Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Monday, 28 March 2011

Ternyata Presiden Soekarno pernah bertemu dengan Liz Taylor...

Dapat artikel menarik nih tentang kisah Presiden Soekarno bertemu dengan Liz Taylor ketika syuting film Cleopatra di Roma. Lebih lanjut tentang pertemuan Presiden RI Pertama dengan Liz Taylor simak artikel berikut yang saya kutip dari kolomkita.detik.com berikut ini:



Sukarno pernah mengunjungi Elizabeth Taylor di Roma Italia? Untuk menyusun tulisan, saya perlu data dari sumber yang layak dipercaya, untuk menguatkan tulisan saya. Saya mencoba mencari berita dalam bahasa Indonesia di Google, tentang pertemuan Sukarno dengan Elizabeth Taylor. Tapi tidak saya temukan.

Padahal dulu saya pernah mendengar kalau pertemuan itu memang ada. Tapi pernyataan itu mesti didukung bukti. Syukurlah, akhirnya data itu saya temukan, walau bukan berita bahasa Indonesia. Info itu adalah foto pertemuan Sukarno dengan Elizabeth Taylor tanggal 11 Maret 1961, disertai keterangan singkat:

“Visiting Indonesian President Sukarno, right, talks to British actress Elizabeth 'Liz' Taylor and film producer Walter Wagner at the set at the Cinecitta studios in Rome, Italy, November 1961, where Joseph L. Mankiewicz's film 'Cleopatra' is produced at the moment. Mrs. Taylor plays the role of Cleopatra and Mr. Burton is acting her lover Antony.” (sumber: ontheredcarpet.com)



Foto: ontheredcarpet.com

Elizabeth Taylor, aktris asal Inggris baru tutup usia 23 Maret 2011 di Los Angeles, dalam usia 79 tahun. Bulan November 50 tahun lalu, Liz dikunjungi Sukarno langsung di lokasi shooting di Roma, saat pembuatan film Cleopatra. Saat dikunjungi Sukarno, Liz tampak mengenakan kostum dan berdandan ala Cleopatra.

Tak heran jika Bung Karno menyempatkan melihat lokasi shooting film ini. Bukan saja karena Bung Karno mengagumi pesona Elizabeth Taylor. Tapi memang sejak tahun 1959, berita rencana pembuatan film “Cleopatra” sudah sering menghiasi koran. Sebelumnya memang sudah ada beberapa film tentang Cleopatra, tapi belum semegah film Cleopatra versi Liz Taylor. Ketika itu, film Cleopatra yang lokasinya pembuatannya dikunjung Bung Karno, disebut sebagai film kolosal pertama yang termahal sejagat.

Elizabeth Taylor sendiri “shock” saat teken kontrak film ini. Bagaimana tidak? Ketika menandatangani kontrak film itu, ia adalah aktris pertama dengan bayaran tertinggi di dunia, yaitu satu juta US dollar. Dengan tumpukan kalung mutiara di lehernya, kejelitaannya tampak makin berseri-seri, ketika tangannya yang bersarung tangan warna gelap menorehkan tanda tangan kontrak film itu. Peredaran filmnya dimulai tahun 1963. Film ini kemudian membuat Liz Taylor dijuluki “million dollar actress”.

Bagaimana kenyataan tentang Cleopatra sendiri yang selama ini digambarkan begitu jelita melalui akting si cantik Elizabeth Taylor? Setelah pembuatan film Cleopatra, yang paling banyak dikritik orang adalah penggambaran berlebihan tentang daya tarik Cleopatra. Jika Anda meng-klik Google, banyak tulisan dalam bahasa asing yang membahas bahwa Ratu dari Mesir itu tidak secantik seperti yang digambarkan melalui kejelitaan Elizabeth Taylor.




Foto: Katz Pictures

Kalau begitu, bagaimana sebetulnya wajah asli Cleopatra sehingga membuat dua penguasa Roma yaitu Julius Caesar dan Markus Antonius (Mark Anthony) terlibat asmara dengannya?

Ada beberapa ratu dari Mesir bernama Cleopatra. Namun hanya satu yang dikenal. Yaitu Cleopatra sang ratu Mesir berdarah Yunani-Macedonia. Nama ratu ini adalah Cleopatra VII Philopator, lahir di Alexandria, hidup sekitar Januari 69 SM – 12 Agustus 30 SM (Wikipedia).

Citra Cleopatra selalu digambarkan sebagai wanita penggoda. Femme Fatale, begitu dunia menyebutnya. Orang biasanya beranggapan bahwa wanita penggoda biasanya cantik. Terlebih jika citra wanita penggoda itu dibentuk oleh lelaki. Contohnya William Shakespeare yang menggambarkan pesona Cleopatra dalam karyanya Antony and Cleopatra (1609).

Belakangan, ada penemuan baru yang meragukan citra Cleopatra selama ini. Para ahli memperkirakan wajah asli Cleopatra adalah seperti yang tergambar dalam uang logam brons. Koin yang disebut bergambar wajah Cleopatra itu dipamerkan untuk publik pertama kali tahun 2007 di Newcastle University's Sefton Museum. Para ahli arkeolog menyalahkan Hollywood yang sudah membentuk citra berlebihan dari Cleopatra, yaitu “wanita penggoda dengan daya tarik memesona”. Menurut para ahli, wajah Cleopatra ternyata seperti di koin di bawah ini, yang menurut mereka sulit untuk disebut cantik.



Foto: NRC Handelsblad

Para arkeolog memandang soal Cleopatra dari sudut sejarah, yang harus berpegang pada fakta. Masalahnya apakah memang betul fakta bahwa wajah Cleopatra seperti di koin itu? Tak ada yang tahu. Apakah seniman Mesir yang berabad-abad lalu mengukir wajah Cleopatra di koin itu sudah persis menggambarkan wajah ratunya? Jelek atau cantik? Tak ada yang bisa memastikan.

Apakah ukuran kecantikan ribuan tahun lalu sama dengan ukuran kecantikan jaman modern ini? Tiap jaman punya ukuran kecantikannya sendiri. Misalnya, kecantikan masa kini menganggap bahwa wanita langsing itu menarik. Tapi ada suatu jaman, yang menganggap wanita cantik itu adalah wanita gemuk. Begitu juga soal daya tarik wajah. Cleopatra hidup ribuan tahun lalu. Sehingga sulit menentukan bahwa ukuran “daya tarik” ribuan tahun lalu, sama dengan standar “daya tarik” masa kini.

Sementara itu industri film tentu perlu “beauty”, tidak saja karena pertimbangan artistik dan estetis. Tapi yang namanya industri tentu juga memperhitungkan segi komersialisme, agar produknya terjual laris. Dan kecantikan Elizabeth Taylor, yang menjadi ukuran kecantikan “masa kini”, memang sangat menjual. Bahkan pembuatan film itu (sekaligus kecantikan Liz Taylor) sampai mengundang rasa penasaran Sukarno sehingga datang berkunjung.

Daya tarik Sukarno dan daya tarik Elizabeth Taylor, sudah luas dikenal. Bagaimana dengan Cleopatra? Saya mengambil sebuah buku koleksi saya. Judulnya “Feiten die De Geschiedenis Veranderen” (Fakta-Fakta yang Mengubah Sejarah). Di buku ini diceritakan lengkap tragedi hidup Cleopatra, termasuk kisah cintanya dengan Julius Caesar dan Marc Antony (orang Roma menyebut Markus Antonius).

Namun saya hanya ingin mengutip kalimat Plutarchus, penulis esai dari Yunani. Konon ia kenal dengan salah seorang cucu pekerja istana Ratu Mesir itu. Plutarchus menulis tentang Cleopatra satu abad setelah kematian sang ratu. Saya menangkap kesan “karismatis” melalui deskripsi Plutarchus tentang Cleopatra, yaitu “...caranya bercakap-cakap begitu memikat. Ada sesuatu padanya, sikap dan ucapannya, yang sulit dijelaskan, namun mampu membuat orang seakan tersihir”.

Sukarno, Elizabeth Taylor, dan Cleopatra termasuk sebagian dari sekian orang yang dikarunia daya tarik. Namun pada batas tertentu, daya tarik bukanlah segalanya. Daya tarik Elizabeth Taylor tak mampu membuatnya memperoleh kesetiaan cinta dari para lelaki yang dicintainya.

Daya tarik Cleopatra tak membuatnya merasa nyaman dengan hidupnya. Ketika suaminya Marc Antony bunuh diri, Cleopatra juga ikut bunuh diri. Sengaja dimasukkannya tangannya ke keranjang berisi ular. Gigitan ular itu dengan cepat meracuni darahnya dan mengakhiri hidupnya...



Foto: Meninggalnya Cleopatra, painting by Reginald Arthur

Daya tarik Sukarno seakan tak berarti, ketika ia akhirnya terjungkal dari kekuasaannya. Namun ia masih mampu mawas diri. Dalam biografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, Sukarno mengenang tentang cerita yang dibacanya ketika umurnya 13 tahun. Cerita itu berjudul “Si Tukang Kebun”. Ketika itu ia belum mengerti maknanya.

Makna cerita itu kemudian membuat Sukarno mahfum, “...daun-daun kayu yang coklat dan kering harus jatuh dan memberikan tempatnya kepada pucuk yang hijau dan baru. Dua puluh tahun kemudian barulah aku mengerti”.


Walentina Waluyanti – Nederland

Sunday, 6 February 2011

Benarkah suku Aborigin adalah Astronom pertama di bumi...?



Ilmu astronomi ternyata sudah berkembang cukup lama dalam peradaban manusia. Terbukti dengan banyaknya peninggalan prasejarah yang mengaitkannya dengan ilmu astronomi. KAli ini peninggalan sejarah yang berkaitan dengan astronomi ditemukan di australia. Di sinyalir suku tertua di Australia tersebut telah memakai hitungan astronomi dalam kehidupannya untuk mengetahui peredaran matahari. Lebih lanjut simak okezone.com berikut ini:

MELBOURNE - Susunan batu di pinggiran kota Melbourne, Australia, menyiratkan dugaan bahwa suku Aborigin merupakan astronom pertama di dunia.

Para ilmuwan menemukan susunan batu yang diletakkan secara teratur di sebuah peternakan dekat Gunung Rothwell, sekira 50 mil di barat Melbourne. Melihat susunan batu yang begitu teratur, mereka yakin batu-batu besar itu merupakan cara suku Aborigin mengamati pergerakan matahari.

Jika dugaan itu terbukti benar, berarti susunan batu ini sudah ada jauh sebelum monumen pra-sejarah Stonehenge di Inggris serta piramida di Mesir, atau sekira 10 ribu tahun lalu.

"Batu-batu ini diletakkan secara rapi untuk mengetahui pergerakan matahari," ujar ahli astrofisika Profesor Ray Norris seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (5/2/2011).

"Ini tidak mungkin hasil pekerjaan asal-asalan. Susunan ini membutuhkan pengaturan yang sangat teliti," lanjut Norris lagi.

Susunan batu itu ditemukan dalam posisi setengah lingkaran, dimana dua titiknya membentuk garis lurus dengan posisi matahari pada siang hari di musim panas.

Masih dibutuhkan riset lebih lanjut terkait penemuan ini. Namun, kini para ilmuwan mengetahui bahwa susunan batu di Stonehenge terbilang cukup baru dalam dunia astronomi.

Stonehenge diyakini sudah ada sejak 1.500 tahun lalu, yang didirikan untuk mengukur pergerakan matahari dan bulan.

Sementara, piramida di Mesir disinyalir berdiri sekira 3.200 tahun sebelum Masehi.

Saturday, 27 November 2010

Ternyata...jaman purba lebih canggih lho....



Selama ini kita menganggap bahwa jaman purba atau pra sejarah itu jaman yang kuno dan tidak memiliki kecanggihan teknologi apapun. Ternyata anggapan tersebut keliru. Setidaknya beberapa penelitian dan fakta yang didapatkan saat ini menunjukkan bahwa jaman purba memiliki teknologi yang lebih canggih. Lebih lanjut simak artikel berikut:


Inilah 7 fakta yang menunjukkan bahwa jaman purba lebih canggih dari yang kita bayangkan.

Penemuan saintis dan ahli arkeologi sejak beberapa tahun kebelakangan ini seolah-olah menafikan tanggapan umum yang dunia silam adalah dunia mundur, tidak maju serta belum mengenal teknologi.

Malah, saintis kini semakin kebingungan memikirkan penemuan artifak purba menjurus kepada kenyataan yang keadaan dunia kuno sebenarnya sudah begitu maju dari segi sains dan teknologi malah mungkin lebih futuristik daripada zaman sekarang!
Kenyataan itu memang sukar dipercayai tambahan pula kita dimaklumkan yang era perkembangan sains dan teknologi hanya bermula sekitar 200 lalu malah teknologi komputer berasaskan elektronik saja hanya bermula sekitar 1940.

Akan tetapi, artefak purba serta catatan kuno yang ditemui saintis menceritakan sebaliknya – masyarakat zaman purba sudah memiliki teknologi hebat serta maju dalam pelbagai bidang terutama sains.

Bagaimanapun, atas sebab tertentu yang masih menjadi misteri, zaman purba yang serba canggih dan futuristik itu akhirnya lenyap sehingga dunia kembali menjadi mundur, tidak bertamadun dan jauh daripada perkembangan teknologi.

Sehinggalah kira-kira 200 tahun lalu, manusia kembali meneroka rahsia sains dan dunia sekali lagi melangkah ke arah perkembangan teknologi. Berikut adalah antara penemuan teknologi silam yang menunjukkan seolah-olah dunia purba lebih maju atau menyamai kemajuan teknologi ketika ini:

Penemuan bateri dari Baghdad, Iraq

Pada 1930, ahli arkeologi Austria, Dr Wilhem Konig yang menjalankan kerja mencarigali di daerah Khujut Rabula, dekat Baghdad; menemui suatu objek aneh tertanam di tapak itu. Objek itu terdiri daripada silinder tembaga, batang besi serta aspal yang disusun dalam sebuah bekas tanah liat seperti tempayan kecil setinggi 14 sentimeter (sm) dan berdiameter lapan sm.

Penyelidikan lanjutan mendapati objek aneh itu ternyata berfungsi seperti bateri malah bateri kuno itu dianggarkan berusia 2,000 hingga 5,000 tahun lalu! Penemuan menggemparkan itu secara tidak langsung mencabar sejarah berikutan bateri dikatakan pertama kali dicipta pada 1800 oleh Count Alessandro Volta.

Penemuan itu juga secara tidak langsung menunjukkan masyarakat purba yang wujud 5,000 tahun lalu sudah menemui tenaga elektrik sekali gus ‘menafikan’ Michael Faraday sebagai individu pertama menemui induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831.

Uji kaji mendapati bateri kuno itu mampu menghasilkan tenaga elektrik antara 1.5 volt hingga dua volt.

Kalkulator kuno.

Pada 1901, penyelam di perairan pulau Antikythera, Greece menemui artifak berusia lebih 2,000 tahun dari sebuah runtuhan dasar laut. Artifak menyerupai jam itu dikaji penyelidik, Derek J De Solla Price dan didapati ia berfungsi sebagai ‘kalkulator’ yang menghitung pergerakan bintang dan planet.

Reaktor nuklear berusia dua juta tahun.

Pada 1972, sebuah reaktor uranium yang sudah wujud sejak dua juta tahun lalu ditemui di Oklo di Republik Gabon, Afrika.

Kajian reka bentuk dan struktur lombong purba itu mendapati ia dapat mengekang radioaktif daripada tersebar malah teknologi reaktor dan kaedah digunakan pada zaman purba itu jauh lebih canggih daripada kaedah reaktor nuklear digunakan pada zaman kini.

Penemuan itu menimbulkan persoalan sama ada manusia pada dua juta tahun lalu sudah menguasai teknologi atom dan menggunakan sumber nuklear sama ada sebagai sumber tenaga untuk kegunaan harian atau peperangan.

Kanta optik

Di lokasi sama dengan penemuan bateri kuno di Baghdad, Iraq; turut ditemui kanta optik purba yang dihasilkan kira-kira 2,200 tahun lalu.

Kanta purba sebesar kira-kira dua ibu jari itu dijumpai dengan bahagian kacanya sedikit retak. Sebelum penemuan menggemparkan itu, kanta dikatakan pertama kali dihasilkan di Eropah pada abad ke-16. Bagaimanapun penemuan kanta kuno itu menunjukkan masyarakat purba sudah lama mengetahui kaedah menghasilkan kanta serta mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Jantung buatan

Di dada kiri mumia anak lelaki dalam sebuah piramid Mesir, penyelidik menemui jantung buatan. Sejarah ilmu perubatan pada masa kini memperlihatkan jantung buatan hanya dihasilkan beberapa puluh tahun lalu tetapi penemuan itu memungkinkan jantung buatan sudah dihasil dan dipasang pada 5,000 tahun lalu.

Robot

Pada zaman pemerintahan Kaisar Mu (976 hingga 922 SM) di China, pencipta berbakat, Ma Daifeng menghasilkan aplikasi robotik yang dibina tetapi berasaskan mekanisme mekanikal. Robot yang dibina dapat bernyanyi dan menari seperti manusia, membawa peralatan kepada tuannya selain mempunyai organ tubuh seperti tulang, otot, sendi, kulit dan rambut.

Turut dicipta Ma Daifeng pada zaman berkenaan adalah alat merekod jarak perjalanan selain aplikasi untuk industri kilang yang mampu bekerja tanpa kawalan manusia.

Kenderaan

Ukiran purba ditemui di sebuah kuil Kerajaan Mesir Purba di Abydos, Mesir menunjukkan gambar kenderaan yang wujud pada zaman ini walaupun ukiran itu dianggarkan dihasilkan lebih 3,000 tahun lalu. Gambar berkenaan yang jelas kelihatan adalah helikopter, kapal selam, bot dan pesawat. Pada 1898, di sebuah makam kuno berusia kira-kira 2,200 tahun di Saqquara, Mesir, replika pesawat yang formatnya mirip dengan pesawat terbang modern ditemu,

Wednesday, 17 November 2010

Inilah 10 ilmuwan "tergila " di dunia......

Kesepuluh ilmuwan ini merupakan ilmuwan terbesar dunia yang memberikan banyak penemuan spekatakuler dan mampu merubah dunia. Lebih lanjut simak artikel berikut:

VIVAnews -
Para ilmuwan memang memiliki karakternya masing-masing. Banyak di antara mereka punya perilaku yang unik dan eksentrik--kalau tidak mau dibilang aneh. Namun, seringkali tingkah aneh itu juga disertai oleh ide-ide besar yang 'gila' dan liar. Dan ide-ide itu pula yang kemudian berhasil mengubah masa depan dunia hingga menjadi seperti sekarang. LiveScience merangkum beberapa tokoh ilmuwan 'gila' tersebut.


1. Albert Einstein

Albert Einstein (guim.co.uk)

Dia memang ilmuwan selebriti yang sangat tersohor. Tak cuma terkenal dengan teori relativitas, Einstein juga memiliki kontribusi pada berbagai penelitian, mulai dari teori medan gravitasi, mekanika statistik, teori quantum, teori partikel, teori foton cahaya.

Di luar aktivitasnya sebagai peneliti, ia juga gemar mengemudikan perahu layar di laut yang tak berangin. "Hanya untuk tantangan," katanya mengenai kegemarannya itu.


2. Leonardo d Vinci

Leonardo da VinciTak cuma lihai melukis, pencipta lukisan 'Mona Lisa' dan 'Perjamuan Terakhir' itu juga merancang berbagai ide penemuan baru. Banyak ide besutan ilmuwan Italia ini yang memang hanya sampai pada tataran konsep. Namun ada pula yang benar-benar terwujud, hingga ratusan tahun setelah masanya.

Penemuannya meliputi peralatan selam, glider untuk terbang layang, kendaraan kayu tanpa bahan bakar, hingga helikopter.

3. Nikola Tesla

Nikola TeslaTesla adalah adalah seorang jenius yang menemukan teknologi radio nirkabel dan penemu generator arus bolak-balik. Ilmuwan asal Serbia ini mendemonstrasikan transfer energi nirkabel sejak 1893. Seperti halnya seorang pesulap, Tesa juga suka mempertunjukkan penemuannya secara demonstratif. Ia suka menjadikan tubuhnya sebagai konduktor, atau bahkan mematikan saklar listrik berukuran besar di bawah guyuran hujan percikan api.


4. James Lovelock

James LovelockLovelock adalah pakar lingkungan asal Inggris yang mencipta hipotesa Gaia--nama Dewi Bumi pada mitologi Yunani. Dalam hipotesanya, Lovelock memandang bumi sebagai superorganisme tunggal dengan komponen fisiknya (atmosfer, hidrosfer, litosfer, kreosfer) yang terintegrasi dan saling berinteraksi dalam menentukan kondisi iklim.

Ia telah memprediksi terjadinya perubahan iklim dan membuat berbagai prediksi lain yang banyak di antaranya telah terbukti. Ia juga memprediksi adanya krisis ekologi dan kematian massal hingga 80 persen penduduk bumi, yang ia perkirakan bakal terjadi pada tahun 2100.

5. Jack Parsons

Jack ParsonsJack parsons adalah salah seorang pendiri Jet Propulsion Laboratory, sebuah laboratorium yang didanai pemerintah AS yang mengembangkan konstruksi dan operasi pesawat luar angkasa robotik, serta melaksanakan misi astronomi dan orbit bumi.

Walaupun tak mengenyam pendidikan tinggi, Parsons berjasa dalam pengembangan bahan bakar padat dan penemuan sistem pendorong roket JATO (Jet-fuel Assisted Take Off). Ia adalah seorang antikristus dan penganut pemujaan setan yang juga mendalami sihir. Akhir hidupnya berakhir secara tragis, saat Parsons tewas dalam ledakan di lab rumahnya pada 1952.

6. Richard Feynman

Richard FeynmanDia adalah salah satu seorang pakar fisika jenius anggota tim Manhattan Project. Feynman menjadi salah satu ilmuwan penting abad 20, karena andilnya dalam mengembangkan bom atom. Selain oekerjaannya sebagai pakar fisika teori, Feynman juga berjasa menjadi pionir di bidang quantum computing, dan mengenalkan konsep nanoteknologi.

7. Freeman Dyson

Freeman DysonDia adalah pakar fisika nuklir dan penulis fiksi ilmiah terkenal. Pada 1960 dia menggelontorkan ide bahwa di masa depan, manusia musti membangun perisai artifisial untuk mengumpulkan energi surya, demi memenuhi kebutuhan energi manusia yang terus meningkat.

Ide ini dikenal sebagai teori Dyson Sphere. Dyson percaya sekali dengan adanya kehidupan ekstraterestrial dan memperkirakan manusia akan melakukan kontak dengan mereka pada beberapa dekade mendatang.


8. Robert Oppenheimer

Robert OppenheimerDia adalah kepala Proyek Manhattan, proyek pengembangan teknologi nuklir untuk perang buatan AS, sehingga kerap dijuluki sebagai 'Bapak bom Atom'. Namun, saat bom atom AS meledak di Jepang, ia dibebani oleh perasaan bersalah dan berusaha mencoba mencegah perlombaan senjata nuklir antara AS dan Rusia.

Ia juga kerap mengutip salah satu kalimat yang tercantum dalam kitab suci Hindu Bhagawad Gita yang menggambarkan ledakan nuklir: "Bila cahaya ribuan matahari diledakkan dalam satu waktu di angkasa, maka ia akan menjadi ledakan yang mahahebat."

9. Wernher von Braun

Wernehr von BraunSejak usianya masih 12 tahun, von Braun suka memuati mainan mobil-mobilannya dengan petasan dan mercon dan menembakkannya ke kerumunan orang ramai di jalan. Ternyata kebiasaan kecilnya ditekuni terus hingga ia dewasa.

Ia kemudian menjadi otak di balik terciptanya roket V-2 buatan Hitler. Belakangan, ia ditawan oleh AS dan menjadi orang penting dalam proyek eksplorasi ke luar angkasa dan bulan. Tak cuma ahli di bidang peroketan, von Braun juga mendalami olahraga selam dan filsafat.


10. Johann Konrad Dippel

Johann Konrad DippelLahir dan dibesarkan di Istana Frankenstein Jerman pada abad 17, kimiawan Johan Dippel adalah penemu pewarna biru sintetik/kimia 'Prussian Blue'. Belakangan ia sangat terobsesi untuk menemukan ramuan keabadian.

Bahkan, kabarnya ia juga melakukan eksperimen dengan mayat-mayat. Kisah Dippel inilah yang kemudian menginspirasi penulis Mary Shelley menelurkan karya fiksinya berjudul Frankenstein.


sumber: VIVAnews

Monday, 15 November 2010

Inilah Rahasia Bung Karno membuat AS bertekuk lutut....

Kehebatan Bung Karno dalam memainkan posisi tawar Indonesia di dunia Internasional memang tidak diragukan lagi. Boleh dibilang sebagai negara yang baru merdeka...Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. NAh potensi itulah yang digunakan Bung Karno untuk memperkuat lobi Indonesia ke Amerika. Lebih lanjut mengenai kehebatan Bung Karno dalam melakukan bargaining position dengan AS...dapat dilihat di artikel berikut yang dapatkan dari sebuah forum:

Bung Karno Buat Amerika Bersujud Di Hadapan Indonesia

Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.



Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.

Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.

Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.

Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.

Allen Pope

Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.

Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope.

Percakapan Bung Karno dengan putra sulungnya berkaitan hal itu, sudah banyak diungkap berbagai sumber. Tapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi di balik percakapan antara Bung Karno dan Mas Tok berikut ini…..

Bung Karno sedang mandi. Mas Tok yang masih remaja menggedor-gedor pintu kamar mandi. Tidak sabar. Karena pintu terus digedor, Bung Karno melongok sebentar. “Ada apa tho Mas Tok? Bapak belum selesai mandi”.

Begitu pintu terbuka, Mas Tok langsung menyambar ayahnya dengan pertanyaan, “Bener nggak sih bapak menukar pembebasan Allen Pope dengan tebusan pesawat Hercules?”. Mas Tok memang tidak sabaran ingin segera tahu jawabnya. Saat itu juga dia harus mendapatkan bocoran jawabannya. Memang sebelumnya di antara teman-temannya, mereka sudah kasak-kusuk membenarkan gosip itu. Mas Tok jadi panas juga. Soalnya sebagai anak Bung Karno, seharusnya dia lebih tahu dari teman-temannya.

Mas Tok yang penasaran tidak perlu menunggu lama menanti jawab ayahnya. Pertanyaan Mas Tok itu langsung disambar dengan tawa khas ayahnya. Menggelegar, “Hahahahaha……biar saja Amerika kasih Hercules itu buat Bapak. Kalau Amerika kirim pesawat lagi, nanti Bapak suruh tembak lagi. Sebagai tebusannya, Bapak minta Marilyn Monroe dan Ava Gardner”.


Ava Gardner

Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonan-nya dengan anak-anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno!


Marilyn Monroe

Tapi sebetulnya di balik canda itu, mungkin bahkan Bung Karno dan Mas Tok sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.

Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.

Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan akibat Bung Karno menggoda tunangan sang pilot.
Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope digosipkan karena Bung Karno dirayu oleh istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….

Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..

Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.

Go to hell with your aid!

Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.

Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.

Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.

Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!

Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.

Friday, 12 November 2010

Ternyata Ronggo Warsito Juga Seorang Pejuang Kemerdekaan...

Menjadi seorang pujangga kerajaan yang berkedudukan tinggi tidak menyurutkan semangat Ronngo Warsito untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Lebih lanjut mengenai perjuangan Ronggo Warsito ...simak artikel berikut dari okezone.com

Ronggowarsito Juga Seorang Pejuang Kemerdekaan

JAKARTA - Sosok Ronggowarsito ternyata tak hanya dikenal luas karena Serat Jayabaya yang kontroversial itu. Pujangga Kasunanan Surakarta itu juga melejit namanya karena perlawanannya terhadap penjajah Belanda.

Demikian diungkapkan budayawan Romo Sapto Raharjo kepada okezone di Jakarta, Jumat (12/11/2010). “Karena perlawanannya itu beliau semasa hidupnya senantiasa dikucilkan,” ungkapnya.

Disebutkan, saat itu seorang pujangga memegang peranan penting dalam menggiring opini publik. Melalui ujung penanya, Ronggowarsito banyak menggugat keberadaan Belanda di Tanah Air.

Menurut Romo Sapto, ada riwayat yang menyebutkan Ronggowarsito meninggal dunia karena dihukum mati dan ada juga yang menyebut karena bunuh diri. “Buah pena memang lebih berharga ketimbang pucuk senjata, Ronggowarsito termasuk tokoh intelektual di Kasunanan, sehingga dia dibelenggu oleh VOC,” ungkapnya.

Ronggowarsito lahir di Surakarta pada 15 Maret 1802 dan wafat di Surakarta pada 24 Desember 1873. Dia adalah putra Mas Pajangswara dan cucu dari Yasadipura II, pujangga besar Kasunanan Surakarta. Dia diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabehi Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda pada 1830.

Lalu, setelah kakeknya wafat, Dia diangkat sebagai pujangga Keraton Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845. Semasa hidupnya, Ronggowarsito menghasilkan banyak karya sastra. Dia meninggal dunia secara misterius pada 24 Desember 1873.

Anehnya, tanggal kematian tersebut justru terdapat dalam karya terakhirnya, Serat Sabda Jati, yang ditulisnya sendiri.

Friday, 3 September 2010

Video Pidato Bong Tomo yang fenomenal....Bagus banget

Kita tentu sudah mengenal siapa sejatinya Bung Tomo. seorang yang sangat berjasa bagi kemerdekaan bangsa ini. Sosok yang telah berhasil membakar semangat arek-arek suroboyo...untuk berani mengangkat senjata....melawan tentara sekutu yang lebih canggih peralatan perangnya. Dengan senjata ala kadarnya....perjuangan Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo patut kita kenang selamanya...sebagai warisan leluhur yang patut kita jaga.

Berikut saya kutipkan pidato Bung Tomo dalam rangka membakar semangat juang dan nasionalisme pejuang pada saat itu......



Wednesday, 18 August 2010

Foto kenangan masa perjuangan kemerdekaan....

Merdeka....!!! Merdeka...!!! Merdeka...!!!
Selamat merayakan hari kemerdekaan bangsaku tercinta Indonesia Raya. Apapun yang terjadi padamu...aku tetap cinta. Disana tanah tumpah darahku....semangat mengalir bagai aliran darah dalam tubuhku. Rawe-rawe rantas ..malang-malang putung. Sekali merdeka tetap merdeka...!!! Ayo kita bangun bangsa ini bersama-sama....dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Singkirkan segala perbedaan....ras, suku, agama, adat istiadat,warna kulit, dll.
Yang ada hanya satu...Indonesia tanah tumpah darahku....
........................
Memang mengenag masa kemerdekaan ...membuat kita nggak akan lupa akan jasa para pahlawan. Yuk sejenak menikmati foto-foto sejarah kemerdekaan ...agar lebih menghargai arti kemerdekaan yang sesungguhnya....


JAKARTA, 17/8 - PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI. Presiden Soekarno saat pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta Pusat, (17/8). FOTO ANTARA/IPPHOS/1945.



HUT 49 - SOEKARNO. Presiden Soekarno berfoto bersama pada ulang tahunnya ke 49 di Istana Merdeka, Jakarta, 6 Juni 1950. Sehari setelah ulang tahun pertamanya ketika menjabat presiden 6 Juni 1946 Soekarno mengumumkan negara dalam keadaan bahaya (staat van gevaar), khusus untuk Jawa dan Madura, karena Belanda menyerang di mana-mana. FOTO ANTARA/IPPHOS/hm/10


HUT 50 - SOEKARNO. Presiden Soekarno menerima ucapan selamat pada ulang tahunnya ke 50 di Istana Merdeka, Jakarta, 6 Juni 1951. Sehari setelah ulang tahun pertamanya ketika menjabat presiden 6 Juni 1946 Soekarno mengumumkan negara dalam keadaan bahaya (staat van gevaar), khusus untuk Jawa dan Madura, karena Belanda menyerang di mana-mana. FOTO ANTARA/IPPHOS/hm/hp/10


KABINET PERTAMA. Foto bersama anggota Kabinet RI Pertama, berdiri dibaris depan, mulai nomor empat paling kiri : Menteri Kesehatan Dr. Boentaran Martoatmodjo, Menteri Penerangan Mr. Amir Sjarifuddin, Menteri Luar Negeri Mr. Achmad Soebardjo, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Dalam Negeri R.A.A Wiranata Kusumah, Menteri Kemakmuran Ir. Surachman Tjokroadisurjo berfoto bersama pada 4 September1945. FOTO ANTARA-IPPHOS/hm/hp/1945.


SOEKARNO. Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, dengan ideologi pembangunan �berdiri di atas kaki sendiri�. Sang Proklamator yang dilahirkan di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: �Go to hell with your aid.� Persetan dengan bantuanmu. FOTO ANTARA-IPPHOS/hm/1945.


SOEKARNO-HATTA. Presiden Soekarno didampingi Wapres Moh Hatta (2 kanan), Menteri Luar Negeri Mr. Achmad Soebardjo (kiri) dan Menteri Dalam Negeri R.A.A Wiranata Kusumah, melakukan jumpa pers sebagai Pemerintah RI yang pertama di Pengangsaan Timur 56, Jakarta, 4 September 1945. FOTO ANTARA-IPPHOS/hm/hp/10


BANDUNG LAUTAN API, Maret 1946. Pemeriksaan oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) di jalur masuk kota Bandung 23 Maret 1946. Ultimatum agar TRI meninggalkan kota bersama rakyat, melahirkan politik "bumihangus" hingga mereka mengungsi ke Selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946. FOTO ANTARA/IPPHOS/Paramayuda/hp/10

sumber:http://www.antarafoto.com/koleksi/v1281583511/proklamasi-kemerdekaan-ri

Friday, 30 April 2010

Sejarah Soekarno dari masa kecil



Dapat artikel menarik nih yaitu tentang sejarah pak Karno terutama kisah-kisah masa kecilnya. Amat cocok bagi teman-teman yang ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik. BAhwa kesuksesan tidak harus dimulai dari modal yang besar saja..melainkan tekad dan semangat untuk maju dan juga tekad yang kuat untuk berhasil menggapai semua cita-cita. Lebih lanjut mengenai kisah kecil soekarno simak artikel berikut:


Bung Karno: Bisa Benjol!
Walentina Waluyanti – Holland

Buat Bung Karno, nampaknya kesengsaraan tidak ada hubungannya dengan gaya dan penampilan. Bung Karno tidak menutup-nutupi masa lalunya yang melarat. Tentang bagaimana di masa kanak-kanaknya, dirinya tidak pernah mengenal sendok dan garpu.

Bung Karno juga mengenang bagaimana anak tetangga lain yang juga miskin, tapi mereka masih bisa membeli jajan buah pepaya dan lainnya, sementara dirinya sama sekali tidak mampu. Bahkan di hari Idul Fitri, dia cuma bisa menatap sedih anak-anak miskin lain mampu membeli petasan yang harganya cuma satu sen itu, sedang dirinya tidak. Satu sen pun dia tak punya!

Dia juga menceritakan, bagaimana di keluarganya dulu bahkan makan satu kali sehari pun, kadang tidak mampu. Tak jarang mereka hanya makan ubi kayu dan jagung tumbuk. Untuk membeli beras paling murah pun, ibunya tak sanggup. Solusinya, ibunya membeli padi yang masih harus ditumbuk untuk memperoleh butiran beras. Karena dengan cara begitu, mereka dapat menghemat uang satu sen dan dengan satu sen itu ibunya bisa membeli sayur.

Mungkin juga karena tumbuh dalam kondisi serba terbatas itu, Bung Karno tumbuh sebagai anak penyakitan. Kata Bung Karno, “Aku memulai hidup ini sebagai anak yang penyakitan. Aku mendapat malaria, disentri, semua penyakit dan setiap penyakit”. Menurut kepercayaan tradisional, anak sakit-sakitan harus diganti namanya. Karena itu Kusno nama kecilnya, diganti ayahnya menjadi Soekarno.

Ketika kelak tumbuh sebagai remaja, dan sudah mempunyai kesadaran berpenampilan, kemiskinan itu tampaknya tak mempengaruhi Bung Karno dalam bergaya.


Kiriman uang saku dari orangtuanya dan ekstra uang saku dari Pak Poegoeh kakak iparnya di Surabaya, dihematnya sen demi sen. Namun itu tak berarti dirinya tidak bisa tampil keren. Tampak dari foto-fotonya, sejak muda Bung Karno selalu berbusana apik dan menawan. Biar kalah nasi, yang penting tidak kalah aksi! Tampaknya sejak muda Bung Karno sudah punya bakat sebagai pencipta trend mode di jamannya.

Di dalam buku “Sukarno Penjambung Lidah Rakjat”, Bung Karno bercerita tentang perselisihannya dengan penghulu. Ketika itu akan dilangsungkan pernikahannya dengan Utari, putri HOS Tjokroaminoto. Itu adalah pernikahan pertama bagi Bung Karno. Penghulu memintanya untuk melepaskan dasinya. Soalnya dasi itu dianggap simbol budaya Kristen. Bung Karno tidak bisa mengerti larangan itu. Dia berusaha menjelaskan, dirinya sangat menyukai berpakaian pantas dan rapi. Tapi penghulu tidak mau menerima alasan itu. Karena Bung Karno tetap ngotot mengenakan dasi, penghulu mulai menggertak. Penghulu menolak menikahkan jika Bung Karno tidak melepaskan dasinya!

Bukannya ciut oleh gertakan tadi, Bung Karno malah semakin marah. Persetan! Rasanya dia lebih baik tidak menikah saja kalau soal berpenampilan pun, dirinya mesti diatur-atur. Bung Karno menulis, “Dalam hal ini biarpun Nabi sendiri sekalipun, takkan sanggup menyuruhku untuk menanggalkan dasi”. Bung Karno menjadi emosi oleh penghulu yang mencoba mengatur dan mengancamnya. Lalu dia menggeledek, “Persetan, tuan-tuan semua. Saya pemberontak, dan saya akan selalu memberontak, saya tidak mau didikte orang di hari perkawinan saya!”.

Sebagaimana umumnya lelaki, Bung Karno juga pernah berusaha menumbuhkan kumisnya. Mungkin bisa tampak lebih gagah dan ganteng. Tapi sayang usaha itu sia-sia. Kumisnya hanya tumbuh sebaris tipis saja. Sejak itu dia tidak pernah lagi mencoba-coba jadi “Pak Kumis”. Tetap bergaya klimis rapi.



Di sebuah majalah jadul, saya pernah membaca wawancara dengan Dewi Soekarno. Dewi bercerita tentang bagaimana Bung Karno tetap memperhatikan penampilannya, juga ketika usianya beranjak senja. Bung Karno sering memintanya menolong bukan saja mengecat rambutnya yang beruban, tapi juga alisnya! Sebelum Bung Karno berpidato, untuk menyamarkan pucat di wajahnya, tak jarang Dewi membubuhi sedikit rona merah dengan pupur membayang tipis di wajah suaminya itu.

Kesukaan Bung Karno akan gaya dan penampilan mematahkan pendapat orang tentang pria Jawa yang umumnya berpenampilan seadanya. Sudah banyak yang membahas bagaimana peran Bung Karno sebagai trend setter mode pria di Indonesia. Mulai dari idenya tentang pemakaian kopiah yang hingga kini dipakai pria Indonesia dan menjadi salah satu identitas bangsa. Juga gaya busananya yang banyak ditiru pria di jamannya. Misalnya stelan jas putih dan baju safari lengan pendek maupun lengan panjang.



Baju kepresidenannya yang bergaya militer membuatnya tampak gagah berdampingan dengan pemimpin dunia lainnya. Baju itu adalah hasil rancangannya sendiri. Karena itu Bung Karno pernah tersinggung dengan kritik Kepala Staf Angkatan Perang TB Simatupang (kala itu masih kolonel) yang menyarankan Bung Karno agar tidak memakai baju militer dengan segala atributnya itu.

Sejak menjadi pemimpin bangsa, Bung Karno tak pernah tampak mengenakan pakaian adat yang mewakili suku tertentu. Dia punya alasan khusus tentang ini. Bukan karena tidak mencintai tradisi. Justru sebaliknya dialah penganjur tradisi budaya, termasuk pakaian adat. Namun sebagai kepala negara, dia memposisikan dirinya harus netral berdiri di atas semua golongan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu dia mengorbankan identitas sukunya dengan sama sekali tidak pernah berpakaian daerah.

Walaupun semasa menjadi presiden tidak pernah berbusana daerah, namun Sukarno punya kepedulian terhadap pelestarian batik. Sukarno menghidupkan tradisi pameran batik di istana negara. Salah satu konsep Sukarno tentang batik khas Indonesia yaitu batik motif Terang Bulan. Motif batik ini kemudian dirintis dan diwujudkan oleh Ibu Sud atau Saridjah Niung Bintang Soedibjo.

Dulu Bung Karno sering meledek Ibu Sud yang berpinggul besar itu dengan julukan “bokong gede”, menunjukkan pertemanan mereka yang akrab. Karena keakraban itu, Ibu Sud paham bagaimana menerjemahkan batik Indonesia konsep Bung Karno. Selain dikenal sebagai pencipta lagu kanak-kanak, Ibu Sud (nenek disainer busana Carmanita) ini memang juga seorang pembatik. Motif batik Terang Bulan konsep Sukarno adalah batik yang mengkombinasikan motif batik kraton dan batik pesisir.



Batik Terang Bulan Konsep Bung Karno yang diwujudkan Ibu Sud


Orang sering menggeneralisir adat etnis dengan cara seseorang dalam berpenampilan. Pada Sukarno, gaya dan penampilannya lebih pada soal insting, selera, kesadaran dan pemahamannya tentang estetika. Bukan sekedar karena harus menjaga penampilan sebagai kepala negara . Karena jauh sebelum menjadi pemimpin bangsa pun, penampilannya selalu terjaga apik, sampai rela adu mulut dengan penghulu nikah.

Kecenderungannya untuk selalu tampil representatif nampaknya memang sudah bakat natural-nya. Sudah dimulai sejak remaja. Selalu tampak begitu flamboyan. Sukarno memang punya selera. Sebagaimana dikatakannya ketika membetulkan dasi Menhan Amerika, “Tuan punya bom atom, tapi kami punya seni yang tinggi!”. Kesenimanan Sukarno membuatnya memandang mode dan gaya juga adalah bagian dari seni.

Itu diakuinya sendiri ketika perasaannya remuk akibat dikurung di penjara Banceuy Bandung yang lebarnya 1,50 meter dan panjangnya seperti peti mayat. Dikatakannya, “....aku rasanya hendak mati. Pengalaman yang meremukkan. Aku adalah seorang yang biasa rapi dan pemilih. Aku adalah orang yang suka memuaskan perasaan. Aku menyukai pakaian bagus....”.

Ketika Bung Karno sekeluarga tiba di Jakarta 9 Juli 1942 dari pengasingannya di Sumatera, topik yang paling pertama ditanyakannya adalah “mencari tukang jahit”. Saat itu kapal laut “Van Riebeeck” yang ditumpanginya berlabuh di pelabuhan Pasar Ikan, di Penjaringan Jakarta Utara. Di masa lalu pelabuhan Pasar Ikan dikenal juga dengan nama Pelabuhan Sunda Kelapa.


Berita kembalinya Bung Karno di Jawa, setelah pembuangan di Sumatera

Orang pertama yang menjemputnya di pelabuhan itu adalah Anwar Tjokroaminoto, adik Utari, bekas adik iparnya. Melihat jas Anwar yang keren, Bung Karno lalu menyadari jas putih plus celana kedodoran yang dikenakannya sudah ketinggalan jaman. Betapa berbeda dengan stelan jas Anwar warna ivory yang dilihatnya jauh lebih modern.

“Jasmu bagus sekali potongannya”, puji Bung Karno. Anwar hidungnya kembang kempis dipuji Bung Karno. “Bikinan penjahit De Koning”, sahut Anwar berlagak. Anwar lalu buka rahasia bagaimana caranya ke penjahit itu, dengan harga miring. “Melalui pintu belakang”, bisik Anwar. Bung Karno segera tertarik ingin menjahit bajunya di penjahit yang tergolong penjahit terbaik dan mahal di Jakarta di kala itu. “Apa dia mau menjahit untukku?”, tanya Bung Karno pada Anwar. Percakapan selanjutnya antara keduanya bukan tentang strategi perjuangan, tapi kasak-kusuk tentang baju. Nah, ternyata omong-omong soal baju bagus bukan cuma monopoli perempuan saja.

Di kemudian hari, Bung Karno yang pesolek melengkapi gaya busananya dengan tongkat komando. Banyak orang percaya, tongkat komando itu adalah jimat saktinya. Tapi Bung Karno membantah. Tongkat komando itu semata-mata untuk menunjang gayanya. Dia menyebut dirinya “pelagak”. Dia berkata bahwa tongkatnya sama sekali tidak sakti, “tapi kalau diketok di jidat, ya bisa benjol”.



Bung Karno: Tongkat komando ini tidak sakti, tapi bisa bikin benjol!


Ide, inspirasi, karya, cita-cita memang tidak perlu selalu ditentukan oleh mahal dan mewahnya gaya hidup, gaya berbusana dan gaya berpenampilan. Dengan kepantasannya mempresentasikan diri, Bung Karno mampu memberi citra tersendiri bagi bangsanya di dunia internasional. Padahal kondisi Indonesia ketika itu masih begitu miskin. Dengan gayanya sebagai “pelagak”, dia mampu menyejajarkan bangsanya dengan para penista kemiskinan yang pongah itu.

Ya, apa salahnya jika gaya dan penampilan bisa membuat seseorang menjadi bergairah dan inspiratif dalam mewujudkan ide, karya dan cita-citanya?

Walaupun senang bergaya, Bung Karno tidak silau harta. Di akhir kekuasaannya, kala dipaksa meninggalkan istana oleh Suharto, Bung Karno ternyata tidak turut membawa serta kemeja-kemeja favoritnya “Arrow”, arloji Rolex dan benda berharga lainnya. Semua itu digeletakkannya begitu saja.



Kemeja Arrow di balik jas Bung Karno


Menurut kesaksian Sogol Djauhari Abdul Muchid (anggota Detasemen Kawal Pribadi/DKP), Bung Karno meninggalkan istana sebelum 16 Agustus 1967, hanya ber-kaos oblong cap cabe, celana piyama krem dan bersandal merk Bata yang sudah usang. Di pundaknya tersampir baju piyama-nya.

Tangan kanannya menggenggam sesuatu yang sangat berharga. Lebih berharga daripada kemeja Arrow, parfum Shalimar favoritnya, uang dollar dan emas batangan yang tak ikut dibawanya, dan hingga kini tak diketahui di mana semua itu. Hanya satu benda yang dibawanya ketika meninggalkan istana. Benda yang merupakan simbol dari 1001 kisah pengorbanannya untuk bangsanya. Itulah yang digenggamnya erat, yaitu bendera pusaka yang dibungkus gulungan kertas koran, hasil jahitan Fatmawati istrinya. Toh walau berkaos oblong seadanya, semua itu tidak membuat kewibawaannya serta merta sirna.

Wibawanya itu bahkan tetap hidup hingga kini, walaupun jauh sebelumnya dia sudah mengalami “pembunuhan” secara perlahan di pengasingannya di Wisma Yaso. Bung Karno seakan menyadari itu. Karena itu, menurut Sidarto Danusubroto ajudannya, Bung Karno menulis di bukunya kalimat filsuf Jerman Ferdinand Freiligrath, “ Man töten den Geist nicht”. Ya, tak ada yang bisa membunuh jiwa.

Gaya dan penampilan memang tidak kekal. Tapi melalui kekekalan jiwanya, gaya dan penampilan Bung Karno menjadi kenangan kekal yang tetap tergores dalam sejarah.

Walentina Waluyanti
Nederland, 14 April 2010

sumber:detik.com

Tuesday, 26 May 2009

Belajar Kepemimpinan Dari Mahatma Gandhi


Mahatma Gandhi
Lahir 2 Oktober 1869
Porbandar, Gujarat, India
Wafat 30 Januari 1948
New Delhi, India

Mohandas Karamchand Gandhi (lahir di Porbandar, Gujarat, India, 2 Oktober 1869 – wafat di New Delhi, India, 30 Januari 1948 pada umur 78 tahun) (aksara Devanagari: juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: "jiwa agung") adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.

Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.

Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.

Biografi

Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.


Perjuangan Melalui Jalan Damai

Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.

Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.

Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.



Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).

Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.

[sunting] Warisan ajaran Gandhi di Indonesia

Selain tokoh-tokoh perjuangan anti kekerasan, keadilan dan perdamaian di tingkat dunia, di Indonesia pun ajaran Gandhi menemukan lahan yang subur. Ibu Gedong Bagoes Oka, misalnya, menemukan inspirasi perjuangannya di dalam ajaran Gandhi. Ia mendirikan Ashram Gandhi di Candi Dasa, Bali sebagai pusat pendidikan dan pengamalan ajaran-ajaran Gandhi tersebut.

Kutipan

* "Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh."

Lain-lain

Gandhi tidak pernah menerima Penghargaan Perdamaian Nobel, meski dia dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberapa dekade kemudian, hal ini disesali secara umum oleh pihak Komite Nobel. Ketika Dalai Lama dianugerahi Penghargaan Nobel pada 1989, ketua umum Komite mengatakan bahwa ini merupakan "sebuah bentuk mengenang Mahatma Gandhi".

Museum elektronik Nobel mempunyai artikel mengenai hal tersebut.

Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah menarik berbagai komentar dan opini. Misalnya, sebagai penduduk Kerajaan Britania, Winston Churchill pernah berkata "Menyedihkan...melihat Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang menghasut, sekarang tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur, menaiki tangga Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang." Begitu juga dengan Albert Einstein yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini."

Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, Arun Gandhi dan Rajmohan Gandhi dan bahkan anak cucunya, Tushar Gandhi, adalah aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di seluruh dunia.

Friday, 20 March 2009

Mengungkap Skandal Rahasia Soekarno

Sejak awal kemerdekaan, para pemimpin negeri ini sudah akrab dengan perzinaan, dan segala bentuk kemungkaran. Pada tanggal 6 Desember 1959, Presiden Uni Soviet, Nikita Khruschev, berkunjung ke Indonesia. Kunjungan tersebut kemudian mendapat balasan dari Presiden Soekarno pada 1960. Sepulang dari Moskow, BK (Bung Karno) memerintahkan pembangunan Monumen Nasional (Monas) dan Stadion Olahraga Senayan, padahal saat itu negara sedang dalam keadaan pailit dan rakyat dilanda kelaparan. Konon BK terinspirasi oleh kemegahan stadion Moskow.

Tapi apa sesungguhnya yang terjadi saat BK berada di Moskow? Sejarah mencatat, masuknya paham komunis di Indonesia, antara lain berkat kelemahan Bung Karno yang mudah diperdaya komunis Soviet dan KGB yang gemar mengumpan pelacur cantik.

KGB menyediakan kamar khusus untuk BK di Moskow. BK ditemani seorang wanita super cantik dan super seksi yang boleh digaulinya di tempat tidur. Wanita itu adalah seorang pelacur kelas tinggi yang mengemban tugas khusus untuk melayani tamu negara, dan direkrut sebagai agen rahasia oleh KGB.Dari balik cermin, terpasang kamera film yang merekam hubungan mesum antara BK dengan sang pelacur (agen KGB).

Episode berikutnya, BK diajak bersama-sama untuk menonton hasil rekaman tersebut. Agen KGB itu memberitahukan bahwa semua ini sudah diatur. Mereka memiliki ribuan pelacur yang terlatih. Rekaman ini bisa diedarkan dan diputar di depan Bangsa Indonesia agar Presiden Soekarno jatuh martabatnya. Tapi kalau bendera komunisme dan ajaran Marxisme terus berkibar dan berkembang di Indonesia, rekaman tersebut akan dumusnahkan. Mereka punya beberapa copy dan siap diedarkan di bagian dunia manapun. Akhirnya Soekarno mengizinkan PKI berkibar di Indonesia dengan konsep Nasakom. Sebagian tokoh nasional, terutama di Sumatera Barat, menolak konsep ini, sehingga meletuslah pemberontakan PRRI/Permesta (1960) yang dibekingi CIA.

Di lingkungan KGB ada sebuah departemen yang mengamati tingkah-laku raja-raja dan para Presiden di seluruh dunia. Bagi KGB, BK sangat mudah ditaklukkan, karena punya kelemahan fatal, yaitu sangat gemar berzinah. BK juga dikenal sangat romantis, dan pandai merayu. Sekali merayu, maka sang wanita akan menjadi kekasihnya. Salah satu di antaranya, Dewi Soekarno seorang pelacur kelas tinggi dari Jepang.

Keras Tolak Poligami
BK adalah Presiden RI pertama yang gencar menolak poligami, namun setuju dan sekaligus menjadi pelaku perselingkuhan (berzinah). Sebagai wujud penolakannya, BK pernah berpolemik soal poligami dengan sejawatnya, Mohammad Natsir, mantan Menteri Penerangan era Soekarno dan Ketua Masyumi. Intinya, BK dengan berbagai argumen menolak konsep poligami, sedangkan Mohammad Natsir tidak menolak poligami karena itu merupakan syari’at yang datangnya dari Allah Yang Maha Mengetahui.


Kenyataannya, Mohammad Natsir hidup monogami sampai akhir hayatnya, sedangkan BK justru mempraktekkan poligami, istrinya berceceran di mana-mana. Selain berpoligami, BK juga mempraktekkan perselingkuhan (perzinahan) dengan banyak wanita.


Sudah menjadi rahasia umum pada masa itu, bahwa BK memang doyan perempuan. Selain mempunyai isteri resmi lebih dari satu, BK juga punya gundik alias wanita simpanan. Bila BK sudah bosan dengan salah satu gundiknya, maka sang gundik pun diberikan kepada orang terdekatnya. Salah satu dari sekian banyak gundik BK adalah seorang wanita asal parahiangan (Bandung). Ketika BK sudah bosan, sang gundik pun diserahkan kepada Brigjen Sabur untuk dijadikan istri resmi kedua.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1291804


Wednesday, 11 March 2009

Ternyata 5 Presiden RI Pernah Ditipu

Sejumlah ilmuwan menilai Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'tertipu' dalam kasus blue energy (energi biru). Seorang pria asal Nganjuk, Joko Suprapto, mengaku bisa memproduksi minyak mentah dari air. Dari biang minyak itu bisa dihasilkan bahan bakar sekelas minyak tanah hingga avtur.

Presiden SBY yakin itu merupakan sumbangan Indonesia bagi dunia, di tengah makin meroketnya harga minyak. Sementara, negara dibikin pusing tujuh keliling oleh dampak dari kenaikan itu. Karuan saja, sejumlah pihak, termasuk para ilmuwan, menyesalkan informasi yang belum valid bisa diterima oleh SBY. Kabarnya Joko kini dilaporkan ke polisi.

Penipu 'masuk Istana' ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Baiklah kita mulai pada tahun 1950-an, pada masa pemerintah Presiden Soekarno. Ada seseorang yang mengaku Raja Kubu -- suku anak dalam di Jambi. Tidak tanggung-tanggung, dia memberi gelar dirinya Raja Idrus dan istrinya Ratu Markonah.

Pasangan 'suami istri' itu, entah bagaimana prosesnya, mendapat pemberitaan pers, termasuk foto-foto keduanya. Maka, sejumlah pejabat negara memberikan penghormatan luar biasa pada 'raja' dan 'ratu' tersebut.

Rupanya ada seorang pejabat yang menghubungi Presiden Soekarno dan kemudian memperkenalkannya. Di Istana, 'suami-istri' yang sebenarnya adalah penarik becak dan pelacur itu sempat diterima sebagai tamu kehormatan di Istana Merdeka. Mereka juga diberi uang, menginap dan makan gratis di hotel-hotel mewah. Termasuk mengunjungi Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Kedok penipuan mereka terbongkar saat berjalan-jalan di Jakarta. Ada seorang tukang becak yang mengenali 'Raja' Idrus, teman seprofesinya di Tegal. Sedang sang 'maharani' juga terbongkar berprofesi sebagai pelacur kelas bawah di kota yang sama. Konon, keduanya bertemu di sebuah warung kopi di Tegal. Kemudian sepakat untuk menjalankan aksi penipuan itu. Keistimewaan Markomah selalu memakai kaca mata hitam baik siang maupun malam. Rupanya sebelah matanya picek.

Pada masa Soeharto, di era 1970-an, juga terjadi penipu kelas kakap. Penipunya bernama Cut Zahara Fona, asal Aceh. Meski tidak tamat SD, dia memiliki ide jenius. Dia, yang selalu mengenakan kain batik, mengklaim bahwa janin yang ada diperutnya bisa berbicara dan mengaji.

Karuan saja, kabar itu menggegerkan masyarakat, apalagi diberitakan secara luas di surat kabar dan majalah. Konon, tiras sebuah harian ibukota terdongkrat naik, karena tiap hari membuatberita tentang 'bayi ajaib' di perut Cut Zahara.

Masyarakat yang banyak berdatangan pun rela untuk nguping di perutnya yang dilapisi kain untuk mendengar 'bayi ajaib' itu berbicara atau mengaji. Bukan hanya rakayat biasa, ada juga pejabat yang meyakininya. Termasuk Wakil Presiden Adam Malik yang mengundang Cut Zahara ke Istana Wapres. Bahkan, Menteri Agama KH Mohamad Dachlan termasuk orang yang meyakininya. Untuk meyakininya, ia menyatakan bahwa Imam Syafi'ie selama tiga tahun berada di kandungan ibunya.

Cut Zahara Fona dan suaminya pernah diperkenalkan oleh Sekdalopbang (Sekretaris Pengendalian Pembangunan) Bardosono kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Perkenalan ini dilakukan di Bandara Kemayoran setelah keduanya tiba dari lawatan luar negeri. Tapi, rupanya Ibu Tien termasuk orang yang kurang yakin terhadap 'bayi ajaib'-nya Cut Zahara Fona. Apalagi wanita Aceh itu menolak ketika hendak diperiksa di RSCM.

Konon, Ibu Tienlah yang menggeledah dan mendapatkan bahwa bicara dan mengaji itu hanya berasal dari tape recorder kecil yang disisipkan di perut Cut Zahara. Kala itu memang belum banyak perekam suara sekecil milik Cut.


Meskipun kedoknya terbongkar, 'bayi ajaib' tersebut bukan hanya mendapat perhatian masyarakat Indonesia, tapi juga dunia internasional. Hingga ada permintaan dari Pakistan agar Cut dan suaminya berkunjung ke sana. Bahkan, ada yang meramal 'bayi ajaib' itu, bila lahir akan menjadi Imam Mahdi.

Setelah tidak terdengar kasus Istana pada masa Presiden BJ Habibie, yang memang pendek masa jabatannya, pada masa Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) kembali terjadi penipuan yang mengaitkan Istana Negara. Pelakunya adalah Soewondo, yang biasa keluar masuk Istana karena jadi tukang pijat Gus Dur.

Orang yang dianggap 'dekat' dengan orang nomor satu di Indonesia itu berhasil menipu Yayasan Dana Kesejateraan Karyawan (Yanatera) Badan Urusan Logistik (BULOG) dan dituduh membobol uang yayasan hingga Rp 35 miliar. Soewondo sempat kabur, namun kemudian ditangkap polisi di kawasan Puncak, Jawa Barat. Pengadilan memvonisnya 3,5 tahun penjara.

Kasus tersebut sempat menyita perhatian khalayak dan menjadi senjata pamungkas bagi lawan-lawan politik Gus Dur, yang membantah telah memerintahkan pencarian dana itu. Namun, akhirnya Gus Dur lengser juga dari jabatannya gara-gara kasus yang dikenal dengan istilah Buloggate tersebut.

Pada masa Presiden Megawati, skandal 'penipuan' kembali terjadi. Kali ini yang diperdaya adalah Menteri Agama Kiai Said Agil Almunawar. Menteri yang bergelar profesor dan hafidz Alquran ini memimpin penggalian situs di Batutulis Bogor yang diyakini memendam harta karun yang nilainya dapat untuk membayar seluruh utang negara.

Menurut Said Agil, Presiden Megawati mengetahui rencana penggalian situs bersejarah yang konon peninggalan Kerajaan Pajajaran itu. Sayangnya, harta karun yang dicari hanya pepesan kosong. Said Agil sendiri kini masih ditahan dalam kasus tuduhan korupsi

Mari Belajar dari Sejarah Bangsa Indonesia

Marilah kita sejenak belajar dari sejarah bangsa Indonesia. Jangan sampai kisah kelam bangsa ini terulang kembali. Mari kita saling memafkan dan bekerja sama demi kemajuan bangsa yang kita cintai ini. Cukup sudah air mata dan darah yang tertumpah sia-sia. Gambar2 berikut dapat kita jadikan renungan :

Soekarno 1968


Setelah turun dari puncak kekuasaan, Soekarno sempat menengok seorang Mayor yang sedang sakit di daerah Bogor. Disana ia mengeluh - ketika sedang berada di Sukabumi -rakyat seperti ketakutan melihatnya. Seperti penderita penyakit lepra yang harus dijauhi.

Disana Bung Karno baru tahu bahwa memang rakyat telah diintimidasi untuk tidak mendekati dirinya. Barang siapa yang terlihat mendekati, berbicara atau menyapa akan diinterogasi pihak militer. Hanya orang yang berani mengambil resiko berbicara dengan Bung Karno. Termasuk Sang mayor.

Transmigrasi

Salah satu program kependudukan yang menjadi icon Orde baru. Banyak cerita cerita dibalik penggusuran desa untuk untuk pembangunan. Pembuatan bendungan, pengentasan kemiskinan dan janji janji kehidupan yang lebih baik di tanah baru. banyak juga cerita dan derita tanah yang tandus, sulitnya menembus hutan, dan perjuangan hidup di tanah baru. Apa kabar program Transmigrasi sekarang ? masih relevankah ?

Soekarno cukur

Sebuah penggambaran Presdien Pertama Indonesia sedang dicukur rambutnya



Penembakan Mahasiswa - 1



Situasi penembakan Mahasiswa di depan Universitas Atmajaya - November 1998.
Photo : Indonesia in Soeharto’s years

Mereka Yang Hilang



Dipenghujung kekuasaannya, Rezim orde Baru menunjukan kepanikannya menghadapi gerakan gerakan Mahasiswa, seniman dan mereka yang menginginkan perubahan di negeri ini. Hanya satu cara untuk membungkamnya. Menculik. Sebagian dari mereka tidak pernah kembali . Sampai hari ini.
Dari kiri : Wiji Thukul- penyair yang hilang, Kanan : Wajah Wajah aktivis mahasiswa yang sampai sekarang belum kembali.
Photo : Indonesia under Soeharto’s year

Golkar
Filed under: ORDE BARU — Iman Brotoseno @ 8:52 am
Tags: Golkar, ORDE BARU



Suatu waktu ketika Golongan Karya menjadi ‘ Rulling Party ‘ di negara ini, dan disatu pihak membuat mereka yang berseberangan menjadi antipati dengannya. Golkar juga terbukti berhasil melewati krisis dan ancaman pembubaran sewaktu gempita reformasi. Kini Golkar berubah baju dan terlihat lebih reformis. Apakah anda percaya ? Only time will tell.

Sumber Photo : Indonesia in Soeharto’s year


Mbak Tutut


Siapa yang tak mengenal tokoh ini. Peran Mbak Tutut akan menjadi kontroversial dalam catatan sejarah kekuasaan ayahnya, Soeharto. Konon ia sempat dianggap bagian dari suksesi pimpinan dari ayahnya.

Kiri - Melakukan wawancara setelah dilantik menjadi Menteri Sosial Kabinet terakhir Soeharto. Kanan atas - Memberikan sumbangan sepedamotor kepada militer. Kanan bawah - Bersama Harmoko, bekas juru bicara Soeharto sekaligus Ketua Golkar.

Kerusuhan Mei 1998




Kerusuhan di Jakarta bulan Mei 1998 merupakan kisah tragis perjalanan bangsa ini. Harga yang sangat mahal. Gambar kiri atas. Sebuah lukisan Liem Sioe Liong yang dijarah dan dibakar massa. Kanan atas - Masyarakat membersihkan sisa sisa puing kendaraan di Jalan Otto Iskandar Dinata. Kiri bawah. Evakuasi mayat dari sebuah pusat perbelanjaan yang terbakar di Klender. Kanan bawah - Seorang penjarah mengumpulkan barang barang hasil jarahannya.
Foto : Indonesia in Soeharto’s Years

Gerakan Mahasiswa ITB 1978


“Hanya Tuhan yang boleh tindas kami, itupun kalau Ia mau”
Mungkin mahasiswa ITB zaman sekarang sudah tidak mengenal lagi cerita ini. Dan mungkin juga mahasiswa-mahasiswa kampus lainnya, ketika almameter mereka mengalami tindakan represif yang sama. Tetapi gambar adalah bukti otentik bahwa benar kampus-kampus mereka pernah mencatat sejarah yang pahit.

Penolakan Soeharto sebagai Presiden kembali di ITB, 16 Januari 1978. Dan ini berbuntut panjang pada agresi aparat keamanan masuk ke dalam kampus ITB.

Di gambar ini adalah Boulevard - jalan yang membelah kampus ITB. Terlihat tentara berada di pintu gerbang utama kampus, siap merangsek ke dalam kampus.

Digambar ini, mahasiswa di pagar betis dan dilakukan pemeriksaan KTM.

Penjagaan gerbang-gerbang kampus sejak suksesnya invasi aparat ke dalam kampus.

Pemeriksaan massal yang berujung pada penahanan beberapa mahasiswa.
• Penolakan Soeharto : 16 Januari 1978
• Agresi Militer Pertama : 1 Februari 1978
• Agresi Militer Kedua : 2 - 9 februari 1978
Sebagian orang masih mengingat kasus NKK - BKK di era 70-an ini, dikenal dengan nama Normalisasi Kehidupan Kampus. Awal dari infiltrasi kekuatan politik penguasa Orde Baru dalam struktur kehidupan kampus. Dimana adanya bentukan Senat-senat di dalam kampus oleh pemerintah untuk mengontrol kehidupan mahasiswa.
Photo lainnya dari era-70-an.

Prosesi pemakaman Rene Conrad, korban penembakan karena gesekan mahasiswa dengan militer di tahun 1970,

Ibu dari Rene Conrad menunjuk Awaludin Jamin, Kapolri saat itu.

Situbondo



Sebuah kisah tragis. Baliho kerukunan agama di depan sebuah gereja, yang mana gereja itu sendiri habis terbakar oleh massa.
Foto : Indonesia in Soeharto years


Ambon


Seorang Ibu melintasi garis perbatasan saat kerusuhan di Ambon.
Foto : Indonesia in Soeharto’s years


Rengasdengklok



31 January 1997 - Kerusuhan rasial kembali terjadi negeri ini. Sekitar 3000 massa membakar 66 rumah, 72 toko, 20 mobil, 3 gereja dan 2 vihara Buddha. Kiri. Sebuah parung buddha yang digantung disebuah kuil yang dibakar. Kanan. Beberapa pemilik toko dan rumah melindungi propertinya dengan tulisan.
Foto : Indonesia in Soeharto;s years

Mahasiswa Reformasi



Sejarah Indonesia selalu mencatat , mahasiswa adalah lokomotif sebuah pergerakan dan pembaharuan.
Foto : Indonesia in Soeharto Years

Ditawan Belanda



Setelah aksi polisional kedua Desember 1948, ketiga pemimpin Republik yang masih muda ini ditawan Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka,


Pangsar Soedirman dan Soeharto




“Lebih baek di bom atom dari pada merdeka kurang dari 100 prosen” , demikianlah tanggapan Panglima Besar Soedirman terhadap Soekarno - Hatta yang lebih memilih jalur perundingan dengan Belanda. Sejarah mencatat bagaimana heroiknya perjuangan gerilya Panglima Besar Soedirman kurang lebih 7 bulan melintasi hutan dan gunung di Jawa Tengah - Jawa Timur.

Setelah Ibu Kota Yogyakarta berhasil direbut kembali, Soeharto diminta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, untuk menjemput Pangsar Soedirman di Karangmojo yang jalannya sudah dihancurkan, Soeharto menuju ke Karangmojo menggunakan kuda. Pangsar Soedirman akhirnya kembali ke Yogyakarta disambut oleh Pasukan Kehormatan di Alun-alun, yang merupakan upacara penghormatan terakhir kepada Panglima Besar Soedirman sebelum beliau meninggal dunia 29 Januari 1950.

Photo-photo diatas berasal dari buku “Soeharto, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya”. Menghiasi awal-awal halaman buku tersebut.


selengkap nya lihat di blog ini :

sumber :http://ceritaindonesia.wordpress.com




About Me

My photo
Halo sobat...nama saya Didik Sugiarto.....Saya bukanlah blogger profesional....hanya sekedar hobi ngeblog dan juga belajar cara mencari uang dengan blog.....adsense, amazon, clickbank dll.......semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua.