal....? Sebagaimana tersebut dalam surat al zilzalah:
Fa may ya'mal mits qola dzarrotin khoiroiy yaroh
wa may ya'mal mits qola dzarrotin syarroiy yaroh
Yang artinya:
Barang siapa berbuat kebaikan walaupun hanya sebesar biji zarah (atom), niscaya dia akan melihat balasannya,
Dan barang siapa yang berbuat kejahatan walaupun hanya seberat biji zarah(atom), niscaya dia akan melihat balasannya pula.
Nah dari ayat diatas jelas terlihat bahwa setiap kebaikan atau keburukan sekecil apapun...akan mendapat balasan yang setimpal.
So...tetap lah semangat untuk berbuat kebaikan disekitar anda dan kepada siapapun yang membutuhkan bantuan anda......semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di kehidupan mendatang. Amiien
Showing posts with label berpikir positif. Show all posts
Showing posts with label berpikir positif. Show all posts
Saturday, 13 March 2010
Thursday, 17 December 2009
Bagaimana Mempertahankan Sikap Positif dalam situasi apapun..?
Memang dalam segala hal....apabila kita bisa menyikapinya secara positif... akan mendatangkan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan sikap negatif. Bila anda sedang menghadapi suatu masalah ..entah itu ringan ataupun berat...ada baiknya anda bertanya dalam diri sendiri...apakah saya telah menyikapinya secara positif atau negatif..? Dengan begitu kita akan terhindar dari masalah yang lebih besar lagi akibat kesalahan dalam mengambil keputusan.
Dalam berpikir positif..kita akan berusaha memandang suatu masalah dari nilai positif yang bisa kita ambil dan..mencoba memberikan solusi yang lebih baik lagi. Dan bukan mencari kambing hitam. Mencari kambing hitam..hanyalah buah dari proses berpikir negatif yang cenderung memandang segala sesuatunya dari sisi negatif.
Masih ingatkan cerita tentang karyawan pabrik sepatu yang diminta survey. Begini ceritanya.
Ada dua orang karyawan sepatu yang ditugaskan pergi ke Afrika untuk melakukan riset pasar sepatu. Setelah riset selesai dilakukan, kedua karyawan tersebut kembali dengan membawa laporan yang bertolak belakang.
Karyawan yang satu bersikap pesimis untuk menjual sepatu di sana. Alasannya karena orang-orang Afrika tidak ada yang memakai sepatu. “Bagaimana mungkin mereka membeli sesuatu yang tidak pernah dipakainya,” kata karyawan itu.
Sebaliknya, karyawan yang satu lagi datang memberikan laporan bernada optimis. Kata si karyawan,”Di Afrika terbuka peluang emas untuk menjual sepatu. Sepatu bisa laku keras di sana karena belum ada saingan dan belum ada yang pakai sepatu.”
Kurang lebih memang selalu begitu cara orang dalam menyikapi suatu hal. Tidak sedikit yang biasanya pesimis, tapi ada juga yang selalu mengembangkan diri bersikap optimis dan terbuka.
Jadi dengan berpikir positif...kita akan lebih optimis dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Entah dalam hal bisnis, ataupun dalam hal lainnya.
So..selalu pertahankan sikap positif dalam kondisi apapun. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Oh ya..Bila anda tertarik belajar bisnis online silahkan klik di sini
Dalam berpikir positif..kita akan berusaha memandang suatu masalah dari nilai positif yang bisa kita ambil dan..mencoba memberikan solusi yang lebih baik lagi. Dan bukan mencari kambing hitam. Mencari kambing hitam..hanyalah buah dari proses berpikir negatif yang cenderung memandang segala sesuatunya dari sisi negatif.
Masih ingatkan cerita tentang karyawan pabrik sepatu yang diminta survey. Begini ceritanya.
Ada dua orang karyawan sepatu yang ditugaskan pergi ke Afrika untuk melakukan riset pasar sepatu. Setelah riset selesai dilakukan, kedua karyawan tersebut kembali dengan membawa laporan yang bertolak belakang.
Karyawan yang satu bersikap pesimis untuk menjual sepatu di sana. Alasannya karena orang-orang Afrika tidak ada yang memakai sepatu. “Bagaimana mungkin mereka membeli sesuatu yang tidak pernah dipakainya,” kata karyawan itu.
Sebaliknya, karyawan yang satu lagi datang memberikan laporan bernada optimis. Kata si karyawan,”Di Afrika terbuka peluang emas untuk menjual sepatu. Sepatu bisa laku keras di sana karena belum ada saingan dan belum ada yang pakai sepatu.”
Kurang lebih memang selalu begitu cara orang dalam menyikapi suatu hal. Tidak sedikit yang biasanya pesimis, tapi ada juga yang selalu mengembangkan diri bersikap optimis dan terbuka.
Jadi dengan berpikir positif...kita akan lebih optimis dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Entah dalam hal bisnis, ataupun dalam hal lainnya.
So..selalu pertahankan sikap positif dalam kondisi apapun. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Oh ya..Bila anda tertarik belajar bisnis online silahkan klik di sini
Friday, 13 November 2009
Apa yang membuat Orang Bahagia...?
Orang akan bahagia bila memahami apa penderitaan itu. Lho kok gitu..? Iyalah... coba anda lihat bila orang sedang menderita....pasti pada saat itu dia tidak sempat memikirkan kebahagiaan apa yang sedang ia alami. Yang dia pikirkan saat itu hanyalah penderitaannya...sedangkan kenikmatan hidupnya ia lupakan sama sekali.
untuk itulah bila anda sedang mengalami ktidakbahagiaan....cobalah untuk merenungi apa sih hikmah dibalik penderitaan ini. Setelah itu coba anda lihat kembali kedalam diri anda ...apakah masih ada kenikmatan-kenikmatan atau kebahagiaan...yang mungkin saja kecil menurut anda....Yang patut anda syukuri...???
Entah itu berupa hidup ini...jantung yang masih berdetak...nafas yang masih bisa menghirup dengan sempurna.....tubuh yang masih sehat dan tidak sakit-sakitan....keluarga yang masih utuh dan mungkin saja kesempatan yang masih diberikan oleh Tuhan untuk dapat memperbaiki kesalahan anda.
Dengan melihat hal-hal yang positif pada diri anda setiap saat...akan membuat hidup anda menjadi lebih bahagia. Karena dengan begitu ...anda akan selalu merasa bersyukur kepada Tuhan...apapun kondisi anda saat itu.
Masih ingat kan kisah seorang petani yang selalu bersyukur yang saya tampilkan di blog ini beberapa waktu lalu...?
untuk itulah bila anda sedang mengalami ktidakbahagiaan....cobalah untuk merenungi apa sih hikmah dibalik penderitaan ini. Setelah itu coba anda lihat kembali kedalam diri anda ...apakah masih ada kenikmatan-kenikmatan atau kebahagiaan...yang mungkin saja kecil menurut anda....Yang patut anda syukuri...???
Entah itu berupa hidup ini...jantung yang masih berdetak...nafas yang masih bisa menghirup dengan sempurna.....tubuh yang masih sehat dan tidak sakit-sakitan....keluarga yang masih utuh dan mungkin saja kesempatan yang masih diberikan oleh Tuhan untuk dapat memperbaiki kesalahan anda.
Dengan melihat hal-hal yang positif pada diri anda setiap saat...akan membuat hidup anda menjadi lebih bahagia. Karena dengan begitu ...anda akan selalu merasa bersyukur kepada Tuhan...apapun kondisi anda saat itu.
Masih ingat kan kisah seorang petani yang selalu bersyukur yang saya tampilkan di blog ini beberapa waktu lalu...?
Wednesday, 25 March 2009
Mencoba Melihat Masalah dari sudut pandang yang berbeda
Memang untuk dapat berpikir secara positif memerlukan kesabaran dan komitmen yang cukup tinggi. Hal itu tidak terlepas dari begitu banyaknya orang-orang disekitar kita yang memiliki sikap negative terhadap segala sesuatu. Tentu saja ini akan menimbulkan pengaruh yang negative pula terhadap diri kita. So……bila anda sedang mengalami pikiran negative, cobalah untuk mengubahnya menjadi positif secepatnya. Saya yakin anda akan lebih kuat dan semangat dalam hidup ini.
Begitu pula bila anda sedang menghadapi masalah. Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa menyelesaikan masalah dari sudut pandang yang berlawanan, jauh akan mempercepat selesainya suatu masalah. Jadi perlu juga anda coba..…untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lain…siapa tahu hasilnya akan lebih baik.
Beberapa waktu yang lalu aku iseng-iseng mengunjungi blog nya andrie wongso. Dan kudapatkan artikel tentang perlunya mempertahankan sikap dan pola pikir positif setiap saat. Berikut adalah artikel tersebut semoga bermanfaat.
Oleh : Rudy Lim
Seseorang akan dapat merubah dunia ini jika ia mampu mengubah dirinya sendiri. Untuk dapat menciptakan budaya yang sehat dan positif di dalam lingkungan sekitar kita, maka diri kita juga dituntut untuk bersikap lebih positif. Jadi setiap perubahan mestinya dimulai dari dalam diri kita sendiri, dan yang pertama kali harus diubah adalah pola berpikir kita. Sikap dan pola berpikir sangat erat kaitannya.
Dr. William James, Father of America psychology, mengatakan : "We can alter our lives by altering our altitudes – Manusia dapat mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap dan cara berpikirnya." Orang yang terbiasa berpikir positif selalu menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan untuk berhasil.
Contohnya tentang sebuah kisah antara seorang ayah dan anak :
Suatu hari sang ayah sengaja membawa pekerjaan kantor ke rumah supaya semua tugas pekerjaan dapat segera dituntaskan. Tetapi sesampainya di rumah, anaknya merengek terus mengajaknya bermain. Sang ayah keberatan memenuhi permintaan anaknya, maka dicarilah akal supaya anaknya diam dan ia mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pekaerjaannya.
Pada saat itu, ia melihat sebuah majalah yang memuat peta dunia. Muncullah ide untuk menggunting peta dunia tersebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu, sang ayah memberikan potongan-potongan peta dunia itu kepada anaknya seraya berkata, “Nak, kalau kamu sudah selesai menyatukan potongan-potongan kertas ini, maka ayah akan menemanimu bermain.”
Sang ayah berpikir bahwa pekerjaan menyatukan potongan peta dunia itu akan sulit sekali dan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit. Sehingga ia dapat leluasa menggunakan jeda waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tetapi tidak lama kemudian, sekitar 5 menit, sang anak sudah kembali kepada ayahnya sambil memberikan potongan-potongan peta dunia yang telah disatukan. Sang ayah tercengang, “Hah, mana mungkin anak sekecil ini sudah tahu dimana letak America, Afrika. Dan Eropa, Aneh sekali?” Karena potongan peta itu benar-benar terletak pas pada posisi yang seharusnya.
Maka dengan penuh keheranan sang ayah bertanya kepada anaknya : “Bagaimana kamu bisa melakukannya ?” Keheranan sang ayah terjawab, tatkala anak itu berkata, “Tidak sulit, Ayah, menggabungkan potongan-potongan kertas itu. Karena dibalik gambar peta itu ada gambar kepala manusia. Jadi saya benarkan saja kepala manusianya, maka benarlah gambar dunia ini.”
Anak kecil itu sanggup menyelesaikan soal yang sulit sebab ia berpikir secara sederhana saja. Tidak ada prasangka, keinginan untuk dipuji, kebencian dan pikiran negatif lain yang mempengaruhi anak tersebut. Ternyata begitu mudah menemukan solusi cerdas yang mempermudah kehidupan kita dengan berpikir positif. Jadi apa salahnya kita menerima setiap kenyataan apa adanya, dan memandang sisi positif untuk menemukan solusi cerdas berikutnya. Tanyakan pula, apa ruginya berpikir positif, dan apa untungnya selalu berpikir negatif?
Sama sekali tidak ada keuntungan bila kita hanya memikirkan sisi negatif dari setiap kenyataan yang harus kita terima. Yang ada hanyalah belenggu, yang menyebabkan kita tidak tenang bekerja dan menghambat kemajuan. Dengan berpikir positif maka kita akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Sebaliknya, bila kita berpikir negatif maka kita akan selalu menemukan halangan. John Wooden, mantan pelatih basket UCLA, menegaskan, “Segalanya ternyata paling baik bagi orang-orang yang memetik manfaat dari bagaimana segalanya terjadi.” So Be Positive !
Semoga bermanfaat, dan Salam Hebat Luar Biasa !
~Rudy Lim
*Rudy Lim adalah seorang Inspirator Muda, pengusaha, dan penulis buku, saat ini Ia sedang mempersiapkan sebuah buku Inspirasi khusus buat anak muda, dan Ia juga seorang Motivator & Trainer, Founder & Director of YOUNGS Spirit - Seminar & Workshop Training. Rudy dapat dihubungi di nomor handphone: 0812 8500 686 atau websitenya : www.rudylim.com
Begitu pula bila anda sedang menghadapi masalah. Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa menyelesaikan masalah dari sudut pandang yang berlawanan, jauh akan mempercepat selesainya suatu masalah. Jadi perlu juga anda coba..…untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lain…siapa tahu hasilnya akan lebih baik.
Beberapa waktu yang lalu aku iseng-iseng mengunjungi blog nya andrie wongso. Dan kudapatkan artikel tentang perlunya mempertahankan sikap dan pola pikir positif setiap saat. Berikut adalah artikel tersebut semoga bermanfaat.
Sikap Dan Pola Pikir Yang Positif
Oleh : Rudy Lim
Seseorang akan dapat merubah dunia ini jika ia mampu mengubah dirinya sendiri. Untuk dapat menciptakan budaya yang sehat dan positif di dalam lingkungan sekitar kita, maka diri kita juga dituntut untuk bersikap lebih positif. Jadi setiap perubahan mestinya dimulai dari dalam diri kita sendiri, dan yang pertama kali harus diubah adalah pola berpikir kita. Sikap dan pola berpikir sangat erat kaitannya.
Dr. William James, Father of America psychology, mengatakan : "We can alter our lives by altering our altitudes – Manusia dapat mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap dan cara berpikirnya." Orang yang terbiasa berpikir positif selalu menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan untuk berhasil.
Contohnya tentang sebuah kisah antara seorang ayah dan anak :
Suatu hari sang ayah sengaja membawa pekerjaan kantor ke rumah supaya semua tugas pekerjaan dapat segera dituntaskan. Tetapi sesampainya di rumah, anaknya merengek terus mengajaknya bermain. Sang ayah keberatan memenuhi permintaan anaknya, maka dicarilah akal supaya anaknya diam dan ia mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pekaerjaannya.
Pada saat itu, ia melihat sebuah majalah yang memuat peta dunia. Muncullah ide untuk menggunting peta dunia tersebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu, sang ayah memberikan potongan-potongan peta dunia itu kepada anaknya seraya berkata, “Nak, kalau kamu sudah selesai menyatukan potongan-potongan kertas ini, maka ayah akan menemanimu bermain.”
Sang ayah berpikir bahwa pekerjaan menyatukan potongan peta dunia itu akan sulit sekali dan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit. Sehingga ia dapat leluasa menggunakan jeda waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tetapi tidak lama kemudian, sekitar 5 menit, sang anak sudah kembali kepada ayahnya sambil memberikan potongan-potongan peta dunia yang telah disatukan. Sang ayah tercengang, “Hah, mana mungkin anak sekecil ini sudah tahu dimana letak America, Afrika. Dan Eropa, Aneh sekali?” Karena potongan peta itu benar-benar terletak pas pada posisi yang seharusnya.
Maka dengan penuh keheranan sang ayah bertanya kepada anaknya : “Bagaimana kamu bisa melakukannya ?” Keheranan sang ayah terjawab, tatkala anak itu berkata, “Tidak sulit, Ayah, menggabungkan potongan-potongan kertas itu. Karena dibalik gambar peta itu ada gambar kepala manusia. Jadi saya benarkan saja kepala manusianya, maka benarlah gambar dunia ini.”
Anak kecil itu sanggup menyelesaikan soal yang sulit sebab ia berpikir secara sederhana saja. Tidak ada prasangka, keinginan untuk dipuji, kebencian dan pikiran negatif lain yang mempengaruhi anak tersebut. Ternyata begitu mudah menemukan solusi cerdas yang mempermudah kehidupan kita dengan berpikir positif. Jadi apa salahnya kita menerima setiap kenyataan apa adanya, dan memandang sisi positif untuk menemukan solusi cerdas berikutnya. Tanyakan pula, apa ruginya berpikir positif, dan apa untungnya selalu berpikir negatif?
Sama sekali tidak ada keuntungan bila kita hanya memikirkan sisi negatif dari setiap kenyataan yang harus kita terima. Yang ada hanyalah belenggu, yang menyebabkan kita tidak tenang bekerja dan menghambat kemajuan. Dengan berpikir positif maka kita akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Sebaliknya, bila kita berpikir negatif maka kita akan selalu menemukan halangan. John Wooden, mantan pelatih basket UCLA, menegaskan, “Segalanya ternyata paling baik bagi orang-orang yang memetik manfaat dari bagaimana segalanya terjadi.” So Be Positive !
Semoga bermanfaat, dan Salam Hebat Luar Biasa !
~Rudy Lim
*Rudy Lim adalah seorang Inspirator Muda, pengusaha, dan penulis buku, saat ini Ia sedang mempersiapkan sebuah buku Inspirasi khusus buat anak muda, dan Ia juga seorang Motivator & Trainer, Founder & Director of YOUNGS Spirit - Seminar & Workshop Training. Rudy dapat dihubungi di nomor handphone: 0812 8500 686 atau websitenya : www.rudylim.com
Wednesday, 18 February 2009
8 Tips Mengatasi Rasa Takut Anda.

Berikut adalah cara mengatasi rasa takut yang sering menghinggapi kita. Dengan mempraktekkan tips berikut saya yakin hidup anda akan lebih bergairah.......dan semangat...Tips tersebut antara lain :
1. Rasa malu karena penampilan pribadi.
Perbaiki penampilan anda. Pergilah ke tukang jahit yang bagus, pakaian anda harus bersih dan rapi. Rapikan rambut anda. Tidak selalu harus memakai pakaian yang mahal untuk memperbaiki penampilan anda. Dan ingat jangan berlebihan dalam penampilan fisik anda, yang lebih utama adalah perbaiki penampilan anda dari dalam....istilahnya inner beauty anda sehingga emancarkan aura yang positif. Setelah anda memperbaiki penampilan luar anda ...berdirilah dicermin....dan katakan ........aku bahagia......tersenyumlah......pasti penampilan anda akan lebih baik.
Tapi hal ini tidak berlaku bagi bob sadino lho...lihat aja penampilan dia yang biasa pakai sandal jepit dan kaos oblong kemana-mana.....tapi ya....itu...duitnya banyak. Kalau anda mau tampil apa adanya seperti bob sadino juga boleh asalkan anda percaya diri dan anda bukan seorang karyawan sebuah perusahaan.....lho! Anda haruslah seorang wiraswasta. Sebab kalau anda seorang karyawan sebuah perusahaan...berpenampilan ala bob sadino.....sudah pasti bos anda akan marah....he..he..he..
2. Takut Kehilangan pelanggan penting
Bekerja dua kali lebih keras dan cerdas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Perbaiki segala kemungkinan yang menyebabkan pelanggan kehilangan kepercayaan kepada anda. Teruslah berinovasi dan improvisasi agar pelanggan anda merasa terpuaskan.
3. Takut Gagal Dalam Ujian
Ubah kekuatiran menjadi waktu belajar. Anggaplah setiap saat adalah belajar dalam hidup. Jadi apapun hasil nanti...... sepanjang anda telah belajar dengan maksimal.....anggaplah sebagai proses pembelajaran.
4. Takut segalanya menjadi di luar kendali anda sepenuhnya.
Alihkan perhatian pada sesuatu yang sama sekali berbeda. Pergilah ke kebun dan cabuti rumput rumah anda sendiri, jangan cabuti rumput tetangga....he..he..he...bisa berabe nanti........ Bermainlah dengan anak anda. Pergilah ke tempat bioskop, atau memancing dll sesuai hobi anda masing-masing.
5. Takut terluka secara pisik oleh sesuatu yang tidak dapat anda kendalikan, seperti angin topan tornado, atau pesawat terbang yang lepas kendali.
Ubah perhatian anda untuk membantu meredakan ketakutan yang dialami orang lain. Berdoalah. Yakinlah bahwa anda selalu beruntung...pasti untunglah yang akan terjadi ....!
6. Takut akan apa yang mungkin orang lain pikirkan atau katakan.
Pastikan bahwa apa yang anda rencanakan untuk lakukan sudah benar. Lalu kerjakan. Tak seorang pun pernah mengerjakan apa saja yang berharga tanpa mendapat kritik. No body is perfect.....Sebagus apapun hasil kerjaan anda...selalu saja ada yang mencela......anggaplah sebagai tantangan untuk memperbaiki diri lebih baik lagi di masa depan.
7. Takut membuat investasi rumah.
Analisis semua faktor Kemudian ambil keputusan dan bertahanlah dengan keputusan itu. Percayai keputusan anda sendiri.
8. Takut kepada orang banyak
Tempatkan mereka pada perspektif yang semestinya. Ingat, orang lain juga manusia biasa, yang mirip sekali dengan anda. Ingatlah lagunya Seriues Band.....Orang lain juga manusia.....punya rasa punya hati.......
Demikian tips untuk hari ini semoga bermanfaat bagi anda...
Salam sukses yang luaaaar biasa.....!
Diambil dari buku : Berpikir dan berjiwa besar oleh David J, Schwatz dengan sedikit modifikasi.
Wednesday, 11 February 2009
9 Jurus Ampuh Untuk berhenti berpikir negatif
Beberapa waktu yang lalu aku blogging dan menemukan sebuah artikel tentang bagaimana mengatasi pikiran negatif yang sering menghinggapi banyak orang. Tulisan itu sangat bagus dan kembali aku hadirkan di blog kebahagiaan terbesar ini dengan mengambil judul "9 jurus ampuh mengatasi pikiran negatif". Berikut tulisannya:
Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.
Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.
Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:
1. Hiduplah Pada Saat Ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.
2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.
3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.
4. Jangan berdiam diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.
5. Fokus pada hal-hal positif
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.
6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.
7. Hadapi Rasa Takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.
8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.
9. Ubah Cara Pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.
Demikian yang dapat sampaikan semoga membawa manfaat bagi kita semua.
Salam sukses dan bahagia yang luaaaaaar biasa....
Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.
Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.
Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:
1. Hiduplah Pada Saat Ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.
2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.
3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.
4. Jangan berdiam diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.
5. Fokus pada hal-hal positif
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.
6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.
7. Hadapi Rasa Takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.
8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.
9. Ubah Cara Pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.
Demikian yang dapat sampaikan semoga membawa manfaat bagi kita semua.
Salam sukses dan bahagia yang luaaaaaar biasa....
Sunday, 8 February 2009
Apakah Anda Termasuk Orang Yang Berpikir positif?
Berikut adalah ciri-ciri orang berpikir positif
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiranlah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantangan.
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidup apa adanya.
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide.
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak ‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu.
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif .
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan, ” dan “Dia memang berbakat.”
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.
10. Peduli pada citra diri Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiranlah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantangan.
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidup apa adanya.
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide.
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak ‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu.
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif .
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan, ” dan “Dia memang berbakat.”
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.
10. Peduli pada citra diri Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Monday, 12 January 2009
Untung ban mobil saya meletus
(bersyukur menambah kebahagiaan)
Beberapa waktu yang lalu aku berangkat ke denpasar untuk mengambil barang. Setelah semua urusan selesai aku bergegas pulang menuju ke singaraja. Hari itu sudah sore jadi kalau ndak lekas balik ke singaraja takutnya nanti kena kabut di daerah bedugul. Tahu sendiri kan kalau lewat bedugul kena kabut bisa bahaya. Jalan yang berliku dan naik turun ditambah kabut bisa sangat menyulitkan. Jarak pandang biasanya hanya 2 meter di depan dan pembatas jalan bisa nggak kelihatan. Makanya kalau balik dari denpasar aku usahakan sebelum jam 4.
Waktu itu aku dan pak suryawan agak terlambat balik karena saking banyaknya barang yang harus di bawa. Di tengah jalan tiba-tiba saja sebelum keluar dari denpasar mobil jalannya seperti tidak stabil. Aku mengira mungkin ban nya agak kempes sehingga hanya perlu di tambah angin saja. Akhirnya kita berhenti di tukang ban untuk tambah angin. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan lagi. Namun jalannya mobil masih tidak stabil. Kami mengira mungkin kecepatannya kurang. Kita coba untuk jalan agak cepat. Tapi tetap saja tidak stabil. Setelah beberapa saat jalan…..akhirnya selepas perempatan ubung tiba-tiba saja ……..Duooooor …….!!! Ban meletus. Kami pun terpaksa berhenti.
Di belakang kami kebetulan ada pak Eka, dia pun berhenti menawarkan bantuan. Akhirnya kita memanggil tukang ban untuk mengganti ban serep. Setelah selesai mengganti ban kita balik lagi ke denpasar untuk mencari satu ban lagi. Takutnya nanti kalau terjadi meletus lagi dijalan bisa bahaya.
Setelah itu kita pun segera meluncur ke singaraja. Di tengah jalan pun aku dan pak suryawan bercanda dan sambil mencari hikmah yang terkandung dalam peristiwa tadi.
“ untung ya ban nya meletus disini, kalau meletusnya di bedugul atau pas ditengah hutan gimana ……..bisa lebih repot kan” kataku.
“betul pak…..dibalik musibah selalu saja ada manfaatnya” kata pak suryawan.
………………………………
Akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa apapun kondisi kita kalau kita mampu mensyukurinya……pasti akan menjadi kebaikan dan banyak hikmah yang didapatkan. Walaupun kondisi yang kita alami sulit dan menyusahkan….bila kita mampu menyikapinya secara benar akan menjadi pengalaman yang luar biasa menyenangkan dan menggairahkan hidup kita.
Bersyukurlah terhadap apapun yang anda alami……., maka anda akan merasakan kebahagiaan yang sangat menakjubkan. Coba bayangkan seandainya setiap hari anda bangun pagi, anda mampu merasakan syukur yang dalam atas segala nikmat yang telah anda dapatkan…..pasti Tuhan akan menambah kebahagiaan dalam hidup anda.
Demikian kisah yang dapat saya sampaikan semoga membawa manfaat dan membuat hari kita menjadi lebih berbahagia.
Salam bahagia dan sukses yang luaaaar biasa.
Beberapa waktu yang lalu aku berangkat ke denpasar untuk mengambil barang. Setelah semua urusan selesai aku bergegas pulang menuju ke singaraja. Hari itu sudah sore jadi kalau ndak lekas balik ke singaraja takutnya nanti kena kabut di daerah bedugul. Tahu sendiri kan kalau lewat bedugul kena kabut bisa bahaya. Jalan yang berliku dan naik turun ditambah kabut bisa sangat menyulitkan. Jarak pandang biasanya hanya 2 meter di depan dan pembatas jalan bisa nggak kelihatan. Makanya kalau balik dari denpasar aku usahakan sebelum jam 4.
Waktu itu aku dan pak suryawan agak terlambat balik karena saking banyaknya barang yang harus di bawa. Di tengah jalan tiba-tiba saja sebelum keluar dari denpasar mobil jalannya seperti tidak stabil. Aku mengira mungkin ban nya agak kempes sehingga hanya perlu di tambah angin saja. Akhirnya kita berhenti di tukang ban untuk tambah angin. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan lagi. Namun jalannya mobil masih tidak stabil. Kami mengira mungkin kecepatannya kurang. Kita coba untuk jalan agak cepat. Tapi tetap saja tidak stabil. Setelah beberapa saat jalan…..akhirnya selepas perempatan ubung tiba-tiba saja ……..Duooooor …….!!! Ban meletus. Kami pun terpaksa berhenti.
Di belakang kami kebetulan ada pak Eka, dia pun berhenti menawarkan bantuan. Akhirnya kita memanggil tukang ban untuk mengganti ban serep. Setelah selesai mengganti ban kita balik lagi ke denpasar untuk mencari satu ban lagi. Takutnya nanti kalau terjadi meletus lagi dijalan bisa bahaya.
Setelah itu kita pun segera meluncur ke singaraja. Di tengah jalan pun aku dan pak suryawan bercanda dan sambil mencari hikmah yang terkandung dalam peristiwa tadi.
“ untung ya ban nya meletus disini, kalau meletusnya di bedugul atau pas ditengah hutan gimana ……..bisa lebih repot kan” kataku.
“betul pak…..dibalik musibah selalu saja ada manfaatnya” kata pak suryawan.
………………………………
Akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa apapun kondisi kita kalau kita mampu mensyukurinya……pasti akan menjadi kebaikan dan banyak hikmah yang didapatkan. Walaupun kondisi yang kita alami sulit dan menyusahkan….bila kita mampu menyikapinya secara benar akan menjadi pengalaman yang luar biasa menyenangkan dan menggairahkan hidup kita.
Bersyukurlah terhadap apapun yang anda alami……., maka anda akan merasakan kebahagiaan yang sangat menakjubkan. Coba bayangkan seandainya setiap hari anda bangun pagi, anda mampu merasakan syukur yang dalam atas segala nikmat yang telah anda dapatkan…..pasti Tuhan akan menambah kebahagiaan dalam hidup anda.
Demikian kisah yang dapat saya sampaikan semoga membawa manfaat dan membuat hari kita menjadi lebih berbahagia.
Salam bahagia dan sukses yang luaaaar biasa.
Wednesday, 3 December 2008
5 langkah cepat untuk hidup lebih bahagia
Apapun status anda, apapun jabatan anda, apakah anda miskin, ataukah anda kaya raya, anda dapat dengan mudah untuk mencapai kebahagiaan dengan menerapkan 5 langkah berikut.
Apa saja langkah itu?
Pertama
Untuk hari ini jangan cemas.
Jika setiap pagi anda percaya bahwa apapun yang datang kepada anda akan menjadi pengalaman yang berharga dan sesuatu yang luar biasa, berarti anda telah hidup dengan prinsip ini. Kecemasan dapat menyita waktu kita, jika kita tidak merasa cemas mengenai kesalahan-kessalahan masa lalu, kita sering mencemaskan masa depan kita. Masa lalu telah lewat dan tidak mungkin anda ulang sedangkan masa depan belum tentu sesuram yang anda bayangkan. Percayalah bahwa masa depan anda akan jauh lebih baik dari yang anda pikirkan dan melangkahlah dengan ringan untuk menggapai masa depan yang lebih cerah dan lebih membahagiakan. Hiduplah pada saat sekarang, pada masa ini dan berbuatlah yang terbaik.
Kita dibesarkan untuk saling mengalahkan satu sama lain, saling bersaing untuk menang apapun caranya, atau untuk saling mendendam satu sama lain. Tapi apakah dengan bersikap seperti itu kita bahagia?.....Sikap yang demikian itu menumbuhkan di dalam diri kita rasa tidak percaya kepada dunia disekitar kita. Jika kita mampu melihat “gambar Besar” nya secara jelas, pasti kita akan lebih percaya kepada rencana Sang Pencipta.
Cobalah anda praktekan: “untuk hari ini saya tidak akan cemas” setiap anda bangun pagi. Saya yakin kebahagiaan anda akan lebih besar.
Kedua
Untuk hari ini jangan marah
Kemarahan dapat merubah segala sesuatu menjadi lebih buruk, dan kita tidak perlu bergantung kepadanya.Apa yang kita marahkan? Mungkin kita marah terhadap seseorang. Atau kita marah terhadap karyawan kita atau anak buah kita. Atau bahkan kita marah terhadap diri sendiri yang belum sesuai keinginan kita. Apakah kemarahan itu dapat membawa manfaat bagi kita?.....Kalau ya, cobalah anda renungkan kembali.Adakah ekspresi lain yang bisa diungkapkan selain mengumbar amarah yang mungkin saja akan menyakiti lebih banyak orang dan membuat dendam yang berkepanjangan.
Kenalilah perasaan anda, ketahuilah bahwa kita semua belajar bersama-sama disebuah universitas yang demikian luasnya yaitu universitas kehidupan. Kemarahan dapat dapt menjadi kekuatan yang merusak keseimbangan jiwa.
Cobalah anda praktekan: “ untuk hari ini saya tidak akan marah”.
Ketiga
Hormati orang tua, guru, dan orang-orang yang lebih tua dari kita
Setiap orang dapat mengajarkan sesuatu kepada kita. Setiap hari sebenarnya kita bisa belajar dari pengalaman orang lain kalau kita mau membuka diri. Kita belajar dari pengalaman orang-orang yang lebih tua, kita belajar kebijaksanaan dari mereka kaum yang yang bijak, kita belajar ketangguhan mental dari anak-anak kita. Lihatlah betapa tangguhnya mental seorang anak yang sedang belajar berjalan. Berapa ratus kali ia gagal dan jatuh lagi, namun ia terus bangkit dan bangkit lagi?.....Coba lihat diri kita sendiri. Mungkin kita pernah beberapa kali gagal tapi kemudian kita merasa frustasi dan tidak mau belajar dari kegagalan kita untuk lebih berhasil dan mencapai kesuksesan. Belajar lah dari anak kecil.
Keempat
Carilah nafkah dengan jujur
Begitu banyak pertanyaan mengenai etika dunia kerja sehingga hidup dengan integritas adalah penting jika kita ingin berdamai dengan diri kita sendiri dan kebenaran yang kita pegang. Betapapun kecilnya pekerjaan kita, itu adalah keadaan kita sekarang, dan jika kita melakukannya dengan sepenuh hati (totalitas) dan cita (spirit), tentu kita akan memberikan dan mendapatkan yang terbaik dari keadaan itu. Prinsip ini juga dapat mengilhami kita agar mempunyai keberanian untuk mencari pekerjaan di bidang yang kita cintai, yang memnuhi tujuan hidup kita.
Kelima
Perlihatkan terima kasih kepada apapun
Adalah sesuatu yang menyenangkan bila kita mengetahui betapa sikap yang selalu berterima kasih dapat memperkaya hidup kita dengan begitu cepatnya. Pada detik pertama kita bangun pagi usahakan anda terbangun dengan perasaan terima kasih dan bukan perasaan “tolonglah” kepd semesta. Maka detik itu juga semesta akan menggemakan perasaan positif kepada kita dan akan mengirimkannya lebih banyak lagi.
Syukurlah maka hidup anda akan lebih menyenangkan.(baca artikel tentang keajaiban syukur dan kehebatan berpikir positif dalam blog ini)
Demikian tips hari ini semoga membuat hari-hari kita lebih berbahagia.
Salam bahagia dan syukur yang luaaaar biasa.
Apa saja langkah itu?
Pertama
Untuk hari ini jangan cemas.
Jika setiap pagi anda percaya bahwa apapun yang datang kepada anda akan menjadi pengalaman yang berharga dan sesuatu yang luar biasa, berarti anda telah hidup dengan prinsip ini. Kecemasan dapat menyita waktu kita, jika kita tidak merasa cemas mengenai kesalahan-kessalahan masa lalu, kita sering mencemaskan masa depan kita. Masa lalu telah lewat dan tidak mungkin anda ulang sedangkan masa depan belum tentu sesuram yang anda bayangkan. Percayalah bahwa masa depan anda akan jauh lebih baik dari yang anda pikirkan dan melangkahlah dengan ringan untuk menggapai masa depan yang lebih cerah dan lebih membahagiakan. Hiduplah pada saat sekarang, pada masa ini dan berbuatlah yang terbaik.
Kita dibesarkan untuk saling mengalahkan satu sama lain, saling bersaing untuk menang apapun caranya, atau untuk saling mendendam satu sama lain. Tapi apakah dengan bersikap seperti itu kita bahagia?.....Sikap yang demikian itu menumbuhkan di dalam diri kita rasa tidak percaya kepada dunia disekitar kita. Jika kita mampu melihat “gambar Besar” nya secara jelas, pasti kita akan lebih percaya kepada rencana Sang Pencipta.
Cobalah anda praktekan: “untuk hari ini saya tidak akan cemas” setiap anda bangun pagi. Saya yakin kebahagiaan anda akan lebih besar.
Kedua
Untuk hari ini jangan marah
Kemarahan dapat merubah segala sesuatu menjadi lebih buruk, dan kita tidak perlu bergantung kepadanya.Apa yang kita marahkan? Mungkin kita marah terhadap seseorang. Atau kita marah terhadap karyawan kita atau anak buah kita. Atau bahkan kita marah terhadap diri sendiri yang belum sesuai keinginan kita. Apakah kemarahan itu dapat membawa manfaat bagi kita?.....Kalau ya, cobalah anda renungkan kembali.Adakah ekspresi lain yang bisa diungkapkan selain mengumbar amarah yang mungkin saja akan menyakiti lebih banyak orang dan membuat dendam yang berkepanjangan.
Kenalilah perasaan anda, ketahuilah bahwa kita semua belajar bersama-sama disebuah universitas yang demikian luasnya yaitu universitas kehidupan. Kemarahan dapat dapt menjadi kekuatan yang merusak keseimbangan jiwa.
Cobalah anda praktekan: “ untuk hari ini saya tidak akan marah”.
Ketiga
Hormati orang tua, guru, dan orang-orang yang lebih tua dari kita
Setiap orang dapat mengajarkan sesuatu kepada kita. Setiap hari sebenarnya kita bisa belajar dari pengalaman orang lain kalau kita mau membuka diri. Kita belajar dari pengalaman orang-orang yang lebih tua, kita belajar kebijaksanaan dari mereka kaum yang yang bijak, kita belajar ketangguhan mental dari anak-anak kita. Lihatlah betapa tangguhnya mental seorang anak yang sedang belajar berjalan. Berapa ratus kali ia gagal dan jatuh lagi, namun ia terus bangkit dan bangkit lagi?.....Coba lihat diri kita sendiri. Mungkin kita pernah beberapa kali gagal tapi kemudian kita merasa frustasi dan tidak mau belajar dari kegagalan kita untuk lebih berhasil dan mencapai kesuksesan. Belajar lah dari anak kecil.
Keempat
Carilah nafkah dengan jujur
Begitu banyak pertanyaan mengenai etika dunia kerja sehingga hidup dengan integritas adalah penting jika kita ingin berdamai dengan diri kita sendiri dan kebenaran yang kita pegang. Betapapun kecilnya pekerjaan kita, itu adalah keadaan kita sekarang, dan jika kita melakukannya dengan sepenuh hati (totalitas) dan cita (spirit), tentu kita akan memberikan dan mendapatkan yang terbaik dari keadaan itu. Prinsip ini juga dapat mengilhami kita agar mempunyai keberanian untuk mencari pekerjaan di bidang yang kita cintai, yang memnuhi tujuan hidup kita.
Kelima
Perlihatkan terima kasih kepada apapun
Adalah sesuatu yang menyenangkan bila kita mengetahui betapa sikap yang selalu berterima kasih dapat memperkaya hidup kita dengan begitu cepatnya. Pada detik pertama kita bangun pagi usahakan anda terbangun dengan perasaan terima kasih dan bukan perasaan “tolonglah” kepd semesta. Maka detik itu juga semesta akan menggemakan perasaan positif kepada kita dan akan mengirimkannya lebih banyak lagi.
Syukurlah maka hidup anda akan lebih menyenangkan.(baca artikel tentang keajaiban syukur dan kehebatan berpikir positif dalam blog ini)
Demikian tips hari ini semoga membuat hari-hari kita lebih berbahagia.
Salam bahagia dan syukur yang luaaaar biasa.
Tuesday, 2 December 2008
Virus Kebahagiaan ?
Hati-hati dengan keluh kesahmu!!!
Sejak pertama kali diluncurkan blog ini, saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar kepada semua pengunjung. Blog ini saya buat memang untuk berbagi kebahagiaan apapun yang pernah kita alami. Mengapa harus berbagi? Apapun yang kita bagi kepada orang lain pasti akan berlipat ganda sesuai hukum tarik menarik. Bila kita sering membagi kebahagiaan otomatis kebahagiaan kita juga bertambah. Namun bila kita sering berbagi kesedihan, keburukan atau keluh kesah, pasti semua hal negatfif juga yang akan kita terima. Hati-hati dengan keluh kesahmu.
Lihatlah diri anda dan sekelilng anda. Betapa banyak orang yang sering menumpahkan keluh kesahnya setiap bertemu dengan teman atau keluarganya. Tanpa malu-malu mereka membicarakan keburukan si A, si B atau yang lainnya. Bahkan seakan-akan tidak pernah ada kebaikan di diri si A atau si B tersebut. Kalau boleh jujur setiap orang tentu ada kekurangan ataupun kelebihannya. Bagaimana kita menyikapinya tergantung sudut pandang kita pada saat itu. Jika kita mempunyai sudut pandang positif tentu hasilnya positif juga. Lain halnya jika kita bersudut pandang negatif tentu tambah negatif yang akan terjadi.
Tapi selalu ada juga orang yang berbagi semangat, motivasi dan kebahagiaan kepada orang lain yang ujung-ujungnya orang disekitarnya juga mengalami kebahagiaan yang sama. Pernahkah anda merasakan kebahagiaan, keceriaan atau sedikit kehangatan bila berjumpa dengan seseorang yang mempunyai sudut pandang positif dalam segala hal. Sering-seringlah bergaul dengan orang tersebut karena ada pepatah yang mengatakan “anda akan menjadi seperti teman-teman anda”. Kalau teman-teman anda orang-orang yang selalu bersemangat tentu anda akan ikut juga bersemangat bukan?
Ada orang-orang tertentu yang hanya sekedar say hello kepada kita, tetapi kekuatan semangat atau kebahagiaan yang ia rasakan akan menular secepat virus yang menyebar. Lihatlah sejarah betapa Bung Tomo mampu membakar semangat juang arek-arek suroboyo untuk maju melawan penjajah yang secara materi jauh lebih baik dari mereka. Betapa mereka maju pantang mundur walaupun hanya bersenjatakan bambu runcing.
Sungguh, hal-hal positif yang kita bicarakan, yang kita lihat, akan menumbuhkan semangat hidup yang jauh lebih baik dari pada hal negatif.
Sekarang semuanya tergantung pada anda mau pilih yang mana? Positif atau negatif ?
Demikian yang bisa saya tulis, semoga tulisan ini menginspirasikan kita untuk selalu berpikir positif terhadap apapun yang kita alami. Dan sebarkanlah virus kebahagiaan kepada siapapun yang anda temui sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan yang sama.
Salam bahagia dan sukses yang luaaaar biasa!!!
Sejak pertama kali diluncurkan blog ini, saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar kepada semua pengunjung. Blog ini saya buat memang untuk berbagi kebahagiaan apapun yang pernah kita alami. Mengapa harus berbagi? Apapun yang kita bagi kepada orang lain pasti akan berlipat ganda sesuai hukum tarik menarik. Bila kita sering membagi kebahagiaan otomatis kebahagiaan kita juga bertambah. Namun bila kita sering berbagi kesedihan, keburukan atau keluh kesah, pasti semua hal negatfif juga yang akan kita terima. Hati-hati dengan keluh kesahmu.
Lihatlah diri anda dan sekelilng anda. Betapa banyak orang yang sering menumpahkan keluh kesahnya setiap bertemu dengan teman atau keluarganya. Tanpa malu-malu mereka membicarakan keburukan si A, si B atau yang lainnya. Bahkan seakan-akan tidak pernah ada kebaikan di diri si A atau si B tersebut. Kalau boleh jujur setiap orang tentu ada kekurangan ataupun kelebihannya. Bagaimana kita menyikapinya tergantung sudut pandang kita pada saat itu. Jika kita mempunyai sudut pandang positif tentu hasilnya positif juga. Lain halnya jika kita bersudut pandang negatif tentu tambah negatif yang akan terjadi.
Tapi selalu ada juga orang yang berbagi semangat, motivasi dan kebahagiaan kepada orang lain yang ujung-ujungnya orang disekitarnya juga mengalami kebahagiaan yang sama. Pernahkah anda merasakan kebahagiaan, keceriaan atau sedikit kehangatan bila berjumpa dengan seseorang yang mempunyai sudut pandang positif dalam segala hal. Sering-seringlah bergaul dengan orang tersebut karena ada pepatah yang mengatakan “anda akan menjadi seperti teman-teman anda”. Kalau teman-teman anda orang-orang yang selalu bersemangat tentu anda akan ikut juga bersemangat bukan?
Ada orang-orang tertentu yang hanya sekedar say hello kepada kita, tetapi kekuatan semangat atau kebahagiaan yang ia rasakan akan menular secepat virus yang menyebar. Lihatlah sejarah betapa Bung Tomo mampu membakar semangat juang arek-arek suroboyo untuk maju melawan penjajah yang secara materi jauh lebih baik dari mereka. Betapa mereka maju pantang mundur walaupun hanya bersenjatakan bambu runcing.
Sungguh, hal-hal positif yang kita bicarakan, yang kita lihat, akan menumbuhkan semangat hidup yang jauh lebih baik dari pada hal negatif.
Sekarang semuanya tergantung pada anda mau pilih yang mana? Positif atau negatif ?
Demikian yang bisa saya tulis, semoga tulisan ini menginspirasikan kita untuk selalu berpikir positif terhadap apapun yang kita alami. Dan sebarkanlah virus kebahagiaan kepada siapapun yang anda temui sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan yang sama.
Salam bahagia dan sukses yang luaaaar biasa!!!
Monday, 24 November 2008
how to be positif thinking
Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :
1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.
Contoh :
“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)
2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.
3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.
4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.
Siapa yang ingin sukses ?
Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !
Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !
Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :
“Pasti gagal;
Kami belum pernah melakukannya;
Kami tak sanggup melakukannya;
Saya belum siap melakukannya;
Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.
Selamat mencoba, dan ………………………………………….
SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal
menggapainya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :
1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.
Contoh :
“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)
2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.
3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.
4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.
Siapa yang ingin sukses ?
Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !
Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !
Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :
“Pasti gagal;
Kami belum pernah melakukannya;
Kami tak sanggup melakukannya;
Saya belum siap melakukannya;
Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.
Selamat mencoba, dan ………………………………………….
SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal
menggapainya.
Thursday, 20 November 2008
FORMULA RAHASIA BERPIKIR POSITIF
Oleh:Prof. Dr. Roy Sembel & Sandra Sembel
Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda, begitu kata pepatah. Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel.
Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif berikut.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat Positif.
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.
Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.
Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
"Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?"
"Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum'at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum'at?"
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.
Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif.
Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
"Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan."
"Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik."
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.
Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.
Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.
Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.
Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.
Lalu, kita putar `film kegiatan kita' di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.
Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah' dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.
Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda, begitu kata pepatah. Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel.
Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif berikut.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat Positif.
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.
Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.
Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
"Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?"
"Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum'at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum'at?"
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.
Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif.
Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
"Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan."
"Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik."
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.
Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.
Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.
Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.
Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.
Lalu, kita putar `film kegiatan kita' di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.
Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah' dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.
Saturday, 15 November 2008
apakah berpikir positif berbahaya?
Suatu saat aku sangat tertarik membaca sebua blog dengan judul “ bahaya berpikir positif”. Wah kayaknya lihat judunya aja sudah begitu negative, tapi aku coba membaca mungkin ada sesuatu yang bisa kudapatkan. Setelah kubaca uraiannya ternyata bukan berpikir positif yang bahaya tetapi proses berpikir positif yang salah.
Apa benar berpikir positif itu salah dan bahaya?
Dalam artikel itu mencontohkan bahwa ada seorang temannya yang selalu berpikir positif tetapi selalu gagal. Teman itu selalu berpikir positif bahwa penjualannya akan meningkat 140 % untuk bulan ini, tetapi nyatanya apa yang terjadi penjualannya selalu turun. Apakah teman itu salah dalam berpikir positif? Lantas apakah berpikir positif itu berahaya?
Istriku pernah bilang, dulunya dia sangat takut berpikir positif karena takut kalau nggak tercapai nanti malah kecewa? Tapi melihat berbagai manfaat dari berpikir positif akhirnya dia sekarang lebih memilih untuk berpikir positif dalam setiap keadaan.
Menurutku berpikir positif itu ada tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk mampu menjadikannya benar-benar sebagai daya dorong yang luar biasa. Orang yang gagal terus walaupun telah berpikir positif mungkin disebabkan kekuatan berpikir positif nya hanya sebatas permukaan. Dalam istilah quantum ikhlas hanya pada tataran gelombang beta saja. Padahal berpikir positif yang benar adalah haruslah sampai menyentuh pikiran pada gelombang alfa ( lihat artikel 5 langkah mengakses kekuatan bawah sadar).
Jadi apakah berpikir positif itu masih berbahaya untuk anda? Kalau anda berpikir positif itu berbahaya mungkin ada baiknya melihat beberapa kondisi disekitar kita. Misalkan ada orang yang mengalami sakit yang sangat parah kemungkinan sembuhnya hanya 10 %. Kira-kira menurut anda lebih baik mana berpikir positif atau tidak sama sekali? Kalau orang yang sakit ini berpikir positif bahwa separah apapun sakit yang dia derita saat ini pasti akan sembuh dan dia akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan dari sakitnya, mungkinkah orang ini akan sembuh? Sangat mungkin.
Tetapi coba kalau orang yang sakit ini berpikir negative. Ah ternyata hidupku tinggal 10 % lagi nih, berarti aku sulit untuk sembuh, ah sakit ku akan bertambah parah. Ah sebentar lagi aku akan mati ……dan seterusnya….dan seterusnya……Apakah yang akan terjadi? Pasti orang itu akan semakin parah sakitnya.
Ingatlah pikiran anda akan menuntun anda. Hokum tarik-menarik seperti yang dijelaskan di buku The Secret sangatlah cocok untuk diterapkan, bahwa setiap kebaikan akan menarik kebaikan yang serupa dan setiap keburukan pasti akan menarik keburukan juga. Jadi kalau anda berpikir negative maka negatiflah yang akan terjadi pada anda, tetapi kalau anda berpikir positif maka positiflah yang akan terjadi.
So, tetaplah berpikir positif terhadap apapun yang terjadi dan yang kita alami. Jangan ragukan diri sendiri dan tetaplah semangat untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.
Demikian tulisan ini semoga memberikan inspirasi bagi kita untuk dapat berpikir positif pada setiap keadaan.
Salam sukses dan bahagia yang luaaaar biasa.
Apa benar berpikir positif itu salah dan bahaya?
Dalam artikel itu mencontohkan bahwa ada seorang temannya yang selalu berpikir positif tetapi selalu gagal. Teman itu selalu berpikir positif bahwa penjualannya akan meningkat 140 % untuk bulan ini, tetapi nyatanya apa yang terjadi penjualannya selalu turun. Apakah teman itu salah dalam berpikir positif? Lantas apakah berpikir positif itu berahaya?
Istriku pernah bilang, dulunya dia sangat takut berpikir positif karena takut kalau nggak tercapai nanti malah kecewa? Tapi melihat berbagai manfaat dari berpikir positif akhirnya dia sekarang lebih memilih untuk berpikir positif dalam setiap keadaan.
Menurutku berpikir positif itu ada tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk mampu menjadikannya benar-benar sebagai daya dorong yang luar biasa. Orang yang gagal terus walaupun telah berpikir positif mungkin disebabkan kekuatan berpikir positif nya hanya sebatas permukaan. Dalam istilah quantum ikhlas hanya pada tataran gelombang beta saja. Padahal berpikir positif yang benar adalah haruslah sampai menyentuh pikiran pada gelombang alfa ( lihat artikel 5 langkah mengakses kekuatan bawah sadar).
Jadi apakah berpikir positif itu masih berbahaya untuk anda? Kalau anda berpikir positif itu berbahaya mungkin ada baiknya melihat beberapa kondisi disekitar kita. Misalkan ada orang yang mengalami sakit yang sangat parah kemungkinan sembuhnya hanya 10 %. Kira-kira menurut anda lebih baik mana berpikir positif atau tidak sama sekali? Kalau orang yang sakit ini berpikir positif bahwa separah apapun sakit yang dia derita saat ini pasti akan sembuh dan dia akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan dari sakitnya, mungkinkah orang ini akan sembuh? Sangat mungkin.
Tetapi coba kalau orang yang sakit ini berpikir negative. Ah ternyata hidupku tinggal 10 % lagi nih, berarti aku sulit untuk sembuh, ah sakit ku akan bertambah parah. Ah sebentar lagi aku akan mati ……dan seterusnya….dan seterusnya……Apakah yang akan terjadi? Pasti orang itu akan semakin parah sakitnya.
Ingatlah pikiran anda akan menuntun anda. Hokum tarik-menarik seperti yang dijelaskan di buku The Secret sangatlah cocok untuk diterapkan, bahwa setiap kebaikan akan menarik kebaikan yang serupa dan setiap keburukan pasti akan menarik keburukan juga. Jadi kalau anda berpikir negative maka negatiflah yang akan terjadi pada anda, tetapi kalau anda berpikir positif maka positiflah yang akan terjadi.
So, tetaplah berpikir positif terhadap apapun yang terjadi dan yang kita alami. Jangan ragukan diri sendiri dan tetaplah semangat untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.
Demikian tulisan ini semoga memberikan inspirasi bagi kita untuk dapat berpikir positif pada setiap keadaan.
Salam sukses dan bahagia yang luaaaar biasa.
Friday, 7 November 2008
Buka Pikiran Anda...!!!
Tulisan ini aku peroleh dari sebuah blog yang menurutku amat bagus untuk dikisahkan kembali. ternyata memang sangat perlu untuk melatih pikiran kita secara konsisten agar dapat berpikir secara positif pada setiap keadaan yang ada. Semoga tulisan ini juga menginspirasikan kita semua.
Buka Pikiran Anda
Sampai di sini mudah-mudahan Anda merasa sudah tidak sabar untuk mendapatkan sejumlah kiat praktis tentang bagaimana membangun sikap positif. Namun saya minta maaf karena topik itu selengkapnya akan saya bahas pada artikel berikutnya. Untuk sementara, mulai saat ini, ketika menghadapi situasi apapun, latih diri Anda untuk memiliki pikiran yang "terbuka". Sebagai contoh, ketika hujan mulai mengguyur Jakarta, Anda berdoa: "Tuhan, kalau benar Engkau mengasihiku, maka halau banjir ini masuk ke dalam rumahku." Doa semacam itu adalah doa orang yang berpikiran tertutup.
Ia telah menentukan satu-satunya cara untuk Tuhan membuktikan kasihNya adalah dengan menghentikan air masuk ke dalam rumahnya. Sikap berpikir semacam ini sangat berbahaya, karena Tuhan bisa saja berkata:"Bagi-Ku, jangankan menghalau air masuk ke dalam rumahmu, membelah laut saja Aku mampu. Tetapi kali ini, Aku ingin menunjukkan kasih-Ku kepadamu dengan cara yang berbeda, yakni dengan membiarkan air itu masuk ke dalam rumahmu.Tujuannya, Aku ingin kamu belajar berenang...karena Aku sudah mempersiapkan perkerjaan baru untukmu, dengan posisi dan gaji yang lebih tinggi...semuanya jauh lebih baik dari pekerjaanmu yang sekarang.
Namun dalam pekerjaan itu kamu harus bisa berenang. Maka inilah cara-Ku untuk melatihmu berenang agar kamu dapat sukses dalam pekerjaan barumu nanti."Maksudnya adalah jangan menjadi orang yang kaku dan tertutup. Buka pikiran dan Anda akan melihat begitu banyak kesempatan tersedia bagi Anda. Jangan pula tergoda untuk terburu-buru menilai ucapan atau tindakan seseorang berdasarkan asumsi, prasangka ataupun kejadian masa lalu.Lebih-lebih bila Anda sedang dalam keadaan emosi negatif. Percayalah apapun yang Anda katakan atau lakukan dalam keadaan emosi negatif pasti salah. Karena itu latih diri Anda untuk menjadi lebih tenang ketika menghadapi situasi apapun. Langkah awal untuk bisa memiliki ketenangan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui doa, karena dasar dari sikap positif adalah hati.Sukses untuk Anda!
Salam Sukses yang luaaaar biasa
sumber: www.eloy-zalukhu.com
Buka Pikiran Anda
Sampai di sini mudah-mudahan Anda merasa sudah tidak sabar untuk mendapatkan sejumlah kiat praktis tentang bagaimana membangun sikap positif. Namun saya minta maaf karena topik itu selengkapnya akan saya bahas pada artikel berikutnya. Untuk sementara, mulai saat ini, ketika menghadapi situasi apapun, latih diri Anda untuk memiliki pikiran yang "terbuka". Sebagai contoh, ketika hujan mulai mengguyur Jakarta, Anda berdoa: "Tuhan, kalau benar Engkau mengasihiku, maka halau banjir ini masuk ke dalam rumahku." Doa semacam itu adalah doa orang yang berpikiran tertutup.
Ia telah menentukan satu-satunya cara untuk Tuhan membuktikan kasihNya adalah dengan menghentikan air masuk ke dalam rumahnya. Sikap berpikir semacam ini sangat berbahaya, karena Tuhan bisa saja berkata:"Bagi-Ku, jangankan menghalau air masuk ke dalam rumahmu, membelah laut saja Aku mampu. Tetapi kali ini, Aku ingin menunjukkan kasih-Ku kepadamu dengan cara yang berbeda, yakni dengan membiarkan air itu masuk ke dalam rumahmu.Tujuannya, Aku ingin kamu belajar berenang...karena Aku sudah mempersiapkan perkerjaan baru untukmu, dengan posisi dan gaji yang lebih tinggi...semuanya jauh lebih baik dari pekerjaanmu yang sekarang.
Namun dalam pekerjaan itu kamu harus bisa berenang. Maka inilah cara-Ku untuk melatihmu berenang agar kamu dapat sukses dalam pekerjaan barumu nanti."Maksudnya adalah jangan menjadi orang yang kaku dan tertutup. Buka pikiran dan Anda akan melihat begitu banyak kesempatan tersedia bagi Anda. Jangan pula tergoda untuk terburu-buru menilai ucapan atau tindakan seseorang berdasarkan asumsi, prasangka ataupun kejadian masa lalu.Lebih-lebih bila Anda sedang dalam keadaan emosi negatif. Percayalah apapun yang Anda katakan atau lakukan dalam keadaan emosi negatif pasti salah. Karena itu latih diri Anda untuk menjadi lebih tenang ketika menghadapi situasi apapun. Langkah awal untuk bisa memiliki ketenangan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui doa, karena dasar dari sikap positif adalah hati.Sukses untuk Anda!
Salam Sukses yang luaaaar biasa
sumber: www.eloy-zalukhu.com
Wednesday, 5 November 2008
Matematika Berpikir Positif
Berpikir Positif atau Bahagia
Waktu aku memulai menulis blog ini aku bingung menentukan tema apakah blog ini bertemakan berpikir positif atau bertema bahagia. Kedua-duanya sangat bagus menurutku. Tapi setelah merenung sejenak aku memutuskan untuk memberikan tema bahagia dengan pertimbangan beberapa hal. Karena kebahagiaan merupakan impian setiap orang dan lebih mempunyai cakupan yang luas dibandingkan dengan berpikir positif. Dan salah satu kategori dalam blog ini adalah berpikir positif.
Ngomong soal berpikir positif, aku sering mendapat pertanyaan dari teman-teman baik ketika rapat di kantor ataupun sewaktu bersendagurau. Tapi justru karena tanyanya pas bergurau, aku sering berpikir bahwa itu pertanyaan yang harus di jawab, karena tidak jarang gurauan itu akan menjadi kenyataan, iya kan. Makanya kalau berguarau yang baik-baik aja biar bawah sadar memprogram yang baik-baik. Pertanyaan itu adalah bagaimana kita bisa berpikir positif pada saat kita sedang mengalami hal-hal yang negative dan bahkan sangat negative dan membebani hidup kita?
Berpikir menurutku adalah seperti sudut pandang. Kalau anda disuruh memilih setengah mati atau setengah hidup anda akan memilih yang mana? Beberapa orang akan memilih setengah hidup dan beberapa orang yang lain akan memilih setengah mati. Atau bahkan ada yang tidak memilih karena dianggap sama. Tapi apakah benar-benar sama kedua hal tersebut?
Menurutku, kedua hal itu berbeda walaupun tampak serupa. Secara matematis saja berbeda . coba anda hitung setengah hidup ditambah setengah hidup jadi berapa? Hidup kan. Tapi kalau setengah mati ditambah setengah mati jadi berapa? Mati kan? Jadi berbeda kan?. Maka dari itu orang yang berpikir positif akan memilih setengah hidup karena setengah hidup artinya harapan untuk hidup masih ada Bandingkan dengan orang yang memilih setengah mati. Orang yang memilih setengah mati berarti harapannya setengah sudah mati dan tinggal setengah lagi akan mati. Inilah bedanya.
Orang yang mempunyai sudut pandang yang positif terhadap apapun yang terjadi pada dirinya, akan mempunyai semangat yang lebih kuat untuk bangkit dari kegagalan ataupun kesedihan yang sedang dia alami. Karena dia yakin bahwa dirinya akan mencapai keadaan lebih baik. Sedangkan orang yang berpikir negative terhadap apapun yang terjadi pada dirinya, pasti akan mengalami depresi dan tekanan mental yang luar biasa dalam hidupnya karena yang dilakukannya tidak pernah berarti baik bagi dirinya. Sudut pandangnya sudah terlanjur negative terhadap segala hal. Bisa jadi hidupnya selalu dirundung kesedihan dan kemalangan walaupun sebenarnya telah banyak kebaikan dan kebahagiaan yang dia terima. Namun dia tidak mampu merasakan nikmatnya. Yang ada hanya mengeluh dan mengeluh tiada akhir. Tidak sedetikpun dia mampu merasakan syukur terhadap nikmat yang telah dia terima.
Lantas bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?
Sebaiknya kita tetap berpikir positif terhadap semua hal termasuk cita-cita kita dan jangan ragu sedikitpun bahwa itu akan tercapai. Serta selalu bersyukur terhadap hal-hal kecil yang telah membuat kita bahagia. Kesuksesan yang besar kadang dimulai dari kesuksesan yang kecil tapi berlangsung terus menerus. Tetaplah berpikir positif dan raih kesuksesan bersamanya.
Salam sukses dan semangat yang Luaaaaar Biasa
Waktu aku memulai menulis blog ini aku bingung menentukan tema apakah blog ini bertemakan berpikir positif atau bertema bahagia. Kedua-duanya sangat bagus menurutku. Tapi setelah merenung sejenak aku memutuskan untuk memberikan tema bahagia dengan pertimbangan beberapa hal. Karena kebahagiaan merupakan impian setiap orang dan lebih mempunyai cakupan yang luas dibandingkan dengan berpikir positif. Dan salah satu kategori dalam blog ini adalah berpikir positif.
Ngomong soal berpikir positif, aku sering mendapat pertanyaan dari teman-teman baik ketika rapat di kantor ataupun sewaktu bersendagurau. Tapi justru karena tanyanya pas bergurau, aku sering berpikir bahwa itu pertanyaan yang harus di jawab, karena tidak jarang gurauan itu akan menjadi kenyataan, iya kan. Makanya kalau berguarau yang baik-baik aja biar bawah sadar memprogram yang baik-baik. Pertanyaan itu adalah bagaimana kita bisa berpikir positif pada saat kita sedang mengalami hal-hal yang negative dan bahkan sangat negative dan membebani hidup kita?
Berpikir menurutku adalah seperti sudut pandang. Kalau anda disuruh memilih setengah mati atau setengah hidup anda akan memilih yang mana? Beberapa orang akan memilih setengah hidup dan beberapa orang yang lain akan memilih setengah mati. Atau bahkan ada yang tidak memilih karena dianggap sama. Tapi apakah benar-benar sama kedua hal tersebut?
Menurutku, kedua hal itu berbeda walaupun tampak serupa. Secara matematis saja berbeda . coba anda hitung setengah hidup ditambah setengah hidup jadi berapa? Hidup kan. Tapi kalau setengah mati ditambah setengah mati jadi berapa? Mati kan? Jadi berbeda kan?. Maka dari itu orang yang berpikir positif akan memilih setengah hidup karena setengah hidup artinya harapan untuk hidup masih ada Bandingkan dengan orang yang memilih setengah mati. Orang yang memilih setengah mati berarti harapannya setengah sudah mati dan tinggal setengah lagi akan mati. Inilah bedanya.
Orang yang mempunyai sudut pandang yang positif terhadap apapun yang terjadi pada dirinya, akan mempunyai semangat yang lebih kuat untuk bangkit dari kegagalan ataupun kesedihan yang sedang dia alami. Karena dia yakin bahwa dirinya akan mencapai keadaan lebih baik. Sedangkan orang yang berpikir negative terhadap apapun yang terjadi pada dirinya, pasti akan mengalami depresi dan tekanan mental yang luar biasa dalam hidupnya karena yang dilakukannya tidak pernah berarti baik bagi dirinya. Sudut pandangnya sudah terlanjur negative terhadap segala hal. Bisa jadi hidupnya selalu dirundung kesedihan dan kemalangan walaupun sebenarnya telah banyak kebaikan dan kebahagiaan yang dia terima. Namun dia tidak mampu merasakan nikmatnya. Yang ada hanya mengeluh dan mengeluh tiada akhir. Tidak sedetikpun dia mampu merasakan syukur terhadap nikmat yang telah dia terima.
Lantas bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?
Sebaiknya kita tetap berpikir positif terhadap semua hal termasuk cita-cita kita dan jangan ragu sedikitpun bahwa itu akan tercapai. Serta selalu bersyukur terhadap hal-hal kecil yang telah membuat kita bahagia. Kesuksesan yang besar kadang dimulai dari kesuksesan yang kecil tapi berlangsung terus menerus. Tetaplah berpikir positif dan raih kesuksesan bersamanya.
Salam sukses dan semangat yang Luaaaaar Biasa
Friday, 17 October 2008
Jangan Remehkan Pikiranmu

Oleh: Didik Sugiarto
Sewaktu aku masih di purwokerto dulu, tempat yang banyak ‘inyong’nya(inyong artinya saya)...jadi kalau orang purwokerto bilang nama saya....nama inyong..., aku sering melewati jalan tepat dipinggir sungai di daerah rawalo. Waktu itu aku begitu kagum pada keindahan jalan dipinggir sungai itu dan aku sering bercanda dengan istriku, “wah ini seperti di pinggir pantai California aja pemandangannya”.
Jalan yang memanjang sepanjang sungai yang luas hingga layaknya dipinggir pantai itu memang menarik perhatianku setiap aku melewatinya baik mau ngantar istriku kerja di rawalo atau sewaktu aku mau pergi ke cilacap. Benar-benar pemandangan yang menakjubkan waktu itu.
Namun ketika aku pindah ke Singaraja – Bali, ternyata jalan yang ada di pinggir pantai begitu banyak dan melebihi apa yang kubayangkan selama ini. Semua hampir diliputi pantai dan selalu ada jalan tepat dipinggirnya. Bahkan tepat di belakang rumah adalah pantai juga. Suatu pemandangan yang sangat indah dan hanya didapatkan di Bali. Tak heran jika setiap tahun turis asing maupun domestik selalu membanjiri Bali dan sekitarnya. Sungguh mungkin melebihi pemandangan di California pikirku. Maklum belum pernah ke sana sih. Tapi aku yakin suatu saat nanti ke California bukanlah sekedar impian tapi suatu kenyataan. Ingat , ”Jangan ragukan pikiran mu karena suatu saat akan menjadi kenyataan”.
Belum lagi pemandangan yang indah di danau bedugul, yaitu ketika perjalanan dari singaraja ke denpasar. Jalan yang berkelok-kelok naik dan turun tapi dikelilingi dengan pemandangan yang sangat indah. Kadang kita merasa berada di negeri di atas awan. Karena awan berada di bawah kita sungguh luar biasa pemandangan tersebut.
Sebelum pindah ke singaraja saya sering bercanda dengan istri saya, bahwa suatu saat kita akan berlibur ke bali. Asal tahu aja sebelum ini saya belum pernah ke bali. Bahkan tidak jarang saya bergurau dengan adik ipar saya yang ke betulan sudah kerja di singaraja, bahwa nati kalau mutasi saya akan ke singaraja. Adik saya heran dan bertanya apa bisa mutasi minta dimana tempatnya. Waktu itu aku jawab dengan kelakar ya bisa minta tetapi mintanya langsung kepada yang Maha Memutasikan yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Sungguh semua itu berawal dari pikiran kita. Jangan sekali-kali meremehkan pikiran kita!........
Kadang apa-apa yang kita anggap mustahil belum tentu itu tidak akan terjadi. Bahkan bisa terjadi melebihi apa yang kita pikirkan. Percayalah bahwa apa yang kita pikirkan suatu saat akan menjadi kenyataan. Ingat jangan pernah meremehkan pikiran mu!...
Di sebuah bagian video the Secret disebutkan : jika kita mengalami hal yang tidak bagus (not feeling good), jangan menulisnya (do not write), jangan mengatakannya (do not talk about it). Sebaliknya, kalau kita mengalami sesuatu yang membuat bahagia (feeling good), kita mesti berbagi dan menyebarkannya. Karena itu akan menginspirasi orang lain untuk bisa merasa bahagia juga dan tentu membuat kita makin bahagia. Ingat hukum “semakin banyak memberi, semakin banyak menerima.
Semoga tulisan ini menginspirasikan kita semua, untuk selalu menulis setiap kebahagiaan yang kita terima.
Salam Sukses dan bahagia yang Luaaaaar Biasa....
Thursday, 16 October 2008
Hati-hati Dengan Pikiran Anda

Hati-hati Dengan Pikiran Anda
Oleh : Victor Asih Diambil dari web site www.sang pembelajar.com
Jangan sembarangan berpikir. Karena apa yang anda pikirkan akan menjadi kenyataan! What you think is what you are! Simak berbagai fakta dan kisah nyata berikut ini...
Duapuluh tahun yang lalu... Di tengah panas terik matahari yang begitu menyengat, seorang remaja berseragam SMA Negeri dengan penuh peluh bergegas pulang sekolah berjalan kaki menuju rumahnya. Sebuah rumah kontrakan kecil yang didiami bersama keluarga, berdinding setengah tembok dan setengah anyaman bambu. Sejak kecil sampai masa remaja dia adalah anak yang pemalu, sering merasa minder, dan rendah diri bila bergaul dengan teman-teman sekolahnya.
Berbagai keterbatasan ekonomi keluarga sering kali menjadi kendala dalam hidupnya. Belum lagi, tekanan mental karena sejak kecil hidup di keluarga yang broken home. “Cita-cita saya setelah lulus SMA hanya ingin bisa menjadi instruktur kursus komputer di sebuah lembaga kursus, karena memang tidak ada biaya untuk kuliah di universitas”, jawabnya kepada teman yang menanyakan akan melanjutkan ke mana setelah lulus. “Saya sebenarnya sangat ingin sekali bisa kuliah.
Tapi memang inilah nasib saya, tidak punya kesempatan kuliah”, katanya. Tetapi dalam pikirannya dia selalu membayangkan, ”Andai saja saya punya kesempatan untuk kuliah, menjadi sarjana, bahkan master di bidang program komputer. Ah, betapa bahagianya”. Karena memang kegemarannya sejak SMA adalah membuat program komputer.Lima belas tahun kemudian... Dia bukan hanya telah menjadi sarjana di bidang komputer yang mencetak sejarah di sebuah universitas negeri ternama sebagai lulusan cum laude pertama di bidangnya.
Dia juga menyandang gelar magister teknik informatika bidang software engineering (rekayasa program komputer) dari institut teknologi paling terkemuka di negeri ini. Bahkan profesi yang digelutinya adalah sebagai software engineer sesuai dengan kegemarannya. Apa yang dibayangkannya lima belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Delapan belas tahun yang lalu...Seorang mahasiswa hampir setiap hari datang ke IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) untuk membuat sebuah program untuk komputer mainframe yang baru dibeli IPTN. Dia melakukannya dalam rangka kerja praktik. Hampir setiap hari dia mengamati helicopter yang baru selesai diproduksi. Dia membayangkan, ”Alangkah menyenangkan bila dia bisa terbang menggunakan helicopter melihat pemandangan dari atas langit”. Tetapi tentunya tidak mungkin. Naik pesawat terbang saja belum pernah, karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiketnya.
Siapa yang mau memberi kesempatan naik helicopter ?Lima belas tahun kemudian... Dia tersadar, sedang duduk di kursi co-pilot sebuah helicopter yang sedang terbang di atas wilayah Goldcoast, Australia, yang terkenal dengan pantainya yang indah. Pemandangan indah pantai Goldcoast yang sangat luas dengan pasir putihnya terlihat berbeda dari atas helicopter. Apa yang dibayangkannya lima belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Dua puluh dua tahun yang lalu...Seorang remaja sedang membaca buku sejarah tentang tentang Mesir. Dia sangat tertarik dengan keberadaan mumi dan misteri piramid.
Dia juga membayangkan bagaimana seandainya dia mengamati secara langsung mumi tersebut dan melihat langsung seberapa besar bangunan piramid di Mesir. Tetapi kesempatan itu sepertinya tidak mungkin ada.Tujuh belas tahun kemudian... Dia terlihat berada di sebuah ruang musium bersama dengan belasan mumi raja-raja Mesir kuno, setelah sebelumnya mengunjungi tiga buah piramid di Giza, dekat kota Cairo, di Mesir. Cukup menyeramkan, berada di sebuah ruangan dingin yang hanya memiliki lampu remang-remang bersama mayat-mayat raja mesir kuno yang telah dibalsem dalam bentuk mumi. Dia mencoba memandang dalam jarak yang sangat dekat, kurang dari setengah meter, mengamati dengan seksama wajah sebuah mumi yang telah berusia ribuan tahun. Memang menyeramkan, apalagi saat terlintas ingatan adegan seram dalam film horor tentang mumi yang hidup kembali. Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau pada suatu saat dia akan berhadapan dalam jarak dekat dengan mumi betulan.
The real mummy. Bukan hanya satu, bahkan belasan mumi sekaligus. Apa yang dibayangkannya tujuh belas belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Enam belas tahun yang lalu...Seorang mahasiswa membaca sebuah majalah bisnis yang membahas artikel tentang sekolah MBA. Dia memperhatikan kolom peringkat 10 sekolah MBA terbaik saat itu. Dia sangat tertarik untuk dapat melanjutkan kuliah ke program MBA setelah lulus nanti. Tetapi, rasanya tidak mungkin. Uang dari mana ? Pembayaran SPP kuliah saat ini saja sudah menunggak beberapa semester karena tidak ada uang. “Ngaco kamu! Cuma mimpi! Lulus saja belum”, timpal salah satu sahabat kuliahnya pada saat itu. Tetapi di dalam pikirannya dia tetap membayangkan bilamana hal itu dapat terjadi, walau pun belum tahu harus bagaimana mewujudkannya.
Tiga tahun kemudian... Dia telah menyelesaikan program MBA di salah satu sekolah MBA, yang tercantum pada kolom peringkat 10 sekolah MBA terbaik yang pernah dibacanya. Sampai kini, sahabatnya itu masih belum bisa percaya mengapa hal itu bisa terjadi. “Lho, kok bisa ?”, katanya.Tujuh tahun yang lalu...Seorang profesional membaca sebuah sebuah iklan mengenai kapal pesiar Starcruise di luar negeri yang menampilkan berbagai fasilitas mewah di dalam kapal pesiar tersebut. Dia hanya membayangkan bersama keluarganya sedang menikmati berbagai fasilitas kapal pesiar mewah tersebut. Tetapi rasanya tidak mungkin dapat terwujud, karena dibutuhkan uang yang cukup banyak bila pergi bersama seluruh keluarga. Waktu panjang untuk berlibur pun tidak ada mengingat berbagai kesibukan yang harus dijalaninya.
Tiga tahun kemudian... Dia terlihat sedang menikmati pemandangan laut lepas sambil sarapan pagi di salah satu restoran di kapal pesiar mewah tersebut bersama istri dan ke dua putri kecilnya. Sudah tiga hari mereka tinggal di kapal pesiar mewah tersebut menikmati berbagai fasilitas di dalamnya. Mereka “terpaksa” pergi ke luar negeri berlibur menggunakan kapal pesiar mewah Starcruise karena mendapatkan liburan gratis sekeluarga dengan kapal pesiar tersebut. Apa yang dibayangkannya tujuh belas belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Enam bulan yang lalu... Seorang profesional menemukan serta membaca artikel-artikel motivasi di website internet pembelajar.com dan andriewongso.com. Dia berpikir, “Alangkah senangnya jika saya menjadi penulis artikel di website tersebut. Foto saya bisa terpasang di sana dan tulisan saya dibaca banyak orang.” Tetapi, saat itu dia belum pernah belajar menulis artikel sama sekali. “Ah, pasti sulit. Tetapi saya ingin menulis artikel”, pikirnya.
Lima bulan kemudian... Dia sedang menulis artikel yang sedang anda baca ini.Dan sejak lima bulan yang lalu artikel-artikel motivasinya telah menyebar di berbagai website internet serta majalah dan telah dibaca oleh ribuan orang. Bahkan dia telah menjadi penulis buku unik inspirasi dan motivasi berjudul “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit” yang sensasional, setelah peluncuran bukunya pada tanggal 08-08-08 banyak dibedah di berbagai universitas dan menjadi materi talkshow di banyak radio. Apa yang dibayangkannya enam bulan yang lalu menjadi kenyataan!Dari berbagai kisah nyata yang saya alami sendiri, yang beberapa diantaranya saya ceritakan tadi, saya berkesimpulan bahwa saya harus berhati-hati bila membayangkan sesuatu dalam pikiran. Apa yang saya pikirkan atau saya bayangkan dalam pikiran dapat menjadi kenyataan. Mungkin dapat terjadi belasan tahun kemudian, atau beberapa tahun kemudian, bahkan dapat terjadi beberapa bulan kemudian. Masa depan tergantung pada pikiran kita saat ini.
Masa kini tergantung pada pikiran kita di masa lalu. Maka, jangan pikirkan hal yang negatif atau merusak, karena hal itu akan dapat terjadi di masa mendatang. Pikirkanlah segala hal yang baik dan positif. Beranilah bermimpi besar, walau pun anda belum tahu bagaimana caranya mewujudkan impian itu. Semua akan terjadi jika anda percaya bahwa itu pasti akan terjadi dalam kehidupan anda di masa mendatang.Jika anda PERCAYA akan hal ini, berarti anda telah merancang masa depan anda penuh dengan kesuksesan dan kegemilangan. Anda akan terbawa “terbang ke langit kesuksesan” dan akan meraih berbagai impian yang digantung “setinggi langit”.
[Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor, Entrepreneur, Inspirator, Motivator, Software Engineer & Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”]
Penulis bisa dihubungi melalui email : victorasih@yahoo.co.id atau website www.usbschool.com atau blog usbschool.blogspot.com
Wednesday, 15 October 2008
kehebatan berpikir positif

Apa yang kita fokuskan itulah yang akan terjadi. Kalau kita fokus kepada hal-hal yang positif dari diri kita sendiri tentu positiflah yang akan terjadi. Namun bila kita fokus kepada hal-hal yang negatif dari diri kita, negatiflah yang akan terjadi.
Cobalah untuk fokus pada kebahagiaan anda, kelimpahan, kesehatan, kecukupan, kedamaian, yang anda rasakan sekarang, pasti yang akan terjadi adalah semua hal positif tersebut akan berlipat ganda dalam hidup anda.
Namun bila anda hanya fokus pada kesedihan anda, kesepian anda, kekurangan anda, masalah anda, dan semua penderitaan anda yang tidak anda inginkan, waah berbahaya nih, maka yang terjadi adalah semua hal negatif itu akan bertambah di dalam diri anda.
Alangkah baiknya bila anda sedang mengalami kesedihan atau kurang bersemangat, coba fokuskanlah perhatian anda kepada hal-hal positif yang ada dalam diri anda seperti keceriaan, kebahagiaan, kelimpahan, dan semua hal yang patut anda syukuri. Saya yakin kesedihan itu akan menghilang dengan sendirinya.
Cerita berikut akan menggambarkan hal tersebut diatas.
Cerita ini bermula dari seorang anak yang bertanya kepada ibunya, kenapa kakeknya kok hanya duduk-duduk saja di kursi goyang. Anak ini bertanya kepada Ibunya “Mama, kakek itu kenapa sih? ”Mamanya berpikir sejenak lalu berkata, “Kamu lihat kakek kamu lagi duduk di kursi goyangnya? Dia lagi sakit sekujur tubuhnya. Coba tanyakan bagaimana sakitnya ”Anak ini pun segera berlari ke kakek dan menanyakan yang seperti yang diarahkan ibunya. Dengan wajah penuh kesakitan, kakeknya menjelaskan, “Waduh, semua otot kakek sakit. Dari kaki sampai atas. Semuanya sakit!” Anak ini segera berlari kembali ke mamanya dan melaporkan kondisi menyedihkan kakeknya, lalu menagih janji penjelasan mengenai kakeknya.
Mamanya tersenyum kemudian berkata, “Kakek kamu itu seorang pejuang perang yang tangguh. Pasukannya dulu pernah mengalahkan sebuah pasukan Belanda dalam sebuah pertempuran. Sekarang, coba kamu ke sana dan tanyakan ceritanya!” Anak itu berlari ke kakeknya dan menanyakan mengenai pengalaman kakeknya tersebut. Sekonyong-konyong air muka kakeknya berubah, dan dengan bersemangat dia menjelaskan “Oh, itu luar biasa, cucuku. Mari kakek ceritakan, waktu itu …….dst…” Kakeknya menceritakan dengan sangat antusias. Anak ini kembali ke mamanya untuk menceritakan kondisi fisiologi kakeknya yang berubah total! Mamanya lalu berkata, “Nah, anakku, itulah kakekmu. Dengan kata-kata atau pertanyaan yang tepat, kamu telah menolong kakek kamu melihat dan merasa lebih baik”
Demikianlah dengan cara pandang yang tepat disetiap kesempatan, kita akan selalu melihat kebahagiaan, semangat dan antusias dalam segala hal.
Salam Sukses dan semangat yang luaaaaar biasa!.....
Wednesday, 8 October 2008
Mudik Dari Bali Sampai Yogya
Wah baru kali ini aku merasakan nikmatnya mudik. Walaupun di pikir jauh dan berat tapi nyatanya aku mampu melewatinya. Aku bersyukur selama mudik dari singaraja sampai yogya tidak pernah ada masalah yang berarti. Anakku Zidan juga kayaknya menikmati nuansa mudik kali ini. Dia begitu enjoy selama perjalanan dan tidak rewel. Pokoknya rasanya seperti petualangan baru dalam hidup ini.
Perjalanan kali ini memang agak panjang. Berangkat dari bali jam 5 pagi Waktu Indonesia Timur, sampai di Kediri jam 21.30 WIB. Hampir 14 jam perjalanan kita melakukan perjalanan. Namun sebelum perjalanan aku selalu berpikir positif bahwa perjalanan mudik kali ini akan saya nikmati dengan gembira dan penuh semangat. Baru setelah istirahat 3 hari di kediri (tempat kakek zidan) kita terus berangkat ke yogya tepat setelah sholat ied.
Sempat Salah jalur ketika aku masuk jalur dari pasuruan menuju ke mojokerto memang tak terlihat tanda jalan, sehingga sempat aku masuk jalur yang salah. Namun kemudian aku tanya ke seseorang yang kebetulan ada dan dikasih tahu harus balik dan ambil jalan yang ke kanan ke arah mojokerto. Kejadian salah jalur itu juga terulang ketika balik ke bali melewati jalur gempol. Pas melewati jalan Tol Surabaya Pasuruan tidak terlihat tanda jalan yang menuju ke pasuruan. Di situ cuman tertulis arah surabaya/ gempol lewat jalan tol, sedangkan arah yang satunya ke malang. Akhirnya aku pilih yang arah malang dengan asumsi nanti ada tanda ke arah pasuruan. Eh ternyata pilihanku salah. Untung belum begitu jauh sehingga aku bisa cepat balik arah. Yah itulah masalah mudik
Hikmah Berpikir positif
Dalam pikiran bawah sadarku aku program bahwa semua hal-hal positif akan selalu aku alami di perjalanan nanti. Seperti jalanan tidak macet alias lancar, penyebarangan yang mudah, mobil tidak ada masalah, dan kondisi fisik yang tetap sehat sampai balik lagi ke Bali. Sungguh luar biasa, semua berjalan sesuai dengan harapan ku. Aku bersyukur pada Tuhan atas semua kemudahan yang aku terima selama mudik lebaran kali ini. Bukankah kalau kita bersyukur maka nikmat yang di terima akan bertambah?
Kalau setiap hari kita mampu memprogram alam bawah sadar kita bahwa kita akan selalu sukses dan mengalami hal-hal yang membahagiakan, saya yakin suatu kita akan selalu sukses dan bahagia. Berpikirlah positif apapun kondisi anda , pasti anda akan sukses.
Salam Sukses Yang Luaaaaaaar Biasaa
Wednesday, 24 September 2008
OJO RUMONGSO BISO NING BISOHO RUMONGSO

OJO RUMONGSO BISO NING BISOHO RUMONGSO
(Pepatah jawa)
Ketika pertama kali saya mendengar kalimat itu, begitu asing dan tidak tahu apa maksudnya. Namun kok kedengarannya enak ya, akhirnya saya hanya menghafalkannya sampai sekarang.
Ketika itu penulis memang suka hal-hal yang berbau mistik. Namun lambat laun penulis mulai berpikir rasional dan mengurangi hal-hal yang mistik tersebut.
Belakangan makin maraknya diskusi tentang positif thinking ataupun positif feeling dan kuantum ikhlas, saya mulai mencoba menghubungkannya dengan kalimat tersebut di atas. Bagi orang jawa kalimat itu mungkin sudah tak asing lagi artinya. Namun begitu, saya yakin tidak semua orang jawa tahu akan maksud yang terkandung di dalamnya.
“OJO RUMONGSO BISO NING BISOHO RUMONGSO” kurang lebih artinya adalah “jangan merasa bisa tapi bisakah engkau merasa”. Yang dimaksud merasa di sini adalah olah rasa. Bagaimana kita bisa mengolah rasa kita sedemikian rupa sehingga menjadi rasa yang sejati, yaitu rasa yang positif atau dalam bahasa sekarang positif feeling. Rasa itu begitu kuat dan seakan-akan tidak ada keraguan sedikitpun terhadapnya.
Bagaimana mencapai “Rasa” itu? Salah satu syaratnya adalah kita selalu mensyukuri nikmat yang kita peroleh setiap saat dan menjalani hidup dengan penuh keikhlasan. Tanpa itu semua saya yakin positif feeling nggak akan tercapai.cobalah anda terapkan setiap anda bangun tidur buatlah daftar tentang hal-hal yang dapat anda syukuri saat itu. Dan rasakanlah anda benar-benar mensyukurinya dengan sepenuh hati. Setelah anda merasakan perasaan syukur yang mendalam itu, bangunlah dan ucapkan terima kasih kepada Tuhan atas semua nikmat yang telah anda rasakan.
Apa akibatnya kalau kita selalu mensyukuri nikmat-Nya? Tentu saja kita akan lebih dekat dengan Tuhan Yang Pemberi nikmat. Semakin dekat dengan Tuhan tentu saja hati kita semakin tenang. Hati yang tenang membuat pikiran kita menjadi tajam. Dengan begitu semangat menjadi berkobar laksana api yang membara. Semangat itulah yang menentukan tingkat keberhasilan kita untuk mencapai sukses.
Keraguan, kecemasan, ketakutan adalah halangan yang harus dilalui untuk mencapai sukses. Semua itu dibuat oleh pikiran yang belum matang. Pikiran yang masih was-was akan membuat kita takut bertindak dan takut melangkah. Tenangkanlah pikiran anda dan dengarkan hati nurani anda. Rasakan bahwa anda sukses dan bersemangat setiap hari sebelum berangkat ke kantor. Saya yakin anda pasti akan mencapai sukses yang luar biasa. Salam sukses.
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Didik sugiarto
- Halo sobat...nama saya Didik Sugiarto.....Saya bukanlah blogger profesional....hanya sekedar hobi ngeblog dan juga belajar cara mencari uang dengan blog.....adsense, amazon, clickbank dll.......semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua.