Showing posts with label spiritual. Show all posts
Showing posts with label spiritual. Show all posts
Monday, 31 October 2011
Kisah Tentang Ibu yang dibuang ke hutan......Bagus Banget
Dapat artikel menarik nih tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Begini Kisahnya......
Konon di jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan…..
Mereka yang di buang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya,sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya
Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai ranting pohon yang bisa diraihnya, lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap ibunya…
Justru si Ibu sangat tegar… dalam senyumnya ia berkata “Anak ku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dawasa. Ibu slalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini,rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun…tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu.Ibu takut kau tersesat....ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai ibunya meninggal..
------------------
Apa hikmah yang terkandung dala kisah diatas...?
Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya…
Karena pada saat engkau menggapai sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan bathinnya akan menderita kalau kita susah….
Bukan istri, suami, ataupun teman….
Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua… namun bapak dan ibu kita akan tetap mengasihi kita….
Mulai sekarang mari kita mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup….
I LOVE MOM AND DED
Wednesday, 16 February 2011
Cara menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad gimana ya..?

Gambar Sunan Bonang : Salah satu penyebar Islam di Tanah Jawa
Bagaimana sih sebenarnya cara mencintai Rosululloh? Pertanyaan seperti inilah yang sering diajukan oleh beberapa orang yang betul-betul ingin menunjukkan cintanya kepada Nabi. Namun kenyataannya banyak sekali kelompok yang ingin menunjukkan bukti kecintaan yang salah. Mereka dengan ringannya berbuat anarkis, membunuh sekelompok orang yang berbeda keyakinan ataupun berbeda pendapat. Apakah benar seperti itu tindakan seorang yang benar-benar mencintai Nabi...? Seharusnya seorang yang mencintai nabi akan menunjukkan kepada manusia bahwa dia membawa rahmat bagi semua makhluk di muka bumi ini. Islam haruslah menjadi pelindung dan sekaligus rahmat bagi siapapun dan bukannya malah menjadikan ketakutan kelompok diluar Islam.
Saya mendapat artikel dari detiknews.com tentang apa arti cinta kepada Nabi yang sesungguhnya. Semoga bermanfaat:
Jakarta - Di setiap Maulid Nabi Muhammad SAW, syair-syair lagu spritual Bimbo: "Rindu kami padamu ya Rasul, rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu ya Rasul, serasa Dikau di sini. Cinta Ikhlas Mu pada manusia, bagai cahaya suarga. Dapatkah kami membalas cintamu, secara bersahaja", mewakili segenap perasaan kita umat Islam.
Kerinduan dan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW sering pula diekspresikan dengan perasaan cinta yang kadang emosional, tak rela melihat Nabi dan ajarannya mendapat hinaan, penodaan dan penistaan dengan memerangi orang dan kelompok yang menistakan nabi dan ajaran Islam melalui jihad secara fisik.
Islam lebih sering ditampilkan sebagai agama yang kejam, suka kepada kekerasan dan peperangan. Islam menjadi agama yang menakutkan, padahal sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menekankan Islam sebagai agama kedamaian membawa keselamatan dan rahmat bagi seluruh alam.
Islam berasal dari bahasa Arab yaitu dari asal kata "Salam" yang artinya "Damai Sejahtera". Kalimat Islam itu sendiri jika diterjemahkan berarti "Selamat (Damai)". Adapun kalimat "Salam" dalam bahasa Ibrani yaitu 'Shalowm' yang artinya "damai Sejahtera". Para ulama ahli tafsir yang merujuk pada Al-Qur'an, selamat dari kemungkaran (kejahatan) dan selamat dari api neraka (murka Allah).
Sebagai agama yang membawa kedamaian, kesejahteraan dan rahmat bagi seluruh alam, Islam yang disebarkan nabi menjadi tonggak sejarah terpenting bagi kehidupan manusia dalam membangun peradaban yang modern dan madani (civil society). Begitu juga dengan penyebaran Islam di nusantara. Para wali dan ulama menyebarkan Islam ke seluruh nusantara dengan jalan damai, "suro diro joyodiningrat, lebur dening pangastuti" (semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah dengan keluhuran budi), dan dalam terminologi Islam disebut "Idza jaal haqqu wajahaqal bathil, innal bathila kana zahaqu."
Cinta Kepada Nabi
Cinta memang memiliki ekspresi yang berbeda-beda bagi setiap manusia, begitu juga cinta kepada Nabi Muhammad SAW, manusia biasa yang dimuliakan Allah, pemimpin teladan umat yang diutus menjadi Rasul Allah untuk memperbaiki akhlak manusia. Nabi terakhir (khataman nabiyyin), tiada nabi setelahnya, kekasih Allah yang digelari sebagai manusia yang dipercaya Al-Amin.
Dengan segenap kerinduaan dan kecintaan yang begitu mendalam kepada nabi, kita ingin memberi catatan-catatan penting bagaimana kita mengekspresikan rasa cinta kepada Nabi itu dengan pandangan dan perspektif yang lebih mendalam dalam kehidupan kita dengan meneladani keperibadian Nabi Muhammad SAW.
Dalam suatu riwayat dikisahkan bagaimana kecintaan para sahabat kepada Nabi. Menjelang akhir hayatnya, Nabi Muhammad SAW yang tengah menderita sakit, setelah memimpin sholat Subuh, Nabi berdiri di atas mimbar dan bertanya kepada para sahabat. "Wahai sahabat, kalian tahu umurku tak akan lagi panjang. Siapakah di antara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan kau tunggu hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik."
Melihat semua sahabat diam, Nabi mengulangi lagi ucapannya dengan suara yang terdengar lebih keras. Masih saja para sahabat duduk tenang. Hingga ucapannya yang ketiga kalinya, seorang laki-laki berdiri menuju nabi, dialah Ukasyah Ibnu Muhsin. "Ya Rasul Allah, dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, wahai kekasih Allah, saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul lambung sampingku," ucap Ukasyah.
Mendengar ini, nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah putrinya, Fatimah. Bilal tampak begitu berat menunaikan perintah nabi, Ia tak ingin cambuk yang dibawanya melecut tubuh sang kekasih, namun Ia juga tidak ingin mengecewakan nabi. Segera setelah sampai, cambuk diberikan kepada nabi dan dengan cepat cambuk berpindah ke tangan Ukasyah. Masjid seketika dipenuhi oleh gemuruh suara para sahabat.
Tiba-tiba dari barisan terdepan melesat maju sosok berwajah sendu dan berjanggut basah oleh air mata, dialah Abu Bakar dan sosok pemberani yang ditakuti para musuhnya di medan pertempuran, Umar Ibnu Khattab. Mereka berkata, "Hai Ukasyah, pukullah kami berdua, sesuka yang kau dera. Pilihlah bagian manapun yang paling kau inginkan, kisaslah kami". Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan kalian, begitu perintah nabi.
Melihat Abu Bakar dan Umar duduk kembali, Ali bin Abi Thalib pun berdiri di depan Ukasyah dengan berani. "Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan kisas Rasul. Inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku, Allah SWT sesungguhnya tahu kedudukan dan niatmu wahai Ali, duduklah kembali," kata nabi.
"Hai Ukasyah, engkau tahu, aku ini kakak-beradik, kami adalah cucu Rasulullah, kami darah dagingnya, bukankah ketika engkau mencambuk kami, itu artinya mengkisas Rasul juga." Hasan dan Husin tampil di depan Ukasyah. Lalu Nabi menegur mereka, "Wahai penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku, duduklah."
Masjid kembali ditelan senyap, Ukasyah tetap tegap menghadap nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi Ukasyah mengambil kisas. "Wahai Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah ragaku," Nabi selangkah mendekatinya.
"Ya Rasul Allah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang menghalangi lecutan cambuk itu." Kemudian Nabi pun melepaskan ghamisnya dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis sedih.
Melihat tubuh nabi, Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya nabi, sepuas keinginannya ia ciummi punggung nabi. Perasaan kerinduan kepada nabi ia tumpahkan pada saat itu. Ukasyah menangis gembira, berteriak haru, gemetar bibirnya berucap, "Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka."
Dengan penuh senyum nabi berkata, "Ketahuilah wahai manusia, siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini." Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah dan para sahabat yang lain berebut mencium Ukasyah. Pekikan takbir kembali menggema. "Wahai Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, karena engkau menjadi salah satu yang menemani Rasul Allah di surga," kata para sahabat.
Meneladani Nabi
Bagi kita umat Nabi Muhammad SAW, kecintaan kepada nabi tentu dengan menjadikan nabi sebagai teladan dalam kehidupan kita. Keteladanan nabi Muhammad SAW bukan lantaran kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan politik kenegaraan yang begitu besar yang dimiliki Nabi. Ia menjadi teladan bagi umat manusia lantaran keluhuran budi dan akhlak yang dimiliki, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21).
Meneladani Nabi berarti meneladani bagaimana nabi membangun rumah tangga yang memperoleh ridho Allah SWT. Nabi bersama istrinya Siti Khadijah selalu berusaha agar dapat mewujudkan dan membina rasa saling cinta mencintai, sayang menyayangi, hormat menghormati, selalu menjaga nama baik dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Nabi memelihara, mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan penuh tanggungjawab dan kasih sayang sehingga anak-anaknya senantiasa beriman dan bertakwa, sehingga hidupnya berguna dan berbahagia.
Nabi Muhammad SAW selalu menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada orang-orang yang dipimpinnya, selalu berusaha agar persaudaraan sesama umat Islam (ukhwah Islamiyah) terwujud, sering bermusyawarah dengan para sahabat, berusaha mengikis pengaruh kebendaan dari dalam diri kaum muslimin. Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin yang konsekuen, teguh pendirian dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.
Nabi Muhammad SAW juga selalu berusaha memelihara dan meningkatkan kesehatan, kebersihan dan keindahan tubuhnya secara Islami. Selalu membiasakan diri dengan akhlak terpuji dan menjauhkan diri dari akhlak tercela, serta giat beramal shaleh yang bermanfaat bagi umat. Sehingga Allah memuji Nabi: "Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4).
Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap anak-anak yatim, para fakir miskin dan orang-orang yang terlantar. Kasih sayang nabi bukan saja kepada sesama manusia, bahkan terhadap binatang dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya.
Meneladani Nabi Muhammad SAW berarti meneladani keperibadian-Nya sebagai pemimpin yang dipercaya (amanah) bukan saja dari umat melainkan dari Allah. Kepemimpinan yang dipercaya (amanah) itu dicapai karena nabi senantiasa mengembangkan kepribadian yang mengedepankan sikap moral yang baik dan kejujuran (siddiq), meningkatkan keterampilan dan menyampaikan apa adanya (tabligh) dan mengembangkan kapasitas serta kecerdasan (fathanah).
Mencintai dan meneladani Nabi bukan karena kita ingin menjadi nabi. Sebagai manusia yang tak sempurna, tidak selalu benar, serba terbatas, tak pernah luput dari segala kesalahan dan berbuat aniaya kepada sesama manusia, kita mencintai dan meneladani Nabi karena ingin mendapat jaminan dan safaat dari Nabi di hari kemudian. Wallahu a'lam bishawab.
*) Wahyu Triono KS adalah Direktur CINTA Indonesia, Professional Campaign and Politic Consultant Pada DInov ProGRESS Indonesia dan Wakil Sekretaris Jenderal PKMN KAHMI.
Tuesday, 15 February 2011
Belajar dari Rasululloh: Seorang pemimpin haruslah mampu memberikan tauladan yang baik
Dapat artikel menarik nih dari republika.co.id tentang pentingnya ketauladanan seorang pemimpin kepada rakyatnya. Kalau pemimpin bisa memberikan contoh yang baik, insya Allah rakyatnya juga akan mengikuti. Lain halnya bila pemimpin hanya bisa ngomong aja tapi nggak ngasih tauladan...ya sama juga bohong. Lebih lanjut tentang ketauladanan seorang pemimpin simak artikel berikut:
Keteladanan Rasulullah
Oleh: Achmad Sjamsudin
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21).
Rasulullah SAW memang suri teladan yang baik. Dan, indikator keteladanan beliau itu berbuat sebelum berucap (bersabda).
Sebagai contoh, beliau bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya (nasab), kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah yang karena agamanya, niscaya akan beruntunglah kamu di dunia akhirat." (HR Bukhari, dari Abu Hurairah).
Jauh sebelum mengatakan hadis tunkahu al-Mar'ah tersebut, lalu menekankan pada agama, beliau sudah mengamalkan hadis itu terlebih dahulu. Misalnya, pernikahan beliau dengan Khadijah yang didasari hanya pada akhlak. Khadijah tertarik pada sosok Rasulullah yang mulia itu. Khadijah mendengar perangai pemuda Muhammad yang al-Amin itu dari Maisaroh, pembantunya yang diutus berdagang ke Syam bersama Muhammad. Kejujuran dan akhlak Muhammad yang akhirnya memantapkan hati Khadijah.
Muhammad pun menerima Khadijah bukan karena hartanya (limaaliha). Tapi, semata-mata karena pertimbangan akhlak. Ketinggian akhlak Khadijah ini terbukti selama dia menjadi istri Rasulullah. Meskipun dari sisi finansial Khadijah lebih tinggi kedudukannya dari Rasulullah, keponakan Waraqah bin Naufal itu tetap menjadi istri secara utuh, yakni menghormati dan memuliakan Muhammad sebagai suaminya.
Maka itu, dikatakan oleh siroh nabawiyah, pernikahan Rasulullah dan Khadijah adalah pernikahan yang paling indah dalam sejarah umat manusia. Sebab, pernikahan keduanya didasari pada akhlak (agama). Bukan kekayaan, kecantikan, maupun keturunan.
Pantaslah apabila beliau bersabda sebagaimana hadis di atas. Rasul SAW mengatakan hal itu yaitu menekankan agama atau akhlak sebagai dasar cinta dan pernikahan karena beliau sudah melakukan atau berbuat seperti yang beliau katakan. Beliau sudah membuktikan kata-katanya itu terlebih dahulu.
Inilah kunci utama dari keteladanan (uswah) Rasulullah SAW, yaitu memberi contoh (berbuat) sebelum menyuruh (mengatakan). Dan, ini pulalah 'hakikat keteladanan' yang harus melekat pada diri setiap umatnya.
Sebagai kepala keluarga, misalnya, kita harus berbuat dulu sebelum menyuruh anggota keluarga kita agar mereka mau menjalankannya. Sang ayah harus memberi contoh untuk tidak menonton sinetron terlebih dahulu, umpamanya, sebelum menyuruh anaknya. Insya Allah, sang anak akan meniru tidak menonton sinetron yang telah dicontohkan ayahnya.
Pemimpin negara demikian pula. Seorang presiden harus memberi contoh hidup sederhana terlebih dahulu sebelum menyerukannya kepada seluruh rakyat.
Marilah kita masing-masing mengaktualisasikan 'batasan keteladanan' ini, agar kita benar-benar menjadi 'teladan sejati' seperti halnya Rasulullah SAW. Wallahu a'lam.
Keteladanan Rasulullah
Oleh: Achmad Sjamsudin
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21).
Rasulullah SAW memang suri teladan yang baik. Dan, indikator keteladanan beliau itu berbuat sebelum berucap (bersabda).
Sebagai contoh, beliau bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya (nasab), kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah yang karena agamanya, niscaya akan beruntunglah kamu di dunia akhirat." (HR Bukhari, dari Abu Hurairah).
Jauh sebelum mengatakan hadis tunkahu al-Mar'ah tersebut, lalu menekankan pada agama, beliau sudah mengamalkan hadis itu terlebih dahulu. Misalnya, pernikahan beliau dengan Khadijah yang didasari hanya pada akhlak. Khadijah tertarik pada sosok Rasulullah yang mulia itu. Khadijah mendengar perangai pemuda Muhammad yang al-Amin itu dari Maisaroh, pembantunya yang diutus berdagang ke Syam bersama Muhammad. Kejujuran dan akhlak Muhammad yang akhirnya memantapkan hati Khadijah.
Muhammad pun menerima Khadijah bukan karena hartanya (limaaliha). Tapi, semata-mata karena pertimbangan akhlak. Ketinggian akhlak Khadijah ini terbukti selama dia menjadi istri Rasulullah. Meskipun dari sisi finansial Khadijah lebih tinggi kedudukannya dari Rasulullah, keponakan Waraqah bin Naufal itu tetap menjadi istri secara utuh, yakni menghormati dan memuliakan Muhammad sebagai suaminya.
Maka itu, dikatakan oleh siroh nabawiyah, pernikahan Rasulullah dan Khadijah adalah pernikahan yang paling indah dalam sejarah umat manusia. Sebab, pernikahan keduanya didasari pada akhlak (agama). Bukan kekayaan, kecantikan, maupun keturunan.
Pantaslah apabila beliau bersabda sebagaimana hadis di atas. Rasul SAW mengatakan hal itu yaitu menekankan agama atau akhlak sebagai dasar cinta dan pernikahan karena beliau sudah melakukan atau berbuat seperti yang beliau katakan. Beliau sudah membuktikan kata-katanya itu terlebih dahulu.
Inilah kunci utama dari keteladanan (uswah) Rasulullah SAW, yaitu memberi contoh (berbuat) sebelum menyuruh (mengatakan). Dan, ini pulalah 'hakikat keteladanan' yang harus melekat pada diri setiap umatnya.
Sebagai kepala keluarga, misalnya, kita harus berbuat dulu sebelum menyuruh anggota keluarga kita agar mereka mau menjalankannya. Sang ayah harus memberi contoh untuk tidak menonton sinetron terlebih dahulu, umpamanya, sebelum menyuruh anaknya. Insya Allah, sang anak akan meniru tidak menonton sinetron yang telah dicontohkan ayahnya.
Pemimpin negara demikian pula. Seorang presiden harus memberi contoh hidup sederhana terlebih dahulu sebelum menyerukannya kepada seluruh rakyat.
Marilah kita masing-masing mengaktualisasikan 'batasan keteladanan' ini, agar kita benar-benar menjadi 'teladan sejati' seperti halnya Rasulullah SAW. Wallahu a'lam.
Monday, 14 February 2011
Subhanalloh....Mike Tyson menangis di Tanah Suci Mekah...
Hidayah memang bisa datang kepada siapa saja. Tidak peduli apa latar belakangnya...seburuk apapun manusia....asal mau membuka hati...Insya Alloh akan mendapat hidayah yang akan membawanya kepada kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.
Seperti yang dialami oleh mantan petinju dunia Mike Tyson, setelah masuk Islam dan menunaikan ibadah haji, dia menangis tersedu-sedu di tanah suci. Lebih lanjut simak artikel berikut:

VIVAnews - Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson menangis ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi. Tyson juga melakukan umrah di Mekah, Minggu 4 Juli 2010.
Tyson menginjak Tanah Suci untuk kali pertama pada Jumat 2 Juli 2010. Pria 44 tahun ini langsung melakukan sejumlah kegiatan, termasuk melakukan ibadah di Masjid Al-Nabawi. Sebagaimana yang dilansir Saudi Gazette, Senin 5 Juli 2010, Tyson tinggal di hotel dekat Masjid Al-Nabawi dan mendapat sambutan luar biasa dari fans.
Mantan petinju yang dijuluki 'Si Leher Beton' ini mendapat pengawalan ketat saat melakukan shalat Dzuhur. Dan Tyson mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama di Arab Saudi.
"Saya senang punya fans yang mencintai saya di sini (Arab Saudi). Tapi, saya berharap mereka meninggalkan saya sendiri untuk menikmati momen spiritual di Tanah Suci. Saya tidak kuasa menitikkan air mata ketika saya mengetahui
bahwa saya berada di salah satu taman surga," ujar Tyson ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi.
Tyson yang memeluk Islam ketika masih dipenjara pada pertengahan 1990an, kemudian mengganti pakaian dengan mengenakan ihram untuk melakukan umrah di Mekah.
Usai melakukan umrah di Mekah, mantan petinju yang punya nama Islam, Malik Abdul Aziz ini rencananya juga akan mengunjungi Jeddah, Abha dan Riyadh.
Seperti yang dialami oleh mantan petinju dunia Mike Tyson, setelah masuk Islam dan menunaikan ibadah haji, dia menangis tersedu-sedu di tanah suci. Lebih lanjut simak artikel berikut:

VIVAnews - Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson menangis ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi. Tyson juga melakukan umrah di Mekah, Minggu 4 Juli 2010.
Tyson menginjak Tanah Suci untuk kali pertama pada Jumat 2 Juli 2010. Pria 44 tahun ini langsung melakukan sejumlah kegiatan, termasuk melakukan ibadah di Masjid Al-Nabawi. Sebagaimana yang dilansir Saudi Gazette, Senin 5 Juli 2010, Tyson tinggal di hotel dekat Masjid Al-Nabawi dan mendapat sambutan luar biasa dari fans.
Mantan petinju yang dijuluki 'Si Leher Beton' ini mendapat pengawalan ketat saat melakukan shalat Dzuhur. Dan Tyson mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama di Arab Saudi.
"Saya senang punya fans yang mencintai saya di sini (Arab Saudi). Tapi, saya berharap mereka meninggalkan saya sendiri untuk menikmati momen spiritual di Tanah Suci. Saya tidak kuasa menitikkan air mata ketika saya mengetahui
bahwa saya berada di salah satu taman surga," ujar Tyson ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi.
Tyson yang memeluk Islam ketika masih dipenjara pada pertengahan 1990an, kemudian mengganti pakaian dengan mengenakan ihram untuk melakukan umrah di Mekah.
Usai melakukan umrah di Mekah, mantan petinju yang punya nama Islam, Malik Abdul Aziz ini rencananya juga akan mengunjungi Jeddah, Abha dan Riyadh.
Tuesday, 18 January 2011
Makna dan hakikat dari berwudhu..apa ya?

Bagi seorang muslim mengambil air wudhu sudah merupakan kegiatan sehari-hari. Bahkan minimal 5 kali sehari sewaktu akan menjalankan sholat 5 waktu. Bahkan ada beberapa orang yang ingin selalu menjaga kesuciannya dengan selalu mengambil air wudhu setiap batal. Orang seperti ini akan dijaga Alloh dari segala musibah dan bencana. Mengapa?
Alloh telah berjanji bahwa akan menjaga hamba Nya yang selalu mengingat atau berdzikir kepada Nya. Secara tidak langsung dengan terus menerus menjaga kesucian diri dan jiwa ini...seseorang akan terus menerus terhubung dengan sang pencipta alam semesta ini. So..bila teman-teman ingin merasakan ketentraman batin yang luar biasa dalam hidup ini....bisa menerapkan tips ini...yaitu menjaga wudhu. JAdi setiap batal wudhunya...langsung mengambil air wudhu.
Tapi mengapa ya kok banyak koruptor yang kelihatannya Islami...taat ibadahnya.....dan banyak sumbangannya ke mesjidnya...?
Inilah yang mengilhami saya untuk menulis artikel ini. HAnya sekedar berbagi...karena saya pun belum bisa melaksanakan sepenuhnya. Siapa tahu ini bermanfaat bagi teman-teman semua ya...
Saya kadang geli juga lihat tingkah polah para koruptor ini. Seperti naik haji pakai duit korupsi....membangun mesjid pakai duit korupsi juga...wah...wah...wah sepertinya Tuhan diajak bercanda dengan mereka. Seolah-olah menganggap Tuhan seperti mafia aja. Tuhan bisa diajak berkolusi. Ya siapa tahu , Tuhan mau memaafkan dosa korupsinya dengan melakukan ibadah seperti itu.
Saya yakin bahwa seorang yang koruptor untuk kebaikan...ini seperti halnya mencuci dengan air kotor dan najis. Jadi bukannya bersih tapi malah tambah kotor. Jadi perbuatan seperti tidak hanya sia-sia..melainkan juga menambah dosa bagi yang melakukannya.
Lebih baik anda beramal atau bersedekah 50 ribu dari keringat sendiri secara hallal..daripada bersedekah 5 milyar dari hasil korupsi ataupun cara lain yang tidak hallal.
Lho kok malah ngelantur toh...lantas apa nih kaitannya dengan wudhu..?
Menurut saya mungkin para koruptor ini belum benar wudhunya. Karena kalau wudhunya benar...seseorang pasti nggak mau main-main dengan harta yang haram. Jangankan yang haram...yang masih ragu-ragu saja...pasti ia tinggalkan. Takut tidak berkah hartanya. Karena kalau harta sudah tidak berkah...akibatnya sampai di akhirat lebih menderita.
Mengapa bisa begitu..?
Ceritanya begini...sewaktu aku dulu ngaji di desa...lupa apa kitabnya. Bagi teman-teman yang di pondok pesantren mungkin tahu kitab itu. Yaitu kitab yang membahas tentang hakikat wudhu.
Yaitu ketika kita mencuci tangan sebenarnya secara tersirat mempunyai makna..." Wahai Tuhan bersihkanlah perbuatan tanganku dari perbuatan yang dzalim. Dekatkanlah kedua tanganku kepada perbuatan yang baik dan membawa kebaikan bagi agama" Kalau sudah begitu ..mana mungkin seorang yang wudhunya benar mau berbuat korupsi....ataupun perbuatan dzalim lainnya. Apalagi perbuatan haram. Wong setiap dia berwudhu...doanya seperti itu.
Terus ketika kita berkumur...doanya adalah " Wahai Tuhan jauhkanlah mulutku dari perkataan kotor dan jahat. Berikanlah kebaikan apa yang aku ucapkan. sehingga bermanfaat bagi semuanya"
Ketika membasuh muka " Ya Tuhan berikanlah cahaya Mu agar wajahku tidak nampak gelap di hari akhir nanti. Jangan jadikan wajahku seperti wajah orang yang kafir atau durhaka kepada Mu. Semoga wajahku terang benderang seperti wajah hamba-hamba Mu yang engkau Ridhoi"
Ketika membasuh kepala " Ya Alloh berikanlah kami pikiran positif....yang terus mengharap ampunan dan ridho Mu. Hindarkanlah pikiranku dari segala yang kotor dan membahayakan. Berikanlah ketenangan dan rasa syukur dalam hidup ku secara terus menerus".
Ketika membasuh kaki : " Wahai Tuhan berikanlah kekuatan kepada kakiku untuk melangkah menuju kebaikan. Jauhkanlah dari langkah syetan yang menjerumuskan kepada dosa dan penderitaan. Mudahkanlah kakiku untuk melewati jembatan Shirotol Mustaqim agar selamat dari siksa api neraka".
Itulah sedikit makna dan hakikat wudhu yang saya ketahui. Ada kurangnya saya mohon maaf.... semoga bermanfaat.
Thursday, 9 December 2010
why muhammad prophet crying when receiving the revelation of science...?

Muhammad prophet cried all night to receive revelation knowledge is never that great Apostle of Allah peace be upon him cry. Even when they lose the people who really loved. Or when he experienced the pressures that are very heavy from the infidels who resisted. Tears of the prophet which lasted all night came shortly after he received a revelation from God, the Supreme bookish, as referred to in QS.Ali Imran :190-191, which means as follows:
"Verily in the creation of the heavens and the earth and the change of day and night there were signs of God for (the person who called) Ulil Albab. Namely the people who always remember to God in a state of standing, sitting, and lying down and he was always thinking about the creation of the heavens and the earth. Then he said: My Lord nothing is in vain all that you have created this. Supreme holy art thou, then put away us from the doom of hell fire. "
In the telling, as usual one when Bilal adzan Fajr. His usual before the call to prayer is finished, the prophet already be inside the mosque to then lead the prayers in congregation with his companions, but not as usual, the prophet is not present despite Bilal had finished the last sentence adzannya.
Wait a few moments by Bilal and his companions, the prophet did not appear at the mosque. Finally, because it concerned something happened, then Bilal decided to pick up the prophet, whose house was adjacent to the mosque.
Stall door knock-knock home Prophets by Bilal while saying hello. Not directly no answer from inside the chamber. But a moment later Bilal let go.
Are the visits Bilal ...? He saw the prophet as being particularly mengharukan.air berlinangan eye on his cheek. His eyes were swollen to show how he had been crying all night long.
Because the worried look at the condition of the Prophet, Bilal was then asked him, "There is on earth so that the prophet crying like that. Are the Prophet sick. Or the prophet rebuked by God. Or there are other great events? "So Allah's Apostle said last night that he had received revelation from God QS ali imran 190-191 above.
Let us see the wonders of creation of the heavens and the earth.
Have we come out at night. In a place that is open and a little dark point view of the sky. If skies are clear, we will be able to see stars scattered in space.
Have we ever imagine that the stars is a sun like our sun in our solar system. Due to the distance of the sun so that with our earth, it looks very small and flickering. But the real stars are the sun. Even many whose size is much larger than our sun.
Sun that we have is about 200 times Earth's diameter. It contains a hydrogen thermonuclear reaction, which is a helium gas. While the stars of the magnitude that there dozens of time compared to the size of our matahri. The largest discovered by astronomers is the star Mu-Cepe, namely skitar 1500 times our sun, aka hundreds of thousands of times the size of Earth.
So big in size but looks so small. Yes, it's all because of the distance the stars are very far from the earth. How far the closest star to earth? Mengatkan astronomical information about 8 light years away. What does the light only takes 8 years to get to the star closest to it.
So how many miles? Let's count. The speed of light is 300,000 km / sec. So if light takes 8 years, mean distance is 8 th x 365 hr x 24 hours x 60 minutes x 60 detikx 300,000 km = 75,686,400,000,000 km or about 75 trillion kilometers. It's the distance that was never imagined in our lives.
Can we go there ...? On paper maybe. But how long it takes ...? Let us count. SJA Suppose we ride the space shuttle challenger or Colombia which has a speed of 20 thousand km per hour. How long we will reach the star .....? Apparently we need a time 428 years we've only got sana.kita require 5-6 generations to get there. Subhanallah ... ... ...
Though the number of stars in the universe is trillions. So the earth we live in is also not nothing. Earth is like a dust in the carpet 'universe of the desert' universe. Above the earth like dust that is billions of humans alive with activity and arrogance! By Jove, it's so small we are and the incredible enormity of the power of God. It was natural that the prophet into sobs when he received revelation about the power of God above.
There is another very unique when observing the stars in the sky. As we have discussed above that the stars were away very diverse, ranging from the sun that the distance is 8 minutes of light, star light, a distance of 8 years, up to a distance of 10 billion light years.
Have you ever imagined, that the sun we see every morning was the sun 8 minutes ago ....? Not the sun that now! Why is that ....? Yes, because the sun takes 8 minutes to reach Earth, which is 150 million km from the sun. Means the sun that we see at the time was the sun 8 minutes ago! Weird is not ....?
So also when we see a star is 8 light years. Stars that we are seeing is not a star but a star at this point in time 8 years ago. Because the light in our eyes until it is light that has traveled as far as 8 years of light. Is not light takes time to travel?
No different from stars farther away. If we observe a star 100 million light-years away, so we're actually observe the conditions of 100 million years ago.
So if we observe the stars at night, in fact we not only see the sky now. But at the same time looking at the sky now, the sky 1000 years ago, the sky a million years ago, and even the sky 10 billion years ago ...! Subhanallah .......
Truly God is immense power of this universe including us in this earth like dust in the desert expanse of the universe universe. So we should not apply very arrogant and proud your self. Astaghfirullahal 'Adziim. I ask forgiveness to God for all my sins so far.
(In writing on the eve of the 16th Ramadan by Didik Sugiarto, quoted from the book: turbulence energy Agus Mustofa temple work) may be useful for us all.
Wednesday, 21 April 2010
Ini lakonnya masih Goro-goro......??

Kyai Semar masih "TOPO MBISU" (jawa: bertapa membisu) di padepokannya Karangkedempol. Tubuhnya diam tidak bergerak sedikitpun. Namun dari guratan dikeningnya jelas terlihat bahwa kyai Semar sedang gundah-gulana. Seperti ada beban berat yang harus dipikul...namun belum bisa diputuskan sekarang....dan harus menunggu saat yang tepat.
Geger kerajaan dan carut marutnya pemerintahan saat ini benar-benar membuat sang kyai Gusar. Yang benar dikatakan salah...dan yang salah dibuat seolah-olah benar. Wong cilik semakin ditindas...wong gede ..rebutan kuasa. Benar-benar sebuah ironi suatu negeri yang konon katanya gemah ripah loh jinawi. Tapi...Biarlah waktu yang menentukan ..kapan saat yang tepat bagi sang kyai untuk turun Gunung.
Pandawa masih siaga di tempatnya masing-masing..menunggu dawuh sang kyai yang merupakan panutan para bijak ini. Sambil santai minum kopi tubruk cap "NASGITEL"di serambi depan padepokan....Arjuna dan Wrekudoro berbincang serius tentang kondisi terakhir gonjang ganjing mafia kerajaan yang cukup membuat gusar rakyat ini. Wrekudoro mengajak kepada Arjuna untuk segera turun dan memberantas sendiri semua mafia itu sampai ke akar-akarnya. Kalau perlu bukan hanya mbahe mafia saja..tapi juga sing "mbahurekso" mafia dilucuti juga.
Namun dengan arifnya ..Arjuna menganjurkan untuk tetap bersabar dan akan menunggu intruksi dari Kyai Semar. Yang konon sedang menunggu wangsit dewata..untuk bertindak dengan tepat.
Bukannya Kyai Semar cuek dan nggak peduli dengan kondisi saat ini. Justru Kyai Semar menunggu saat yang tepat...agar kebenaran bisa menang melawan kebatilan.
Pesannya hanya satu kepada Pandawa....."saiki mangsane goro-goro...sabar yo le" ( Sekarang saatnya kekacauan...jadi bersabarlah). Nanti setelah kekacauan ini sampai puncaknya....barulah kita akan turun Gunung. Kita habisi semua orang-orang yang pembohong dan penipu ..yang suka menipu rakyat...dan membuat sengsara seluruh kerajaan. Yang hanya peduli kepada kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Sementara jutaan rakyat merana....dan banyak yang tidak bisa makan.
Memang Kyai Semar tidak diragukan lagi kesaktiannya. Karena dia merupakan perwujudan dari Sang Hyang Ismoyo. Kahyangan saja sempat dibuat geger dan tak berkutik tatkala Sang Kyai Semar protes kepada Betara Guru karena ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.
Namun kali ini Sang Kyai justru diam alias membisu ...mungkin memang belum saatnya untuk turun gunung.
Friday, 19 March 2010
Sebuah renungan spiritual: Matahari keheningan dari Bali
Dapat artike menarik nih tentang arti pencerahan dan kesadaran manusia. Kalau beberapa waktu yang lalu aku tampilkan review tokoh di TV One dengan pembawa acara Farhan dan tokohnya adalah Gede Prama....kali ini aku ingin sampaikan sebuah artikel yang ditulis langsung oleh Gede Prama di sebuah blog nya di http://gedeprama.blogdetik.com
Tulisan ini sangat inspiratif dan semoga mampu membuka wawasan kita untuk mengenal lebih dalam tentang apa itu pencerahan dan kesadaran spiritual....
Renungan Nyepi 2010: Matahari Dari Bali
Kekacauan kosmik di mana-mana. Barat yang lama menjadi idola dunia dalam keteraturan, kesantunan, keberadaban, sekarang berdarah-darah. Perdana menteri (PM) Italia Silvio Beluschoni dilempar patung hingga berdarah mukanya. Kasus pemimpin dilempar sepatu tidak saja dialami oleh mantan presiden Amerika Serikat George Walker Bush, rabu 23-2-2010 PM Turki Recep Tayyip Erdogan juga dilempar sepatu.
Politik di negeri ini juga menyentuh hati. Bila di zaman Majapahit, raja diyakini sebagai reinkarnasi dewa, sehingga tatanan kosmik terjaga rapi, di zaman ini ada yang tega menyamakan pemimpin dengan kerbau. Meminjam pendapat sahabat Mohamad Sobary: “Tiap presiden dikutuk. Sesudah dijatuhkan, dengan sinting merasa bangga telah menjatuhkan presiden”. Sehingga menyisakan pertanyaan, kapan negeri ini punya energi serius untuk meninggalkan kemiskinan dan ketertinggalan?
Bila tubuh manusia diibaratkan alam, tatanan kosmik terjaga bila topi menutup kepala, sepatu melindungi kaki. Kekacauan kosmik terjadi bila sepatu dilemparkan ke kepala, pemimpin (kepala) diperlakukan secara menyentuh hati. Bila alam kemudian berespon dengan kekacauan (sabtu 27-2-2010 bahkan terjadi gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter di Cile yang diikuti tsunami di sepanjang Pasifik), tentu saja bukan kebetulan, karena alam memantulkan perilaku manusia.
Istirahat dalam Kealamian
Bila boleh lari, banyak yang lari dari kekacauan ini. Namun sudah menjadi hakekat kehidupan sejak dulu penuh godaan. Di zaman Sang Rama penggodanya Rahwana, di zaman Sang Buddha penggodanya Devadatta, di zaman Yesus Kristus penggodanya Yudas, di zaman nabi Muhammad penggodanya suku Quraishi. Sehingga memberi inspirasi, bila di zaman ketika lahir nabi dan kitab suci saja ada penggoda, apa lagi di zaman gelap ini.
Sehingga lari dari kekacauan sesungguhnya tidak alami, karena dalam kekacauan ada keheningan, dalam keheningan ada kekacauan. Ini yang menyebabkan para suci beristirahat dalam kealamian.
Salah satu pesan Yesus yang teramat menyentuh berbunyi: “Be still and know that I am God”. Heninglah dan lihat bagaimana kesempurnaan membuka rahasianya. Mistikus sufi Jalalludin Rumi pernah membuat puisi bagus sekali: “Hidup seperti tinggal di losmen. Setiap hari tamunya berganti. Namun siapa pun tamunya, jangan lupa tersenyum”.
Saking teguhnya Mahatma Gandhi dalam berjuang, kerap ditanya apa senjatanya dalam berjuang. Dengan tenang Gandi menjawab: “doa dalam diam”. Tatkala murid-muridnya bertengkar tidak bisa diakurkan, GA Buddha memilih pergi ke hutan bersahabatkan alam.
Matahari Keheningan
Lain tempat lain cerita. Tetua Bali menjaga generasi berikutnya dengan menyisakan sejumlah warisan spiritual. Di Pura Kehen Bangli tetua meletakkan prasasti tua yang berisi undangan untuk pulang. Makna pulang memang amat beragam. Namun salah satu tanda manusia telah pulang kalau sudah berisitirahat dalam kealamian.
Bagi setiap anak yang bertumbuh di desa tua Bali, kemudian bertanya pada tetua tentang religiusitas, biasanya dijawab: “nak mula keto” (memang demikianlah adanya). Seperti memberi kunci rahasia, itulah jalan pulang.
Bagi pencari yang lapar jawaban, haus perdebatan, gembira dengan pertengkaran, jawaban tetua ini mengecewakan. Namun bagi yogi tingkat tinggi, jawaban nak mula keto ini amat mengagumkan. Setelah menggali jauh ke dalam, ternyata kehidupan serupa dengan air di semesta. Hujan deras tidak membuat air bertambah, musim panas tidak membuat air berkurang.
Ia yang mata spiritualnya terbuka akan melihat, kesedihan tidak melakukan pengurangan, kebahagiaan tidak melakukan penambahan. Semuanya sempurna apa adanya. Makanya di Tantra manusia tercerahkan menemukan tiga bentuk samadhi (konsentrasi): samadhi of suchness, samadhi of illumination, samadhi of seed syllable.
Konsentrasi pertama ketemu ketika seseorang bisa melihat semua sempurna apa adanya. Konsentrasi kedua ditandai oleh munculnya cahaya (baik dalam artian simbolik berupa kehidupan terang benderang, juga dalam pengertian sebenarnya dalam bentuk melihat cahaya). Konsentrasi ketiga terjadi ketika seseorang sudah melihat, mendengar, meletakkan aksara suci di dalam.
Perhatikan sendok kecil yang dimasukkan ke dalam cangkir. Sedikit saja digerakkan akan menimbulkan suara. Sebagai pembanding, ambil palu besar kemudian gerakkan dalam ruang yang luas. Tidak ada suara dan benturan. Ini memberi pelajaran, perkelahian, kekacauan terjadi karena ruang-ruang kesadaran manusia semakin lama semakin sempit, picik, fanatik. Tatkala semua terlihat sempurna apa adanya, ruang kesadaran menjadi seluas semesta. Kemudian tidak ada suara yang tersisa, hanya tersisa keheningan yang menawan.
Dunia mungkin terus berputar dengan kekacauan kosmiknya, namun setiap Nyepi terbit matahari dari Bali yakni matahari keheningan.
Perhatikan pulau Bali baik-baik. Di kepala (utara) di mana bisa terlihat matahari terbit sekaligus tenggelam, tetua memberi nama desa dengan Kubutambahan. Kubu artinya rumah, tambah berarti positif (rumah orang-orang berfikir positif). Di kaki pulau Bali (selatan), di mana matahari terbit kerap bercumbu mesra dengan puncak gunung Agung, nama desanya Sanur. Sa dalam bahasa Bali artinya satu, Nur itu cahaya (cahaya yang satu). Dan tempat di mana jutaan manusia dari seluruh dunia mengalami penyembuhan bernama Ubud (ubad alias obat) yang berlokasi di Bali Tengah.
Dibaca menjadi satu, matahari keheningan di dalam mungkin terbit bila manusia mengisi kepalanya dengan pikiran positif, melangkahkan kaki diterangi cahaya yang satu. Sebagai hasilnya, ia tersembuhkan (baca: tercerahkan). Ciri manusia tercerahkan, selalu berjalan di jalan tengah. Puncak pencaharian di jalan tengah bernama keheningan. Di mana seluruh dualitas (benar-salah, suci-kotor, baik-buruk) lebur ditelan keheningan menjadi keindahan menawan. Itu sebabnya, tersisa teramat banyak keindahan di Bali.
Perhatikan titik pusat Pura Besakih (di antara Kiwa-Tengen), tetua memberi tanda Parama Shunya (keheningan yang maha utama). Di tempat itu, tetua tidak meletakkan apa-apa. Karena memang tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.
Di mata awam, pencapaian seperti ini bisa disebut negatif (tidak berbuat apa-apa). Tapi di mata guru-guru tercerahkan, ini mengagumkan. Serupa pohon, orang tercerahkan di luarnya memang diam, namun dalam diamnya ia mengolah karbon dioksida (baca: kekacauan kosmik) menjadi oksigen (vibrasi positif) yang amat dibutuhkan. Selamat hari raya Nyepi.
http://gedeprama.blogdetik.com
Tulisan ini sangat inspiratif dan semoga mampu membuka wawasan kita untuk mengenal lebih dalam tentang apa itu pencerahan dan kesadaran spiritual....
Renungan Nyepi 2010: Matahari Dari Bali
Kekacauan kosmik di mana-mana. Barat yang lama menjadi idola dunia dalam keteraturan, kesantunan, keberadaban, sekarang berdarah-darah. Perdana menteri (PM) Italia Silvio Beluschoni dilempar patung hingga berdarah mukanya. Kasus pemimpin dilempar sepatu tidak saja dialami oleh mantan presiden Amerika Serikat George Walker Bush, rabu 23-2-2010 PM Turki Recep Tayyip Erdogan juga dilempar sepatu.
Politik di negeri ini juga menyentuh hati. Bila di zaman Majapahit, raja diyakini sebagai reinkarnasi dewa, sehingga tatanan kosmik terjaga rapi, di zaman ini ada yang tega menyamakan pemimpin dengan kerbau. Meminjam pendapat sahabat Mohamad Sobary: “Tiap presiden dikutuk. Sesudah dijatuhkan, dengan sinting merasa bangga telah menjatuhkan presiden”. Sehingga menyisakan pertanyaan, kapan negeri ini punya energi serius untuk meninggalkan kemiskinan dan ketertinggalan?
Bila tubuh manusia diibaratkan alam, tatanan kosmik terjaga bila topi menutup kepala, sepatu melindungi kaki. Kekacauan kosmik terjadi bila sepatu dilemparkan ke kepala, pemimpin (kepala) diperlakukan secara menyentuh hati. Bila alam kemudian berespon dengan kekacauan (sabtu 27-2-2010 bahkan terjadi gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter di Cile yang diikuti tsunami di sepanjang Pasifik), tentu saja bukan kebetulan, karena alam memantulkan perilaku manusia.
Istirahat dalam Kealamian
Bila boleh lari, banyak yang lari dari kekacauan ini. Namun sudah menjadi hakekat kehidupan sejak dulu penuh godaan. Di zaman Sang Rama penggodanya Rahwana, di zaman Sang Buddha penggodanya Devadatta, di zaman Yesus Kristus penggodanya Yudas, di zaman nabi Muhammad penggodanya suku Quraishi. Sehingga memberi inspirasi, bila di zaman ketika lahir nabi dan kitab suci saja ada penggoda, apa lagi di zaman gelap ini.
Sehingga lari dari kekacauan sesungguhnya tidak alami, karena dalam kekacauan ada keheningan, dalam keheningan ada kekacauan. Ini yang menyebabkan para suci beristirahat dalam kealamian.
Salah satu pesan Yesus yang teramat menyentuh berbunyi: “Be still and know that I am God”. Heninglah dan lihat bagaimana kesempurnaan membuka rahasianya. Mistikus sufi Jalalludin Rumi pernah membuat puisi bagus sekali: “Hidup seperti tinggal di losmen. Setiap hari tamunya berganti. Namun siapa pun tamunya, jangan lupa tersenyum”.
Saking teguhnya Mahatma Gandhi dalam berjuang, kerap ditanya apa senjatanya dalam berjuang. Dengan tenang Gandi menjawab: “doa dalam diam”. Tatkala murid-muridnya bertengkar tidak bisa diakurkan, GA Buddha memilih pergi ke hutan bersahabatkan alam.
Matahari Keheningan
Lain tempat lain cerita. Tetua Bali menjaga generasi berikutnya dengan menyisakan sejumlah warisan spiritual. Di Pura Kehen Bangli tetua meletakkan prasasti tua yang berisi undangan untuk pulang. Makna pulang memang amat beragam. Namun salah satu tanda manusia telah pulang kalau sudah berisitirahat dalam kealamian.
Bagi setiap anak yang bertumbuh di desa tua Bali, kemudian bertanya pada tetua tentang religiusitas, biasanya dijawab: “nak mula keto” (memang demikianlah adanya). Seperti memberi kunci rahasia, itulah jalan pulang.
Bagi pencari yang lapar jawaban, haus perdebatan, gembira dengan pertengkaran, jawaban tetua ini mengecewakan. Namun bagi yogi tingkat tinggi, jawaban nak mula keto ini amat mengagumkan. Setelah menggali jauh ke dalam, ternyata kehidupan serupa dengan air di semesta. Hujan deras tidak membuat air bertambah, musim panas tidak membuat air berkurang.
Ia yang mata spiritualnya terbuka akan melihat, kesedihan tidak melakukan pengurangan, kebahagiaan tidak melakukan penambahan. Semuanya sempurna apa adanya. Makanya di Tantra manusia tercerahkan menemukan tiga bentuk samadhi (konsentrasi): samadhi of suchness, samadhi of illumination, samadhi of seed syllable.
Konsentrasi pertama ketemu ketika seseorang bisa melihat semua sempurna apa adanya. Konsentrasi kedua ditandai oleh munculnya cahaya (baik dalam artian simbolik berupa kehidupan terang benderang, juga dalam pengertian sebenarnya dalam bentuk melihat cahaya). Konsentrasi ketiga terjadi ketika seseorang sudah melihat, mendengar, meletakkan aksara suci di dalam.
Perhatikan sendok kecil yang dimasukkan ke dalam cangkir. Sedikit saja digerakkan akan menimbulkan suara. Sebagai pembanding, ambil palu besar kemudian gerakkan dalam ruang yang luas. Tidak ada suara dan benturan. Ini memberi pelajaran, perkelahian, kekacauan terjadi karena ruang-ruang kesadaran manusia semakin lama semakin sempit, picik, fanatik. Tatkala semua terlihat sempurna apa adanya, ruang kesadaran menjadi seluas semesta. Kemudian tidak ada suara yang tersisa, hanya tersisa keheningan yang menawan.
Dunia mungkin terus berputar dengan kekacauan kosmiknya, namun setiap Nyepi terbit matahari dari Bali yakni matahari keheningan.
Perhatikan pulau Bali baik-baik. Di kepala (utara) di mana bisa terlihat matahari terbit sekaligus tenggelam, tetua memberi nama desa dengan Kubutambahan. Kubu artinya rumah, tambah berarti positif (rumah orang-orang berfikir positif). Di kaki pulau Bali (selatan), di mana matahari terbit kerap bercumbu mesra dengan puncak gunung Agung, nama desanya Sanur. Sa dalam bahasa Bali artinya satu, Nur itu cahaya (cahaya yang satu). Dan tempat di mana jutaan manusia dari seluruh dunia mengalami penyembuhan bernama Ubud (ubad alias obat) yang berlokasi di Bali Tengah.
Dibaca menjadi satu, matahari keheningan di dalam mungkin terbit bila manusia mengisi kepalanya dengan pikiran positif, melangkahkan kaki diterangi cahaya yang satu. Sebagai hasilnya, ia tersembuhkan (baca: tercerahkan). Ciri manusia tercerahkan, selalu berjalan di jalan tengah. Puncak pencaharian di jalan tengah bernama keheningan. Di mana seluruh dualitas (benar-salah, suci-kotor, baik-buruk) lebur ditelan keheningan menjadi keindahan menawan. Itu sebabnya, tersisa teramat banyak keindahan di Bali.
Perhatikan titik pusat Pura Besakih (di antara Kiwa-Tengen), tetua memberi tanda Parama Shunya (keheningan yang maha utama). Di tempat itu, tetua tidak meletakkan apa-apa. Karena memang tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.
Di mata awam, pencapaian seperti ini bisa disebut negatif (tidak berbuat apa-apa). Tapi di mata guru-guru tercerahkan, ini mengagumkan. Serupa pohon, orang tercerahkan di luarnya memang diam, namun dalam diamnya ia mengolah karbon dioksida (baca: kekacauan kosmik) menjadi oksigen (vibrasi positif) yang amat dibutuhkan. Selamat hari raya Nyepi.
http://gedeprama.blogdetik.com
Thursday, 18 March 2010
Janganlah hidup bermegah-megahan
Memang hidup mewah dan megah saat ini merupakan gaya hidup yang diinginkan oleh siapa saja. Orang akan mengorbankan semuanya untuk mencapai kemewahan hidupnya dan mempertahankan gaya hidup tersebut. Bahkan kadang seseorang harus melakukan hutang yang besar dan meghalalkan segala cara...... untuk dapat memenuhi gaya hidup tersebut. Namun apakah mereka bahagia...?
Sekilas memang kelihatannya orang yang hidupnya mewah dan megah itu....bahagia. Namun sebenarnya dalam lubuk hatinya yang paling dalam ada sebuah jurang yang amat dalam yang nggak bakalan terisi dengan semua materi yang dia miliki. Jurang itu adalah "perasaan hampa". Ingin mencari sesuatu yang lebih baik dan lebih membahagiakan.
Semua itu ujian...
Sebenarnya, kesenangan ataupun kesedihan yang kita alami itu... adalah ujian yang diberikan Allah kepada kita. Apakah kita akan lupa..atau kita akan menjadi hamba yang selalu ingat kepada Tuhan nya. Nah disinilah letak keadilan Tuhan. Setiap diri akan diberikan ujian sesuai kemampuannya.
Banyak orang yang berhasil diuji dengan kesulitan hidup dan kesedihan. Dia tetap sabar dan tawakal kepada Allah. Namun begitu diuji dengan kesenangan dan kemewahan...mereka gagal. Mereka lupa kepada Tuhannya.
Mengapa Allah melarang manusia hidup bermegah-megahan...?
Saya teringat akan suatu surat daam Al Qur'an surat At Takatsur (Bermegah-megah). Begini bunyi dan artinya:
1. Al hakumut takatsur : Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
2. Hatta zurtumul maqobir : Sampai kamu masuk ke dalam liang kubur
3. Kalla saufata'lamun : Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
4. Tsumma kalla saufata'lamun : Dan Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
5. Kalla lauta'lamuna ilmal yaqin : Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.
6. Latarowunnal jahim : Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim.
7. Tsumma latarowunnaha 'ainal yakin: dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yakin( penglihatan yang sebenarnya).
8. Tsumma latus alunna yauma idzin 'anin na'im: kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu entang kenikmatan( yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
Hikmah yang terkandung dalam surat At Takatsur:
Kita dianjurkan untuk tidak bermegah-megahan dalam hidup di dunia ini. Kalau kita diberikan rejeki berlebih gunakanlah untuk membantu mereka yang miskin dan yang membutuhkan. Selebihnya kita hidup sederhana saja. Karena semua itu akan di hisab oleh Allah.
Karena dengan gaya hidup yang sederhana....justru akan membuat kita lebih bahagia dan selalu bersyukur kepada Allah atas segala karunia dan nikmat Nya.
Sekilas memang kelihatannya orang yang hidupnya mewah dan megah itu....bahagia. Namun sebenarnya dalam lubuk hatinya yang paling dalam ada sebuah jurang yang amat dalam yang nggak bakalan terisi dengan semua materi yang dia miliki. Jurang itu adalah "perasaan hampa". Ingin mencari sesuatu yang lebih baik dan lebih membahagiakan.
Semua itu ujian...
Sebenarnya, kesenangan ataupun kesedihan yang kita alami itu... adalah ujian yang diberikan Allah kepada kita. Apakah kita akan lupa..atau kita akan menjadi hamba yang selalu ingat kepada Tuhan nya. Nah disinilah letak keadilan Tuhan. Setiap diri akan diberikan ujian sesuai kemampuannya.
Banyak orang yang berhasil diuji dengan kesulitan hidup dan kesedihan. Dia tetap sabar dan tawakal kepada Allah. Namun begitu diuji dengan kesenangan dan kemewahan...mereka gagal. Mereka lupa kepada Tuhannya.
Mengapa Allah melarang manusia hidup bermegah-megahan...?
Saya teringat akan suatu surat daam Al Qur'an surat At Takatsur (Bermegah-megah). Begini bunyi dan artinya:
1. Al hakumut takatsur : Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
2. Hatta zurtumul maqobir : Sampai kamu masuk ke dalam liang kubur
3. Kalla saufata'lamun : Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
4. Tsumma kalla saufata'lamun : Dan Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
5. Kalla lauta'lamuna ilmal yaqin : Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.
6. Latarowunnal jahim : Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim.
7. Tsumma latarowunnaha 'ainal yakin: dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yakin( penglihatan yang sebenarnya).
8. Tsumma latus alunna yauma idzin 'anin na'im: kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu entang kenikmatan( yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
Hikmah yang terkandung dalam surat At Takatsur:
Kita dianjurkan untuk tidak bermegah-megahan dalam hidup di dunia ini. Kalau kita diberikan rejeki berlebih gunakanlah untuk membantu mereka yang miskin dan yang membutuhkan. Selebihnya kita hidup sederhana saja. Karena semua itu akan di hisab oleh Allah.
Karena dengan gaya hidup yang sederhana....justru akan membuat kita lebih bahagia dan selalu bersyukur kepada Allah atas segala karunia dan nikmat Nya.
Sunday, 14 February 2010
Sabar dan Syukur : Senjata utama orang bahagia
Dapat artikel menarik nih tentang keutamaan sabar dan syukur dalam mencapai hidup bahagia dunia dan akhirat. Ini merupakan ringkasan khotbah Jumat di Masjid Al Ashri Singaraja yang disampaikan Bapak Haji Hamdani SAG.
Ya memang semua orang mengetahui kedua hal tersebut...namun tidak semuanya bisa melaksanakannya. Hanya sekedar tahu secara teori tetapi prakteknya nol. Padahal hanya dengan praktek saja...kedua hal itu akan bermanfaat bagi hidup kita.
Orang yang beriman selalu diliputi kebahagiaan dalam hidupnya. Bila hidup anda tidak bahagia ...cobalah terapkan kedua hal diatas...yaitu sabar dan syukur.
Mengapa orang beriman selalu bahagia...?
Pertama bila mengalami musibah atau bencana.....Maka orang beriman akan bersikap sabar dan tawakal. Segalanya dikembalikan kepada Allah. Sambil berikhtiar untuk mengatasi cobaan dan hambatan tersebut. Menganggapnya sebagai ujian atau tantangan hidup yang harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sehingga hidupnya menjadi berarti dan bermakna bagi sekitarnya. Dia pantang menyusahkan orang disekitarnya...malah sebaliknya dia akan memberikan pertolongan dan kemanfaatan untuk orang lain.
Yang kedua adalah Bila menerima kebaikan...orang beriman akan bersyukur kepada Allah atas karunia nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Segalanya berasal dari Allah dan wajib kita syukuri. Begitulah sikap orang beriman. Dia tidak sombong dan congkak ketika berhasil dan memperoeh kebaikan...sebaliknya dia juga tidak pernah berputus asa bila menederita musibah atau ujian.
Lantas mengapa kita sulit untuk bersyukur dan bersabar...?
Salah satu penyebabnya adalah hati kita yang tertutup oleh nafsu. Nafsu kita begitu dominan sehingga menghalangi pintu hikmah. Akibatnya hati menjadi beku dan keras. Sulit untuk menerima hidayah dari Allah. Padahal hidayah adalah pintu segala rahmat dan kebahagiaan sejati dari Allah.
Semoga kita terhindar dari hati yang keras dan beku. Jadikanlah hati kami bersih dan bening sehingga mudah menerima hidayah Mu... Ya Allah....dan menjadi orang yang sabar dan pandai bersyukur.... Amiien.
Ya memang semua orang mengetahui kedua hal tersebut...namun tidak semuanya bisa melaksanakannya. Hanya sekedar tahu secara teori tetapi prakteknya nol. Padahal hanya dengan praktek saja...kedua hal itu akan bermanfaat bagi hidup kita.
Orang yang beriman selalu diliputi kebahagiaan dalam hidupnya. Bila hidup anda tidak bahagia ...cobalah terapkan kedua hal diatas...yaitu sabar dan syukur.
Mengapa orang beriman selalu bahagia...?
Pertama bila mengalami musibah atau bencana.....Maka orang beriman akan bersikap sabar dan tawakal. Segalanya dikembalikan kepada Allah. Sambil berikhtiar untuk mengatasi cobaan dan hambatan tersebut. Menganggapnya sebagai ujian atau tantangan hidup yang harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sehingga hidupnya menjadi berarti dan bermakna bagi sekitarnya. Dia pantang menyusahkan orang disekitarnya...malah sebaliknya dia akan memberikan pertolongan dan kemanfaatan untuk orang lain.
Yang kedua adalah Bila menerima kebaikan...orang beriman akan bersyukur kepada Allah atas karunia nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Segalanya berasal dari Allah dan wajib kita syukuri. Begitulah sikap orang beriman. Dia tidak sombong dan congkak ketika berhasil dan memperoeh kebaikan...sebaliknya dia juga tidak pernah berputus asa bila menederita musibah atau ujian.
Lantas mengapa kita sulit untuk bersyukur dan bersabar...?
Salah satu penyebabnya adalah hati kita yang tertutup oleh nafsu. Nafsu kita begitu dominan sehingga menghalangi pintu hikmah. Akibatnya hati menjadi beku dan keras. Sulit untuk menerima hidayah dari Allah. Padahal hidayah adalah pintu segala rahmat dan kebahagiaan sejati dari Allah.
Semoga kita terhindar dari hati yang keras dan beku. Jadikanlah hati kami bersih dan bening sehingga mudah menerima hidayah Mu... Ya Allah....dan menjadi orang yang sabar dan pandai bersyukur.... Amiien.
Thursday, 4 February 2010
Indahnya Gambar Kabah
Lihat orang thawaf berkeliling kabah dari atas memang sangat menarik. Disamping menambah ketenangan ...juga bisa menambah kerinduan untuk segera melaksanakan haji.

Lihatlah betapa orang dengan khusu' melakukan twawaf berkeliling ka'bah sambil berkumandang " labbaikallah humma labbaik....." Kami datang memenuhi panggilan Mu....
Setiap tahun berjuta-juta umat muslim sedunia melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima. Seperti tak henti-hentinya bermunajat dan mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta. Hanya Alloh tujuan hidup yang utama, dan kepada Nya lah kita akan kembali.
Marilah kita mengingat akan kebesaran Allah agar hidup ini menjadi lebih bermakna dan lebih bahagia.
Pastilah dengan selalu mengingat Allah hidup akan lebih damai dan tawakkal. Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Cobalah anda perhatikan betapa singkatnya waktu ini. Rasa-rasanya baru kemarin tahun 2009...sekarang sudah menginjak tahun 2010 sudah bulan ke dua. Nanti tiba-tiba saja kita sudah tua dan mempunyai cucu. Lho kok waktu cepat sekali ya....?
Memang seperti inilah hidup ini. Bahkan nenek moyang kita sering mengatakan bahwa " urip mung mampir ngombe" JAdi hidup itu hanya sekedar rehat untuk minum sejenak...setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan lagi yang lebih jauh dan lebih berat.
Maka berhati-hatilah dalam hidup ini...selalu berbuat baik dan jauhilah perbuatan jahat dan salah. Insya Allah hidup anda akan bahagia dunia dan akhirat.

Lihatlah betapa orang dengan khusu' melakukan twawaf berkeliling ka'bah sambil berkumandang " labbaikallah humma labbaik....." Kami datang memenuhi panggilan Mu....
Setiap tahun berjuta-juta umat muslim sedunia melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima. Seperti tak henti-hentinya bermunajat dan mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta. Hanya Alloh tujuan hidup yang utama, dan kepada Nya lah kita akan kembali.
Marilah kita mengingat akan kebesaran Allah agar hidup ini menjadi lebih bermakna dan lebih bahagia.
Pastilah dengan selalu mengingat Allah hidup akan lebih damai dan tawakkal. Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Cobalah anda perhatikan betapa singkatnya waktu ini. Rasa-rasanya baru kemarin tahun 2009...sekarang sudah menginjak tahun 2010 sudah bulan ke dua. Nanti tiba-tiba saja kita sudah tua dan mempunyai cucu. Lho kok waktu cepat sekali ya....?
Memang seperti inilah hidup ini. Bahkan nenek moyang kita sering mengatakan bahwa " urip mung mampir ngombe" JAdi hidup itu hanya sekedar rehat untuk minum sejenak...setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan lagi yang lebih jauh dan lebih berat.
Maka berhati-hatilah dalam hidup ini...selalu berbuat baik dan jauhilah perbuatan jahat dan salah. Insya Allah hidup anda akan bahagia dunia dan akhirat.
Wednesday, 3 February 2010
Belajar meditasi yuk...
Ada bagian yang amat penting dari meditasi yang sering dilupakan orang. Yaitu ketenangan. Cobalah sekarang untuk sejenak berhenti......
Sekarang cobalah anda perhatikan nafas yang keluar masuk melalui hidung anda....terus menerus...dengan santai......sampai beberapa kali minimal 10 kali...atau sepuluh menit.......Apa yang anda rasakan...? Ketenangan bukan....??? Ya seperti itulah meditasi.
Meditasi bukanlah mengejar vision atau pandangan yang lain. Meditasi juga bukan melarikan diri dari kenyataan hidup yang ada. Justru meditasi adalah pemahaman yang sempurna terhadap hidup dan kehidupan itu sendiri.
Bila anda bermeditasi sejenak selama beberapa jam untuk mencari kekuatan ataupun mencari kebebasan...maka meditasi itu tidak akan datang. Dia malah akan menjauh dari anda.
Atau sekedar bermeditasi untuk melihat dunia lain...wow...itu juga bukan meditasi. Orang yang meditatif akan mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap hidup ini. Mungkin tetap saja seorang meditatif masih merasakan sakit bila tersengat matahari....masih kedinginan bila terkena hujan...masih sedih bila mengalami derita atau sakit..masih lapar ..bila belum makan. Ya ..disitulah letak tumbuh subur nya meditasi.
Setiap orang yang bisa menghayati hidup secara sungguh-sungguh dan berbuat baik sesuai hati nurani yang terdalam...berarti ia telah hidup "meditatif".
Sebagai pedoman ...apakah hidup anda telah meditatif atau belum.... silahkan simak kata-kata dari Krihsnamurti berikut:
" Meditasi adalah seperti angin sepoi-sepoi yang masuk melalui jendela yang terbuka...tetapi bila anda sengaja membuka jendela agar angin tersebut masuk...maka itu bukan meditasi"...
Begitu anda memahami ini...maka akan terbuka lebar ....layar kehidupan anda...hidup anda akan lebih meditatif...dan lebih bahagia......
Salam sukses dan bahagia.....
Sekarang cobalah anda perhatikan nafas yang keluar masuk melalui hidung anda....terus menerus...dengan santai......sampai beberapa kali minimal 10 kali...atau sepuluh menit.......Apa yang anda rasakan...? Ketenangan bukan....??? Ya seperti itulah meditasi.
Meditasi bukanlah mengejar vision atau pandangan yang lain. Meditasi juga bukan melarikan diri dari kenyataan hidup yang ada. Justru meditasi adalah pemahaman yang sempurna terhadap hidup dan kehidupan itu sendiri.
Bila anda bermeditasi sejenak selama beberapa jam untuk mencari kekuatan ataupun mencari kebebasan...maka meditasi itu tidak akan datang. Dia malah akan menjauh dari anda.
Atau sekedar bermeditasi untuk melihat dunia lain...wow...itu juga bukan meditasi. Orang yang meditatif akan mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap hidup ini. Mungkin tetap saja seorang meditatif masih merasakan sakit bila tersengat matahari....masih kedinginan bila terkena hujan...masih sedih bila mengalami derita atau sakit..masih lapar ..bila belum makan. Ya ..disitulah letak tumbuh subur nya meditasi.
Setiap orang yang bisa menghayati hidup secara sungguh-sungguh dan berbuat baik sesuai hati nurani yang terdalam...berarti ia telah hidup "meditatif".
Sebagai pedoman ...apakah hidup anda telah meditatif atau belum.... silahkan simak kata-kata dari Krihsnamurti berikut:
" Meditasi adalah seperti angin sepoi-sepoi yang masuk melalui jendela yang terbuka...tetapi bila anda sengaja membuka jendela agar angin tersebut masuk...maka itu bukan meditasi"...
Begitu anda memahami ini...maka akan terbuka lebar ....layar kehidupan anda...hidup anda akan lebih meditatif...dan lebih bahagia......
Salam sukses dan bahagia.....
Tuesday, 26 January 2010
Ternyata kematian bukanlah akhir dari segalanya
Dapat artikel menarik nih...tentang pengalaman orang-orang yang mengalami saat mendekati kematian, tetapi kemudian hidup kembali. Hasil ini menambah keyakinan kita bahwa ada kehidupan lain setelah kematian...sehingga bila kita sering berbuat baik di dunia..Insya Allah..di kehidupan mendatang kita akan bahagia....sebaliknya bila kita banyak berbuat dosa dan kejahatan...maka di kehidupan mendatang kita akan sengsara....so berbuat baiklah selagi masih ada waktu.....(kayak lagunya ebiet G Ade itu lho).
Oh ya mengenai artikel tentang kehidupan setelah kematian ...silahkan simak pesan-pesan berikut...?( Lho kok kaya iklan aja sih...)
Pengakuan Sang Dokter Mengintip Dunia Kematian
-dalam.jpg)
dr. MaryJo Rapini
New York, Pengalaman mendekati kematian atau 'Near Death Experience' banyak diceritakan pasien pada dokter. Namun banyak dokter yang tidak percaya dan menganggapnya sebagai halusinasi atau efek rasa sakit. Tapi kini, pengalaman itu benar-benar dialami sang dokter.
Banyak orang yang mendeskripsikan 'Near Death Experience' sebagai keadaan antara hidup dan mati, dimana ada cahaya terang benderang, bertemu dengan sang Pencipta tapi diminta untuk kembali lagi ke dunia.
Mary Jo Rapini adalah psikolog klinis yang mengalami hal tersebut. Didampingi oleh Dr Jeffrey Long yang pernah melakukan studi terhadap 1.300 kasus 'Near Death Experience', Rapini menceritakan kisahnya.
"Saya banyak menangani pasien kanker dan mereka selalu bercerita tentang pengalamannya mendekati kematian. Tapi saya selalu menganggap cerita tersebut sebagai efek reaksi medis atau halusinasi," kata Rapini seperti dikutip dari MSN, Selasa (26/1/2010).
Hingga pada April 2003, kejadian itu ia alami sendiri. Menurut Rapini, saat itu ia mengalami pembengkakan pembuluh darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Keadaannya sangat parah sampai harus berada di ruang gawat darurat selama 3 hari.
"Semua dokter langsung panik dan mengelilingi saya. Mereka memasukkan berbagai macam alat medis di tubuh saya dan menelepon suami saya," tutur Rapini.
"Hingga tiba-tiba, saya melihat sebuah cahaya yang sangat terang. Cahaya ini berbeda dari cahaya biasanya dan terus berkembang membesar. Lalu saya bertanya-tanya, cahaya apa itu? Saya pun memasuki cahaya itu," jelasnya.
Rapini pun masuk ke dalam terowongan cahaya itu. Menurutnya, di sana ia melihat ruangan yang sangat indah dan bertemu dengan Tuhan. Ia berkata saya tidak bisa tinggal dan harus kembali lagi ke dunia. Rapini kemudian protes.
"Kenapa saya tidak bisa tinggal disini? Padahal saya sudah menjadi istri dan ibu yang baik. Saya juga sudah merawat pasien kanker tiap harinya," ujarnya.
Menurut penuturan Rapini, sang Pencipta memintanya kembali ke dunia untuk melakukan hal yang lebih baik dari itu.
Pengalaman Near Death Experience yang diceritakan Rapini ternyata sama dengan pengalaman-pengalaman lainnya yang pernah dianalisa Dr Jeffrey Long.
"Ternyata hampir semua orang yang pernah mendekati kematian punya cerita yang sama, baik mereka pernah dengar sebelumnya atau tidak pernah," kata Dr Long.
Dalam buku karangannya yang berjudul 'Evidence of the Afterlife: Science of Near-Death Experiences', Dr Long menyebutkan beberapa tanda mendekati kematian, diantaranya bertemu dengan orang-orang yang lebih dulu meninggal dunia, ingatan-ingatan yang bertambah jelas, dan lainnya.
Menurut Long yang merupakan dokter onkolog radiasi dan juga menangani pasien kanker, sama seperti Rapini buku yang berhasil ia buat semakin memicunya untuk menjadi dokter yang lebih baik.
"Pengalaman-pengalaman itu mengubah pandangan saya sebagai dokter. Saya lebih percaya diri dalam menangani pasien, terutama pasien kanker. Saya menemukan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, karena ada kehidupan lain setelahnya," jelas Long.
sumber:detik.com
Oh ya mengenai artikel tentang kehidupan setelah kematian ...silahkan simak pesan-pesan berikut...?( Lho kok kaya iklan aja sih...)
Pengakuan Sang Dokter Mengintip Dunia Kematian
-dalam.jpg)
dr. MaryJo Rapini
New York, Pengalaman mendekati kematian atau 'Near Death Experience' banyak diceritakan pasien pada dokter. Namun banyak dokter yang tidak percaya dan menganggapnya sebagai halusinasi atau efek rasa sakit. Tapi kini, pengalaman itu benar-benar dialami sang dokter.
Banyak orang yang mendeskripsikan 'Near Death Experience' sebagai keadaan antara hidup dan mati, dimana ada cahaya terang benderang, bertemu dengan sang Pencipta tapi diminta untuk kembali lagi ke dunia.
Mary Jo Rapini adalah psikolog klinis yang mengalami hal tersebut. Didampingi oleh Dr Jeffrey Long yang pernah melakukan studi terhadap 1.300 kasus 'Near Death Experience', Rapini menceritakan kisahnya.
"Saya banyak menangani pasien kanker dan mereka selalu bercerita tentang pengalamannya mendekati kematian. Tapi saya selalu menganggap cerita tersebut sebagai efek reaksi medis atau halusinasi," kata Rapini seperti dikutip dari MSN, Selasa (26/1/2010).
Hingga pada April 2003, kejadian itu ia alami sendiri. Menurut Rapini, saat itu ia mengalami pembengkakan pembuluh darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Keadaannya sangat parah sampai harus berada di ruang gawat darurat selama 3 hari.
"Semua dokter langsung panik dan mengelilingi saya. Mereka memasukkan berbagai macam alat medis di tubuh saya dan menelepon suami saya," tutur Rapini.
"Hingga tiba-tiba, saya melihat sebuah cahaya yang sangat terang. Cahaya ini berbeda dari cahaya biasanya dan terus berkembang membesar. Lalu saya bertanya-tanya, cahaya apa itu? Saya pun memasuki cahaya itu," jelasnya.
Rapini pun masuk ke dalam terowongan cahaya itu. Menurutnya, di sana ia melihat ruangan yang sangat indah dan bertemu dengan Tuhan. Ia berkata saya tidak bisa tinggal dan harus kembali lagi ke dunia. Rapini kemudian protes.
"Kenapa saya tidak bisa tinggal disini? Padahal saya sudah menjadi istri dan ibu yang baik. Saya juga sudah merawat pasien kanker tiap harinya," ujarnya.
Menurut penuturan Rapini, sang Pencipta memintanya kembali ke dunia untuk melakukan hal yang lebih baik dari itu.
Pengalaman Near Death Experience yang diceritakan Rapini ternyata sama dengan pengalaman-pengalaman lainnya yang pernah dianalisa Dr Jeffrey Long.
"Ternyata hampir semua orang yang pernah mendekati kematian punya cerita yang sama, baik mereka pernah dengar sebelumnya atau tidak pernah," kata Dr Long.
Dalam buku karangannya yang berjudul 'Evidence of the Afterlife: Science of Near-Death Experiences', Dr Long menyebutkan beberapa tanda mendekati kematian, diantaranya bertemu dengan orang-orang yang lebih dulu meninggal dunia, ingatan-ingatan yang bertambah jelas, dan lainnya.
Menurut Long yang merupakan dokter onkolog radiasi dan juga menangani pasien kanker, sama seperti Rapini buku yang berhasil ia buat semakin memicunya untuk menjadi dokter yang lebih baik.
"Pengalaman-pengalaman itu mengubah pandangan saya sebagai dokter. Saya lebih percaya diri dalam menangani pasien, terutama pasien kanker. Saya menemukan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, karena ada kehidupan lain setelahnya," jelas Long.
sumber:detik.com
Wednesday, 13 January 2010
Terlalu cinta dunia..dan takut mati...
Beberapa hari ini aku ikut tahlilan di masjid Satelit asri Singaraja. Ada seorang tetangga yang meninggal dunia karena kena sakit jantung. Ya kita memang tidak bisa menebak tentang datangnya kematian. bukankah...jodoh, rejeki, dan ajal ...adalah rahasia Ilahi. Memang cukup berat bagi keluarga yang ditinggalkannya. Apalagi setahun yang lalu anaknya juga meninggal..dan sekarang ditinggal oleh suaminya. Beban berat di tanggung sang ibu....Semoga saja diberi kesabaran..Amiien.
Memang disaat seperti itu kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah... dan terus mawasdiri serta mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa...semoga diberikan ketabahan...dan mampu mengambil hikmah yang terpendam didalamnya. Tetap berpikir positif..bahwa inilah jalan hidup yang terbaik.
Kalo kata " Tong Sam Cong" itu lho guru sun Go Kong si kera sakti....bahwa hidup..mati..dan kelahiran...adalah sebuah siklus kehidupan yang harus kita lewati.....Jadi tidak perlu terlalu gembira pada saat mendapat kesenangan...dan juga tidak perlu terlalu berduka..ketika mendapat penderitaan.
Lho..kok malah ngelantur ke cerita kera sakti toh....kembali ke tahlil ya...Memang dzikir bersama membuat hati khusu' dan tenang. Aku jadi ingat masa-masa mahasiswa ..tatkala ikut dzikir bersama. Di hati tenang dan menambah kebahagiaan.
Kadang-kadang secara tak sadar kita sering dilupakan oleh hal-hal yang bersifat spiritual. Entah karena saking sibuknya kita terhadap urusan dunia...atau memang kita sendiri yang nggak mau melakukannya. Alasan sibuklah...malaslah...atau bahkan alasan...lain-lain yg nggak ada gunanya. Yah..itu sah-sah saja sih. Banyak orang yang sekarang hanya mementingkan kehidupan dunia saja. Bahkan tak jarang mengorbankan kepentingan akhiratnya. Akibatnya apa...mereka lalai terhadap kematian yang setiap saat bisa saja terjadi.
Salah satu penyakit masyarakat yang sekarang melanda adalah penyakit Terlalu cinta pada dunia..dan takut akan mati. Akibatnya ..mereka menderita suatu penyakit yang namanya "perasaan hampa" yang luar biasa. Tak jarang ada yang lari ke narkoba...seks bebas...atau bahkan kehidupan hedonisme yang hanya untuk hura-hura. Hatinya kosong dan hampa....sampai suatu saat disadarkan oleh Tuhan....yaitu dengan datngnya ajal atau kematian.....entah kapan.
Gaya hidup materialisme..yang hanya mengandalkan uang sebagai satu-satunya kebahagiaan hidup...namun nyatanya malah membawa banyak penderitaan. Karena uang..siapapun akan menyerahkan keimanannya..bahkan walaupun di sumpah pakai nama Tuhan....demi uang..mereka mau saja berbohong...Nau'udzubillah" semoga kita terhindar dari penyakit demikian.
Hikmahnya: sering-seringlah mengingat akan kematian ...dan berbuat baiklah untuk menghadapi kematian itu...dan sebaik-baik bekal adalah amal sholeh dan ketakwaan.
Saturday, 9 January 2010
Hikmah Al Qur'an : surat an nazi'at
Tadi malam aku baru saja membaca sebuah surat di Al Qur'an yaitu surat ke-79 An Nazi'at ( Malaikat-malaikat yang mencabut). Di situ dikisahkan tentang tugas dari beberapa malaikat. Ada yang mencabut nyawa dengan keras dan ada juga yang mencabut nyawa dengan lembut. Semoga kita termasuk orang yang diberi ampunan oleh Alloh ...dan diberi kemudahan dalam menghadapi sakaratul maut nanti...dan dicabut dengan lemah lembut.
Aku jadi teringat kisah nabi pada saat menghadapi sakaratul maut. Pada saat itu nabi menceritakan bahwa sakitnya orang yang menghadapi sakaratul maut seperti ditusuk 300 pedang. Dan ini sekelas nabi...yang aku yakin malaikat... mencabut nya dengan lemah lembut. Gimana yah ...bila dicabutnya dengan keras. Konon orang-orang yang banyak dosanya....akan mengahadapi sakaratul maut dengan keras....na'udzubillah min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari su ul khotimah ( kematian yang buruk).
selain itu juga dikisahkan tentang kisah Musa mendapat wahyu untuk menyadarkan raja Fir'aun yang telah melampaui batas. KArena mnganggap dirinya sebagai Tuhan. Bandingkan dengan jaman sekarang...mungkin orang tidak secara tegas memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan. TApi kadang-kadang tanpa kita sadari..kita sudah men Tuhan kan jabatan kita, kekuasaan kita, atau bahkan bos kita, pimpinan kita, dan harta benda kita. Semoga kita terhindar dari sifat demikian.
Di sana juga diceritakan tentang hari kiamat. Dimana manusia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya selama di dunia. Beruntunglah orang yang selama hidup di dunia banyak mengerjakan amal perbuatan baik. Dan celakalah orang yang selalu berbuat buruk dan jahat sewaktu hidup di dunia. Namun sangat sedikitlah orang yang sadar akan datangkan kiamat itu.
Dalal salah satu ayat disebutkan " Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surga lah tempat tinggalnya"
Semoga kita termasuk orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu kita. Keserakahan, iri, dengki, marah, tamak, dan semua sifat mengumbar nafsu yang lainnya. Karena sekarang di masyarakat telah di gerogoti oleh penyakit mengumbar hawa nafsu ini. Bukannya mengendalikan ...kita malah yang diperbudak oleh nafsu kita. Inilah yang mengakibatkan kemurkaan Allah.
Oke..segitu dulu yah review tentang surat an nazi'at...semoga bermanfaat.
Aku jadi teringat kisah nabi pada saat menghadapi sakaratul maut. Pada saat itu nabi menceritakan bahwa sakitnya orang yang menghadapi sakaratul maut seperti ditusuk 300 pedang. Dan ini sekelas nabi...yang aku yakin malaikat... mencabut nya dengan lemah lembut. Gimana yah ...bila dicabutnya dengan keras. Konon orang-orang yang banyak dosanya....akan mengahadapi sakaratul maut dengan keras....na'udzubillah min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari su ul khotimah ( kematian yang buruk).
selain itu juga dikisahkan tentang kisah Musa mendapat wahyu untuk menyadarkan raja Fir'aun yang telah melampaui batas. KArena mnganggap dirinya sebagai Tuhan. Bandingkan dengan jaman sekarang...mungkin orang tidak secara tegas memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan. TApi kadang-kadang tanpa kita sadari..kita sudah men Tuhan kan jabatan kita, kekuasaan kita, atau bahkan bos kita, pimpinan kita, dan harta benda kita. Semoga kita terhindar dari sifat demikian.
Di sana juga diceritakan tentang hari kiamat. Dimana manusia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya selama di dunia. Beruntunglah orang yang selama hidup di dunia banyak mengerjakan amal perbuatan baik. Dan celakalah orang yang selalu berbuat buruk dan jahat sewaktu hidup di dunia. Namun sangat sedikitlah orang yang sadar akan datangkan kiamat itu.
Dalal salah satu ayat disebutkan " Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surga lah tempat tinggalnya"
Semoga kita termasuk orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu kita. Keserakahan, iri, dengki, marah, tamak, dan semua sifat mengumbar nafsu yang lainnya. Karena sekarang di masyarakat telah di gerogoti oleh penyakit mengumbar hawa nafsu ini. Bukannya mengendalikan ...kita malah yang diperbudak oleh nafsu kita. Inilah yang mengakibatkan kemurkaan Allah.
Oke..segitu dulu yah review tentang surat an nazi'at...semoga bermanfaat.
Wednesday, 23 December 2009
Bagaimana menjadi pemimpin Terhebat dalam hidup
aku ingin berbagi tentang makna sebuah pemimpin....walah...Kok terlalu serius ya. Pokoknya pemimpin itu apa sih...?
Kadang kita pernah mendengar setiap orang adalah pemimpin. Artinya apa kok...setiap orang pemimpin...? Bukankah pemimpin itu orang yang memerintah dan mempunyai kedudukan di depan anak buahnya..?
Sebenarnya setiap orang itu mempunyai kewajiban untuk memimpin dirinya sendiri. Lihatlah..betapa banyak dari tubuh ataupun pikirannya yang harus kita pimpin.
Kita harus mampu memimpin panca indera kita. Mata kita kita, hidung kita, perut kita, kemaluan kita, dan bahkan pikiran kita.
Seluruh panca indera kita adalah anak buah kita yang harus bisa diarahkan atau dipimpin ke arah kebenaran dan kebaikan.Mata harus digunakan untuk melihat kebaikan dan hikmah. Hindari dari kemaksiatan. Teguh dari godaan...yang setiap saat menari-nari di depan kita.
Perut kita haruslah dipimpin ke arah kebaikan. Makan makanan yang halal dan bersih. Berhenti makan sebelum kenyang. Agar terhindar dari kekenyangan ...yang mengakibatkan banyak penyakit. Menurut Nabi..Perut kita itu idealnya di isi 1/3 untuk nasi, 1/3 air, dan 1/3 udara. NAmun kebiasan manusia..kalo makan belum kenyang dan sesak ...belum puas. Itulah yang harus kita kendalikan. Pimpinlah perut anda...dan bukan anda yang menjadi budak perut anda.
Kemaluan juga harus kita pimpin. Bagaimana berperilaku seks yang sehat. Hanya kepada orang yang syah menjadi istri kita. Tidak berperilaku seks bebas..yang kelihatannya menyenangkan. Namun pada akhirnya membawa banyak penyakit.Ini merupakan kewajiban yang sangat berat. Karena kita tahu betapa godaan seks ini setiap saat selalu ada. Terutama bagi yang punya duit dan kedudukan. Inilah yang harus kita pimpin.
Begitu pula dengan bagian tubuh lain yang kita punyai. Bahkan dalam Al Qur'an disebutkan bahwa tiap-tiap anggota badan akan ditanya dihadapan Alloh tentang perbuatan baik ataupun buruk yang pernah dilakukan. Sedangkan mulut kita dalam keadaan terkunci....itulah maka kita harus benar-benar menggunakan anggota tubuh kita ini dengan sebaik-baiknya....Karena semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Pikiran juga harus kita pimpin. Bagaimana kita harus mengarahkan dan membimbing pikiran kita ke arah kebaikan..berpikir positif...dan ...menjauhkan diri dari sifat negatif..dan buruk sangka. Semakin tenang pikiran....maka akan semakin baik kemampuan pikiran kita.Dengan selalu mengingat akan kebenaran dan kebaikan...pikiran akan menjadi terkendali dan tidak liar. Sholat khusu' ataupun dengan dzikir dan tafakkur... akan membuat pikiran jadi jernih.
Berwudlu juga baik bagi pikiran kita. Dengan berwudlu setiap sholat 5 waktu atau bahkan setiap kita batal.....diharapkan kita mampu membersihkan pikiran kita. Jadi ada orang-orang tertentu (ulama Sufi) yang menjaga kesuciannya dengan selalu berwudlu bila ia batal karena sesuatu hal.
Oh ya mengenai wudhu...Aku jadi ingat ceramah di Yogyakarta yang disampaikan oleh Kyai Mudhofar di Mesjid Tegalrejo. Sang Kyai ini bertanya begini: " Mengapa kalo kita kentut kok yang dibasah malah wajah dll...kok nggak malah dubur kita...? Kan kentut dari sana tuh keluarnya..?"
Sang penceramah ini menjawab bahwa : "berwudhu itu bukan sekedar membersihkan tubuh fisik saja ..melainkan membersihkan jiwa kita juga.."
So..banyak-banyaklah mengambil air wudlu agar pikiran dan jiwa kita bersih.
Sedikit uraian ini moga bermanfaat.
Kadang kita pernah mendengar setiap orang adalah pemimpin. Artinya apa kok...setiap orang pemimpin...? Bukankah pemimpin itu orang yang memerintah dan mempunyai kedudukan di depan anak buahnya..?
Sebenarnya setiap orang itu mempunyai kewajiban untuk memimpin dirinya sendiri. Lihatlah..betapa banyak dari tubuh ataupun pikirannya yang harus kita pimpin.
Kita harus mampu memimpin panca indera kita. Mata kita kita, hidung kita, perut kita, kemaluan kita, dan bahkan pikiran kita.
Seluruh panca indera kita adalah anak buah kita yang harus bisa diarahkan atau dipimpin ke arah kebenaran dan kebaikan.Mata harus digunakan untuk melihat kebaikan dan hikmah. Hindari dari kemaksiatan. Teguh dari godaan...yang setiap saat menari-nari di depan kita.
Perut kita haruslah dipimpin ke arah kebaikan. Makan makanan yang halal dan bersih. Berhenti makan sebelum kenyang. Agar terhindar dari kekenyangan ...yang mengakibatkan banyak penyakit. Menurut Nabi..Perut kita itu idealnya di isi 1/3 untuk nasi, 1/3 air, dan 1/3 udara. NAmun kebiasan manusia..kalo makan belum kenyang dan sesak ...belum puas. Itulah yang harus kita kendalikan. Pimpinlah perut anda...dan bukan anda yang menjadi budak perut anda.
Kemaluan juga harus kita pimpin. Bagaimana berperilaku seks yang sehat. Hanya kepada orang yang syah menjadi istri kita. Tidak berperilaku seks bebas..yang kelihatannya menyenangkan. Namun pada akhirnya membawa banyak penyakit.Ini merupakan kewajiban yang sangat berat. Karena kita tahu betapa godaan seks ini setiap saat selalu ada. Terutama bagi yang punya duit dan kedudukan. Inilah yang harus kita pimpin.
Begitu pula dengan bagian tubuh lain yang kita punyai. Bahkan dalam Al Qur'an disebutkan bahwa tiap-tiap anggota badan akan ditanya dihadapan Alloh tentang perbuatan baik ataupun buruk yang pernah dilakukan. Sedangkan mulut kita dalam keadaan terkunci....itulah maka kita harus benar-benar menggunakan anggota tubuh kita ini dengan sebaik-baiknya....Karena semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Pikiran juga harus kita pimpin. Bagaimana kita harus mengarahkan dan membimbing pikiran kita ke arah kebaikan..berpikir positif...dan ...menjauhkan diri dari sifat negatif..dan buruk sangka. Semakin tenang pikiran....maka akan semakin baik kemampuan pikiran kita.Dengan selalu mengingat akan kebenaran dan kebaikan...pikiran akan menjadi terkendali dan tidak liar. Sholat khusu' ataupun dengan dzikir dan tafakkur... akan membuat pikiran jadi jernih.
Berwudlu juga baik bagi pikiran kita. Dengan berwudlu setiap sholat 5 waktu atau bahkan setiap kita batal.....diharapkan kita mampu membersihkan pikiran kita. Jadi ada orang-orang tertentu (ulama Sufi) yang menjaga kesuciannya dengan selalu berwudlu bila ia batal karena sesuatu hal.
Oh ya mengenai wudhu...Aku jadi ingat ceramah di Yogyakarta yang disampaikan oleh Kyai Mudhofar di Mesjid Tegalrejo. Sang Kyai ini bertanya begini: " Mengapa kalo kita kentut kok yang dibasah malah wajah dll...kok nggak malah dubur kita...? Kan kentut dari sana tuh keluarnya..?"
Sang penceramah ini menjawab bahwa : "berwudhu itu bukan sekedar membersihkan tubuh fisik saja ..melainkan membersihkan jiwa kita juga.."
So..banyak-banyaklah mengambil air wudlu agar pikiran dan jiwa kita bersih.
Sedikit uraian ini moga bermanfaat.
Thursday, 3 December 2009
Allohushomad.....Alloh tempat bergantung
Baru mengerti kenapa surat ikhlas yang pendek itu ternyata menyimpan kedahsyatan yang luar biasa. Yaitu hanya kepada Tuhan saja kita bergantung.
Mengapa kita perlu bergantung hanya kepada Tuhan...? Bukankah masih banyak tempat bergantung lainnya...seperti teman, sahabat, keluarga, bos atau bahkan kenalan yang kebetulan mempunyai kedudukan kuat...?
Yah...boleh-boleh saja anda bergantung kepada selain Alloh. Tapi ingat semua tempat bergantung selain Alloh ...itu lemah. Hanya Alloh saja yang merupakan tempat bergantung yang kokoh dan abadi.
Kadang kita heran melihat kebanyakan orang yang begitu bergantung kepada orang lain. entah itu atasannya atau apalah....Dia berharap dengan menggantungkan diri kepada orang tersebut...nasibnya bisa berubah menjadi lebih baik...secepatnya. Segala cara dilakukan untuk memenuhi kenginan si bos...dengan harapan si bos akan segera menaikkan jabatannya.
Apakah benar bila anda bergantung kepada selain Alloh akan bahagia...? Tentu saja ini terserah pada diri masing-masing. Hidup adalah pilihan. Mau pilih bahagia atau sedih. Mau pilih kaya atau miskin. Mau pilih jujur atau munafik. Semua ada resikonya.
Kalau menurutku lebih baik anda hidup apa adanya, Nggak usah ikut-ikutan dengan orang-orang pada gila. Ingatkan artikel sebelumnya di blog ini juga tentang jaman edan.
Gila itu ada 4 macam...yaitu gila harta, gila tahta atau jabatan...., gila wanita,....dan satu lagi gila beneran.....he..he..he..? Mau pilih mana ...? Yah monggo saja. Kalau bisa jangan pilih semuanya.
Pilihlah tetap eling lan waspada....itu kata Ronggowarsito lho. Jadi sepanjang kita tetap ingat kebenaran dan waspada terhadap kegilaan jaman ini...aku yakin kita akan lebih bahagia. Bahagia yang bukan disebabkan oleh materi...tetapi kebahagiaan yang disebabkan karena kita memahami arti hidup dan kehidupan yang sebenarnya, Tahu sangkan paraning dumadi. Dari mana kita berasal...mau kemana kita pergi....dan untuk apa kita hidup di dunia ini.
Demikian sekilas info dari saya semoga bermanfaat.
Salam bahagia.....!!!!
Mengapa kita perlu bergantung hanya kepada Tuhan...? Bukankah masih banyak tempat bergantung lainnya...seperti teman, sahabat, keluarga, bos atau bahkan kenalan yang kebetulan mempunyai kedudukan kuat...?
Yah...boleh-boleh saja anda bergantung kepada selain Alloh. Tapi ingat semua tempat bergantung selain Alloh ...itu lemah. Hanya Alloh saja yang merupakan tempat bergantung yang kokoh dan abadi.
Kadang kita heran melihat kebanyakan orang yang begitu bergantung kepada orang lain. entah itu atasannya atau apalah....Dia berharap dengan menggantungkan diri kepada orang tersebut...nasibnya bisa berubah menjadi lebih baik...secepatnya. Segala cara dilakukan untuk memenuhi kenginan si bos...dengan harapan si bos akan segera menaikkan jabatannya.
Apakah benar bila anda bergantung kepada selain Alloh akan bahagia...? Tentu saja ini terserah pada diri masing-masing. Hidup adalah pilihan. Mau pilih bahagia atau sedih. Mau pilih kaya atau miskin. Mau pilih jujur atau munafik. Semua ada resikonya.
Kalau menurutku lebih baik anda hidup apa adanya, Nggak usah ikut-ikutan dengan orang-orang pada gila. Ingatkan artikel sebelumnya di blog ini juga tentang jaman edan.
Gila itu ada 4 macam...yaitu gila harta, gila tahta atau jabatan...., gila wanita,....dan satu lagi gila beneran.....he..he..he..? Mau pilih mana ...? Yah monggo saja. Kalau bisa jangan pilih semuanya.
Pilihlah tetap eling lan waspada....itu kata Ronggowarsito lho. Jadi sepanjang kita tetap ingat kebenaran dan waspada terhadap kegilaan jaman ini...aku yakin kita akan lebih bahagia. Bahagia yang bukan disebabkan oleh materi...tetapi kebahagiaan yang disebabkan karena kita memahami arti hidup dan kehidupan yang sebenarnya, Tahu sangkan paraning dumadi. Dari mana kita berasal...mau kemana kita pergi....dan untuk apa kita hidup di dunia ini.
Demikian sekilas info dari saya semoga bermanfaat.
Salam bahagia.....!!!!
Saturday, 17 October 2009
bagaimana membalas keburukan orang kepada kita...?
What You have ...what you give
Apa yang anda bisa berikan ke orang lain...itulah yang ada dalam diri anda. Bila anda memberikan cinta dan kasih sayang ...maka di dalam diri anda memang hanya itu yang ada. Namun bila anda memberikan dendam, kemarahan, iri hati, dan sifat2 buruk lainnya....maka memang itulah yang terdapat dalam diri anda.
Maka, sangatlah baik bila anda membalas keburukan orang lain yang mungkin mendzolimi anda dengan kebaikan dan doa...smoga orang yang mendzolimi anda tersebut diberi petunjuk oleh Tuhan untuk kembali ke jalan benar dan mampu merubah sikapnya.
Kisah berikut sangat inspiratif ...tentang bagaimana seharusnya kita membalas perbuatan buruk orang lain kepada kita yang saya kutip dari sebuah blog, semoga bermanfaat.
Setiap Orang memberi sesuai dengan kapasitas yang dia miliki
Pada masa ketika tembok Berlin masih berdiri, ada beberapa orang Berlin Timur yang memutuskan untuk mengirim "bingkisan" kepada tetangga mereka di Berlin Barat. Mereka mengisi sebuah truk pengangkut tanah dengan barang-barang yang tidak diinginkan, seperti, sampah, puing-puing bangunan, dan banyak lagi barang yang menjijikkan yang dapat mereka temukan. Mereka dengan tenang membawa bingkisan itu melintasi perbatasan, mendapat izin untuk lewat, dan mengirimkan bingkisan tersebut dengan membuangnya di kawasan Berlin Barat.
Tidak sulit untuk menduga bahwa orang Berlin Barat tersinggung karenanya dan berpikir untuk memberikan balasan yang setimpal. Orang langsung mulai menawarkan gagasan-gagasan mereta tentang cara membalasa perbuatan tak terpuji itu.
Tiba-tiba ada seorang bijak datang ketengah mereka yang sedang mengumbar nafsu amarah. Ia menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang sangat mengherankan, orang menanggapi saran tersebut dengan senang hati dan mulai mengisi sebuah truk sampai penuh dengan barang-barang yang terhitung langka di kawasan Berlin Timur. Pakaian, makanan, obat-obatan, semua dinaikkan ke dalam truk.
Mereka membawa truk bermuatan penuh itu melintasi perbatasan, kemudian dengan hati-hati membongkar dan menyusun barang-barang berharga itu di tanah, dan meninggalkan sebuah pesan yang berbunyi, "Setiap orang memberi sesuai dengan kemampunyannya untuk memberi."
Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka yang melihat "bingkisan balasan" itu serta pesan yang tertulis bagi mereka. Perasaan mereka campur aduk. Terkejut. Malu. Kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mungkin ada yang menyesal.
Yang kita berikan kepada orang lain merupakan sebuah pesan yang jelas sekali mengenai siapa kita. Cara kita menanggapi perbuatan tidak ramah, perbuatan tidak adil, atau sikap tidak tahu terima kasih juga mencerminkan karakter kita yang sesungguhnya.
Apa yang anda bisa berikan ke orang lain...itulah yang ada dalam diri anda. Bila anda memberikan cinta dan kasih sayang ...maka di dalam diri anda memang hanya itu yang ada. Namun bila anda memberikan dendam, kemarahan, iri hati, dan sifat2 buruk lainnya....maka memang itulah yang terdapat dalam diri anda.
Maka, sangatlah baik bila anda membalas keburukan orang lain yang mungkin mendzolimi anda dengan kebaikan dan doa...smoga orang yang mendzolimi anda tersebut diberi petunjuk oleh Tuhan untuk kembali ke jalan benar dan mampu merubah sikapnya.
Kisah berikut sangat inspiratif ...tentang bagaimana seharusnya kita membalas perbuatan buruk orang lain kepada kita yang saya kutip dari sebuah blog, semoga bermanfaat.
Setiap Orang memberi sesuai dengan kapasitas yang dia miliki
Pada masa ketika tembok Berlin masih berdiri, ada beberapa orang Berlin Timur yang memutuskan untuk mengirim "bingkisan" kepada tetangga mereka di Berlin Barat. Mereka mengisi sebuah truk pengangkut tanah dengan barang-barang yang tidak diinginkan, seperti, sampah, puing-puing bangunan, dan banyak lagi barang yang menjijikkan yang dapat mereka temukan. Mereka dengan tenang membawa bingkisan itu melintasi perbatasan, mendapat izin untuk lewat, dan mengirimkan bingkisan tersebut dengan membuangnya di kawasan Berlin Barat.
Tidak sulit untuk menduga bahwa orang Berlin Barat tersinggung karenanya dan berpikir untuk memberikan balasan yang setimpal. Orang langsung mulai menawarkan gagasan-gagasan mereta tentang cara membalasa perbuatan tak terpuji itu.
Tiba-tiba ada seorang bijak datang ketengah mereka yang sedang mengumbar nafsu amarah. Ia menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang sangat mengherankan, orang menanggapi saran tersebut dengan senang hati dan mulai mengisi sebuah truk sampai penuh dengan barang-barang yang terhitung langka di kawasan Berlin Timur. Pakaian, makanan, obat-obatan, semua dinaikkan ke dalam truk.
Mereka membawa truk bermuatan penuh itu melintasi perbatasan, kemudian dengan hati-hati membongkar dan menyusun barang-barang berharga itu di tanah, dan meninggalkan sebuah pesan yang berbunyi, "Setiap orang memberi sesuai dengan kemampunyannya untuk memberi."
Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka yang melihat "bingkisan balasan" itu serta pesan yang tertulis bagi mereka. Perasaan mereka campur aduk. Terkejut. Malu. Kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mungkin ada yang menyesal.
Yang kita berikan kepada orang lain merupakan sebuah pesan yang jelas sekali mengenai siapa kita. Cara kita menanggapi perbuatan tidak ramah, perbuatan tidak adil, atau sikap tidak tahu terima kasih juga mencerminkan karakter kita yang sesungguhnya.
Saturday, 5 September 2009
Belajar dari Matahari
Sesungguhnya kalau kita mau “sejenak” membuka hati dan pikiran kita…di alam ini banyak sekali yang dapat kita ambil sebagai hikmah. Kali ini aku ingin berbagi bagaimana kita bisa belajar dari kearifan matahari.
Gede prama pernah mengatakan :” Sesungguhnya jagat raya ini mengajarkan kearifan dan kebijaksanaan yang tidak ada tandingannya”. Begitulah kata seorang yang sering dijuluki sebagai Penutur Kejernihan yang memperoleh gelar “Sufi” atau “orang bijak”. Namun karena saking terangnya perlambang kearifan itu, maka justru banyak orang yang tidak mampu memahami maknanya.
Apa yang diajarkan matahari…..?
Matahari mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya mencintai, tanpa membeda-bedakan asal-usul, suku, agama, perbedaan warna kulit, kaya atau miskin, suku agama, perbedaan warna kulit, kaya, miskin, berpangkat atau bahkan hanya staf paling rendah. Semua diperlakukan sama oleh matahari.
Sinarnya yang selalu rajin…. hadir setiap pagi dan tenggelam di sore hari. Hal ini menandakan bukti nyata sebuah kesetiaan yang tiada taranya kepada seluruh isi jagad raya ini. Tidak pernah sekalipun matahari ingkar janji….. lalu tidak muncul di pagi hari dan tidak tenggelam di ufuk barat. Kesetiaan yang tiada taranya ini seharusnya diteladani oleh setiap orang. Yaitu dengan senantiasa tetap setia pada janji yang pernah diucapkan, janji kepada Tuhan atau janji kepada sesama manusia.
Sinar matahari yang cemerlang dengan setia menyinari siapa saja tanpa membeda-bedakan. Apakah itu seorang pelacur, germo, preman, perampok, pejabat, staf kecil, pastor, pendeta atau kyai. Pokoknya semuanya di terangi dengan kapasitas yang sama. Prinsip kearifan matahari adalah memberi.... dan menyebarkan sinar kebajikan.
Jika dilambangkan dengan cinta, maka sinar matahari menggambarkan bahwa kita mesti mencintai siapa saja, tanpa membeda-bedakan, apakah itu manusia miskin atau kelas bangsawan. Mencintai di sini bisa diartikan tetap menghormati atau memperlakukan secara manusiawi kepada siapa saja di dunia ini. Kepada pelacur, misalnya,..... dimana mereka seringkali dianggap sebagai kaum rendah dan hina. Bukankah lebih bijak bilamana tetap memandang dan memperlakukannya mereka secara manusiawi. Jangan hinakan mereka, tetapi jika bisa bantulah mereka untuk kembali ke jalan yang benar. ( seperti kisah seorang sufi ” Gus Mik” dari kediri di artikel lainnya dalam blog ini).
Kepada kaum yang berbeda agama, suku, aliran, hendaknya tidak saling menghujat, saling menyakiti...tetapi tebarkanlah cinta kasih kepada semua insan. Mengapa semua harus dicintai...? Sebab semuanya adalah makhluk ciptaan Tuhan dan merupakan pengejawantahan dari Tuhan. Kalau kita menyayangi mereka berarti kita juga menyayangi Tuhan.
Sekian tulisan ini semoga bermanfaat dan menjadikan diri kita lebih bijaksana dan bisa mencintai sesama.
Semoga hari-hari anda berbahagia....
Salam sukses dan bahagia....!!!
Diambil dari buku : Ajaran Manunggaling Kawula Gusti oleh Sri Muryanto
Penerbit : Kreasi wacana.
Gede prama pernah mengatakan :” Sesungguhnya jagat raya ini mengajarkan kearifan dan kebijaksanaan yang tidak ada tandingannya”. Begitulah kata seorang yang sering dijuluki sebagai Penutur Kejernihan yang memperoleh gelar “Sufi” atau “orang bijak”. Namun karena saking terangnya perlambang kearifan itu, maka justru banyak orang yang tidak mampu memahami maknanya.
Apa yang diajarkan matahari…..?
Matahari mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya mencintai, tanpa membeda-bedakan asal-usul, suku, agama, perbedaan warna kulit, kaya atau miskin, suku agama, perbedaan warna kulit, kaya, miskin, berpangkat atau bahkan hanya staf paling rendah. Semua diperlakukan sama oleh matahari.
Sinarnya yang selalu rajin…. hadir setiap pagi dan tenggelam di sore hari. Hal ini menandakan bukti nyata sebuah kesetiaan yang tiada taranya kepada seluruh isi jagad raya ini. Tidak pernah sekalipun matahari ingkar janji….. lalu tidak muncul di pagi hari dan tidak tenggelam di ufuk barat. Kesetiaan yang tiada taranya ini seharusnya diteladani oleh setiap orang. Yaitu dengan senantiasa tetap setia pada janji yang pernah diucapkan, janji kepada Tuhan atau janji kepada sesama manusia.
Sinar matahari yang cemerlang dengan setia menyinari siapa saja tanpa membeda-bedakan. Apakah itu seorang pelacur, germo, preman, perampok, pejabat, staf kecil, pastor, pendeta atau kyai. Pokoknya semuanya di terangi dengan kapasitas yang sama. Prinsip kearifan matahari adalah memberi.... dan menyebarkan sinar kebajikan.
Jika dilambangkan dengan cinta, maka sinar matahari menggambarkan bahwa kita mesti mencintai siapa saja, tanpa membeda-bedakan, apakah itu manusia miskin atau kelas bangsawan. Mencintai di sini bisa diartikan tetap menghormati atau memperlakukan secara manusiawi kepada siapa saja di dunia ini. Kepada pelacur, misalnya,..... dimana mereka seringkali dianggap sebagai kaum rendah dan hina. Bukankah lebih bijak bilamana tetap memandang dan memperlakukannya mereka secara manusiawi. Jangan hinakan mereka, tetapi jika bisa bantulah mereka untuk kembali ke jalan yang benar. ( seperti kisah seorang sufi ” Gus Mik” dari kediri di artikel lainnya dalam blog ini).
Kepada kaum yang berbeda agama, suku, aliran, hendaknya tidak saling menghujat, saling menyakiti...tetapi tebarkanlah cinta kasih kepada semua insan. Mengapa semua harus dicintai...? Sebab semuanya adalah makhluk ciptaan Tuhan dan merupakan pengejawantahan dari Tuhan. Kalau kita menyayangi mereka berarti kita juga menyayangi Tuhan.
Sekian tulisan ini semoga bermanfaat dan menjadikan diri kita lebih bijaksana dan bisa mencintai sesama.
Semoga hari-hari anda berbahagia....
Salam sukses dan bahagia....!!!
Diambil dari buku : Ajaran Manunggaling Kawula Gusti oleh Sri Muryanto
Penerbit : Kreasi wacana.
Saturday, 22 August 2009
Puasa Membuat hati BAHAGIA.....!!!
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan..semoga amal ibadah kita diterima di sisi Nya. Amiien.
Puasa merupakan momen yang sangat indah dan membahagiakan terutama bagi mereka yang benar-benar menjalankannya dengan tulus dan ikhlash. Mengapa?...karena dengan puasa banyak pelajaran atau hikmah yang bisa dipetik. Namun bagi mereka yang hanya sekedarnya saja dalam menjalani ibadah puasa...apalagi kalau dijalankan dengan keterpaksaan.....maka hikmah puasa mungkin hanya sedikit saja artinya. Bahkan bisa jadi puasa kita hanya sekedar mendapatkan lapar dan dahaga....saja.
Momen puasa sangat bagus juga untuk media perenungan...sudah sampai dimanakah perjalanan hidup ini. Ada baiknya anda melakukan sedikit perenungan tentang makna hidup dan kehidupan yang sebenarnya anda jalani. Apakah hidup anda sudah sesuai dengan cita-cita yang selama ini anda harapkan dan impikan?......apakah hidup anda sudah benar-benar bermakna bagi orang sekitar dan keluarga kita...? apakah hidup kita benar-benar mencapai hal-hal yang membahagiakan....? saatnya merenung nih....
Bila puasa hanya menjadi beban dan tidak membahagikan bagi anda...maka hati-hatilah. Mungkin saja anda telah terkena penyakit "keras hati". Dimana di dalam al Qur an digambarkan betapa sangat hebatnya orang yang telah merasakan kedekatan dan keikhlasan dalam menjalankan puasa. Mereka menjadi hamba yang betul-betul di ridhoi Alloh swt. Dan menjadi orang terdekat di sisi Nya.
Namun sebaliknya orang yang hatinya telah tertutup. Mau diapain aja ...susah tuh. Mungkin sampai mati kalau orang otu nggak sadar dan insyaf.......akan sangat sulit menerima hidayah Nya.
Untuk marilah kita saling melihat ke dalam hati kita masing-masing. sejauh mana hati kita bisa melaksanakan puasa dengan ikhlash dalam kegembiraan...? Bila anda melihat ada kebahagiaan dan keceriaan di dalam hati anda tatkala menjalankan puasa ramadhan ini....maka bersyukurlah. Itu adalah nikmat yang tiada terkira dalam hidup ini ...yang nggak bisa dinilai dengan uang sebesar apapun.
Untuk itulah puasa ini akan mampu membuat hidup kita lebih bahagia. Setidak nya ada 3 hal yang membahagiakan orang-orang yang berpuasa yaitu:
1. Bahagia ketika berbuka puasa. Inilah kebahagiaan yang paling bisa dirasakan oleh siapapun yang berpuasa walaupun masih dalam keterpaksaan. Nikmatnya berbuka puasa akan membuat kita sangat menghargai makanan dan minuman yang kita makan.Kita akan menyadari betapa nikmat Tuhan yang satu sungguh besar. Bayangkan masih banyak sadara kita di tempat lain yang masih sulit untuk memperoleh sesuap nasi. maka bersyukurlah kepada Alloh dan kembangkan jiwa sosial untuk berbagi dengan sesama manusia.
2. Bahagia tatkala mendapatkan diri kita termasuk orang-orang yang beriman dan berhati lembut. Sehingga mudah mendapatakn hidayah Nya dan bisa melaksanakan perintah Nya dengan ikhlash dan tawakkal.
3. bahagia ketika mendapat ampunan dan pahala dari Alloh swt ketika di akhirat nanti. Konon orang yang berpuasa mendapatkan surga khusus untuk ahli puasa. karena memang puasa adalah ibadah yang sangat spesial untuk Alloh semata.
demikian tulisan ini semoga bermanfaat. Bila ada kurangnya mohon ditambahkan sendiri yah
Salam bahagia dalam berpuasa.....!!!
Bila anda ingin belajar memperoleh penghasilan dari internet silahkan kunjungi inginbahagia.com. Ada banyak peluang bisnis online yang dibahas mulai dari google adsense, amazon, buat website, dll.
Puasa merupakan momen yang sangat indah dan membahagiakan terutama bagi mereka yang benar-benar menjalankannya dengan tulus dan ikhlash. Mengapa?...karena dengan puasa banyak pelajaran atau hikmah yang bisa dipetik. Namun bagi mereka yang hanya sekedarnya saja dalam menjalani ibadah puasa...apalagi kalau dijalankan dengan keterpaksaan.....maka hikmah puasa mungkin hanya sedikit saja artinya. Bahkan bisa jadi puasa kita hanya sekedar mendapatkan lapar dan dahaga....saja.
Momen puasa sangat bagus juga untuk media perenungan...sudah sampai dimanakah perjalanan hidup ini. Ada baiknya anda melakukan sedikit perenungan tentang makna hidup dan kehidupan yang sebenarnya anda jalani. Apakah hidup anda sudah sesuai dengan cita-cita yang selama ini anda harapkan dan impikan?......apakah hidup anda sudah benar-benar bermakna bagi orang sekitar dan keluarga kita...? apakah hidup kita benar-benar mencapai hal-hal yang membahagiakan....? saatnya merenung nih....
Bila puasa hanya menjadi beban dan tidak membahagikan bagi anda...maka hati-hatilah. Mungkin saja anda telah terkena penyakit "keras hati". Dimana di dalam al Qur an digambarkan betapa sangat hebatnya orang yang telah merasakan kedekatan dan keikhlasan dalam menjalankan puasa. Mereka menjadi hamba yang betul-betul di ridhoi Alloh swt. Dan menjadi orang terdekat di sisi Nya.
Namun sebaliknya orang yang hatinya telah tertutup. Mau diapain aja ...susah tuh. Mungkin sampai mati kalau orang otu nggak sadar dan insyaf.......akan sangat sulit menerima hidayah Nya.
Untuk marilah kita saling melihat ke dalam hati kita masing-masing. sejauh mana hati kita bisa melaksanakan puasa dengan ikhlash dalam kegembiraan...? Bila anda melihat ada kebahagiaan dan keceriaan di dalam hati anda tatkala menjalankan puasa ramadhan ini....maka bersyukurlah. Itu adalah nikmat yang tiada terkira dalam hidup ini ...yang nggak bisa dinilai dengan uang sebesar apapun.
Untuk itulah puasa ini akan mampu membuat hidup kita lebih bahagia. Setidak nya ada 3 hal yang membahagiakan orang-orang yang berpuasa yaitu:
1. Bahagia ketika berbuka puasa. Inilah kebahagiaan yang paling bisa dirasakan oleh siapapun yang berpuasa walaupun masih dalam keterpaksaan. Nikmatnya berbuka puasa akan membuat kita sangat menghargai makanan dan minuman yang kita makan.Kita akan menyadari betapa nikmat Tuhan yang satu sungguh besar. Bayangkan masih banyak sadara kita di tempat lain yang masih sulit untuk memperoleh sesuap nasi. maka bersyukurlah kepada Alloh dan kembangkan jiwa sosial untuk berbagi dengan sesama manusia.
2. Bahagia tatkala mendapatkan diri kita termasuk orang-orang yang beriman dan berhati lembut. Sehingga mudah mendapatakn hidayah Nya dan bisa melaksanakan perintah Nya dengan ikhlash dan tawakkal.
3. bahagia ketika mendapat ampunan dan pahala dari Alloh swt ketika di akhirat nanti. Konon orang yang berpuasa mendapatkan surga khusus untuk ahli puasa. karena memang puasa adalah ibadah yang sangat spesial untuk Alloh semata.
demikian tulisan ini semoga bermanfaat. Bila ada kurangnya mohon ditambahkan sendiri yah
Salam bahagia dalam berpuasa.....!!!
Bila anda ingin belajar memperoleh penghasilan dari internet silahkan kunjungi inginbahagia.com. Ada banyak peluang bisnis online yang dibahas mulai dari google adsense, amazon, buat website, dll.
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Didik sugiarto
- Halo sobat...nama saya Didik Sugiarto.....Saya bukanlah blogger profesional....hanya sekedar hobi ngeblog dan juga belajar cara mencari uang dengan blog.....adsense, amazon, clickbank dll.......semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua.

