Showing posts with label keislaman. Show all posts
Showing posts with label keislaman. Show all posts

Friday, 9 March 2018

Renungan setiap hari jumat

Hallo blogger, hari ini adalah hari jumat. Setelah shubuh tadi sholat berjamaah di masjid, selanjutnya adalah baca al ma'tsurat dan surah Al Kahfi. Alhamdulillah semua sudah selesai. Kemudian lanjut nganter anak2 sekolah. Sampai rumah aku sempatin nulis di blog ini......hehehe.

Hari jumat harus kita buat istimewa, untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT, melalui amalan amalan yang sudah jelas dalilnya. Tidak perlu kita buat2 amalan yang aneh aneh. Cukup lah apa yang disampaikan oleh Nabi dan para sahabat serta thabi'in. Insya Alloh hidup menjadi tenang , aman dan bahagia. Dan yang lebih barokah pastinya.

Sudahkah teman2 mempersiapkan hari jumat kali ini?....kalo belum segera amalkan sunnah -sunnah hari jumat.....semoga hidup kalian lebih barokah.....tenang dan damai....Aaaamiiiin Ya robbal alamin.

Sunday, 26 January 2014

Sebuah Pengalaman Pribadi Anggun Gunawan : Mengapa Saya Meninggalkan Salafi

Ilustrasi Salafi
Kali ini saya ingin berbagi tentang paham salafi yang sekarang kian merebak di berbagai daerah termasuk di yogyakarta. Sebagai kota pendidikan  memang banyak sekali paham atau aliran yang bisa saja sangat berbeda dengan paham agama Islam yang kita anut selama ini. Untuk itu kita harus hati-hati dalam menentukan kajian yang akan kita masuki. Jangan sampai ketika kita memutuskan mengikuti sebuah kajian ternyata kajian tersebut beraliran ekstrim. Untuk itu nggak ada salahnya membaca pengalaman teman berikut.

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi seorang teman yang telah dituang dalam sebuah blog grelovejogja.wordpress.com. Tulisan ini judul aslinya adalah " Mengapa Saya Meninggalkan Salafi".

Jadi bukan pengalaman pribadi saya, karena memang dari dulu saya nggak pernah ikut pengajian salafi, baik ketika masih dikampus farmasi UGM, ataupun setelahnya. Saya hanya ikut beberapa kajian yang lebih netral aja. Bagi teman-teman yang tertarik untuk melihat apa saja alasan Anggun Gunawan meninggalkan salafi silahkan mengunjungi blog nya di link tersebut. Lebih lanjut mengenai kisah nyata mengapa Anggun Gunawan meninggalkan Salafi silahkan baca artikel berikut, semoga saja bermanfaat:



Mengapa Saya meninggalkan Salafi

Oleh : Anggun Gunawan


Perjalanan spiritualku dalam mengenal Islam menemui babak baru ketika memulai studi di Jogjakarta. Bertemu dengan senior satu kamar di asrama mahasiswa Sumatera Barat yang memiliki penampilan aneh. Berjenggot tebal dan celana di atas mata kaki. Namanya anak kampung yang baru sekali merantau, aku hanya bisa banyak mendengar apa yang seniorku itu sampaikan. Tiap malam aku dibombardir dengan istilah-istilah baru yang belum kuketahui sebelumnya tapi memiliki indikasi negatif dalam agama.

Berjalannya waktu dan semakin intensnya pembicaraan kami, akhirnya aku mengenal sebuah aliran baru “Salafi”. Sebuah ajaran yang diklaim sebagai ajaran yang paling benar dan paling teguh memegang Al Qur’an dan As Sunnah. Sementara gerakan atau ajaran lain dianggap bid’ah dan tidak sesuai dengan Islam “yang sebenarnya”.

Meski tanpa didampingi oleh sang senior, aku melakukan pencarian lebih lanjut tentang “Salafi”. Lewat pamflet-pamflet pengajian yang disebar di kampus, akupun mulai mengunjungi masjid-masjid tempat berlangsungnya kajian yang bertitel “mengikuti sunnah Nabi” ini. Aku terpukau dengan kapabilitas ustadz-ustadznya yang hafal ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist. Banyak hadist-hadist baru yang kudengar. Tampilan tawadhu’ para pendengar yang terdiri dari bapak-bapak dan pemuda-pemuda berjenggot-berjubah, serta wanita-wanita bercadar membuat kepincut untuk terus mengikuti pengajian-pengajian Salafi, karena sejak SMA aku sudah memilih memelihara jenggot sebagai sunnah Nabi, sampai-sampai aku berdebat keras dengan seorang guru berjilbab yang menyuruhku untuk memotong jenggot. Aku berpikir, inilah tempat aku menemukan teman-teman yang melaksanakan hadist yang dulu pernah kutemui bahwa memilihara jenggot merupakan bagian dari sunnah Nabi.

Meskipun masih menjadi orang “aneh” dengan penampilan modern (celana panjang dan kemeja), keinginanku untuk belajar mengalahkan rasa risih. Seringkali para jama’ah lain menatap diriku agak lama. Mungkin karena dirasa sebagai orang baru, gaya penampilanku yang tidak lazim dapat mereka maklumi. Minggu-minggu berlalu, aku semakin asyik dengan pengajian demi pengajian. Di Asrama,  sang senior satu kamar semakin intens menceritakan kejelekan-kejelekan ajaran di luar Salafi.

Aku tak ingat lagi sejak kapan memotong celana hingga di atas matakaki. Semua celana panjangku kukirim ke tukang jahit untuk “dirapikan” agar sama seperti celana-celana yang dipakai oleh anggota pengajian. Jenggotku mulai memanjang dan celanaku tidak lagi celana lipatan. Mulailah beberapa peserta pengajian mendekatiku dan mengajakku ngobrol. Aku mulai merasa diterima sebagai bagian mereka. Aku merasa enjoy karena mulai mendapatkan teman-teman baru. Lambat laun hubunganku semakin intens dan mengenal lebih banyak lagi teman-teman Salafi. Sampai suatu kali perkenalan tentang kuliah, aku bilang kuliah di Filsafat UGM. Sontak saja raut teman bicaraku berubah. Awalnya aku tak mengerti, kenapa setiap memperkenalkan diri sebagai mahasiswa Filsafat mereka mencoba mengalihkan pembicaraan?

Akhirnya aku tahu sebab-musabab, kenapa raut wajah mereka berubah ketika kubilang kuliah di Filsafat. Ternyata memang Salafi “mengharamkan Filsafat”. Berkali-kali ketika membahas peran akal dalam memahami wahyu atau kajian-kajian mengenai firqoh-firqoh Islam, istilah filsafat dikatakan dengan ucapan sinis. Berbagai istilah dilekatkan kepada filsafat, “ilmu syetan”, “ilmu sesat”, “ilmu tak bermanfaat”.

Kegelisahan mulai menderaku. Apakah benar kuliah yang sedang kujalani saat ini adalah kuliah yang mempelajari ilmu yang dilarang dalam Islam? Suatu ketika kuberanikan diri bertanya empat mata kepada beberapa Ustadz. Jawaban dari Ustadz yang kudatangi SAMA. Mempelajari filsafat itu haram. Pertahananku jebol. Aku benar-benar binggung. Semester 3 aku mulai malas-malasan pergi ke kampus. Pagi hari dan siang hari aku hanya termanggu di asrama, berkata pada diri sendiri, “betapa bodohnya aku telah salah memilih jurusan”. Aku menghindar memilih jurusan hukum atas dasar asumsi “Islami”, hukum di Indonesia adalah hukum thagut (kafir, sesat). Dan pilihan jurusan filsafat kusandarkan kepada sebuah artikel dalam terjemahan Al Qur’an yang dikeluarkan oleh Departemen Agama. Tapi, di Jogja aku menemukan hal sebaliknya, “Filsafat Haram dalam Islam”.

Akibat jarang mengikuti perkuliahan, IP-ku jeblok. Padahal semester 1 dan 2 aku berhasil meraih IP di atas 3. Sementara, aktivitas pengajianku di Salafi semakin intens. Beberapa kajian yang kuikuti telah melewati batas kota Jogja.

Suatu ketika, aku berpikir tak mungkin lagi melanjutkan kuliah di filsafat. Kuberanikan diri bicara lewat telpon kepada Bapak untuk berhenti kuliah. Aku ingin masuk pondok pesantren, mempelajari ilmu agama yang lebih mulia dari ilmu-ilmu lain. Kusampaikan kepada Bapak dalil-dalil keharaman filsafat sebagaimana yang kudapatkan dari ustadz. Bapak marah besar kepadaku. Aku cuek, karena yakin apa yang sampaikan benar menurut “agama”. Aku bersitegang dengan Bapak. Beberapa hari setelah percekcokanku dengan Bapak, Ibu datang ke Jogja. Tak henti Ibu menangis. Memberitahukan bagaimana Bapak kecewa berat dengan “kegilaan-ku” meninggalkan kuliah di UGM. Ibu memintaku untuk mengurungkan niat berhenti kuliah. Jiwaku masih memberontak waktu itu.

Beberapa hari Ibu menginap di kamar. Tak henti tangisan beliau ketika memintaku untuk memikirkan kerja keras Bapak menguliahkanku dengan biaya yang besar di UGM. Akupun luluh. Tak sanggup rasanya melihat Ibu bercucuran airmata. Hati kecil berontak, bimbang antara memilih “agama” dan keinginan orang tua. Terlintas ucapan ustadz-ustadz Salafi bahwa hormat kepada manusia tidak perlu jika melanggar perintah Tuhan, hatta itu orangtua sendiri. Di sisi lain sanubariku berkata, bukankah agama melarang seorang anak durhaka kepada orang tua?

Aku menghadapi dilema ini sendirian. Seniorku satu kamar yang mengenalkanku dengan Salafi diam masa bodoh. Sibuk dengan kerja dan kuliahnya yang memang begitu padat. Menjelang kepulangan Ibu kembali ke kampung karena sudah tak bisa berlama-lama di Jogja demi kerja dan mengurusi adik-adikku yang masih kecil-kecil, beliau kembali memintaku untuk mengurungkan niat berhenti kuliah. Aku tak bisa melawan Ibu dab melepas kepergian beliau dengan tangisan. Kukuatkan tekad dan bilang sama Ibu bahwa aku mengurungkan niat berhenti kuliah. Aku akan kembali masuk kuliah dan mengejar ketertinggalan selama ini. Berusaha keras meraih IP seperti 2 semester awal dulu. Dalam hati aku menguatkan tekad, “persetan dengan kata-kata Ustadz kalau akhirnya aku membuat Ibu menangis dan Bapak menjadi kecewa. Terserah dibilang membuang umur untuk mempelajari ilmu yang haram, terserah dibilang sebagai pengkhianat agama. Persetan dengan semua dalil dan argumen agamis yang mereka sampaikan. Aku mau menghormati orangtuaku meskipun dianggap sebagai “kedurhakaan” kepada Tuhan.

Titik balik itu berlangsung saat liburan semester 6, persis tiga tahun aku menjalani hidup sebagai mahasiswa di Jogja. Kudatangi kampus untuk registrasi masuk kuliah semester 7. Kuminta transkrip nilai. Tak sampai 40 sks mata kuliah yang telah kuambil. IPK-pun hancur di bawah 2,5. Hanya satu tekad kukobarkan, aku tak boleh mengecewakan Bapak dan Ibu lagi.

Aku mulai kuliah. Kajian Salafi masih tetap kuikuti. Aku masih senang dengan uraian hadist dan Al Qur’an dari Ustadz, meskipun sesekali sentilan negatif terhadap filsafat tetap memerahkan mukaku. Aku kemudian menjadi orang aneh. Pergaulanku dengan teman-teman Salafi semakin luas, karena aku adalah santri yang unik bagi mereka, menjadi Salafi tapi kuliah di filsafat.

Suatu hari di tahun awal 2006, aku memutuskan untuk masuk Muhammadiyah lewat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UGM. Aku mulai intens mengikuti kajian tafsir Ustadz Dr. Yunahar Ilyas, Lc di kantor pusat Muhammadiyah Yogyakarta. Ada hal lain yang kutemui. Ustadz Yunahar lulusan Saudi Arabia, sama dengan Ustadz-Ustadz kenamaan Salafi yang juga menempuh studi di negeri yang didirikan Keluarga Saud itu, yakni gaya ceramah Ustadz Yunahar yang lebih soft dan lebih mengedepankan analogi. Tidak pernah beliau menyerang filsafat, malahan mengatakan filsafat dibutuhkan untuk menghadang musuh-musuh Islam. Aku terheran-heran. Kok bisa beda ya? Kuperhatikan face ustadz Yuhanar, kumis menghiasi wajahnya. Jenggot hanya sedikit. Tak pernah kulihat Ustadz Yunahar memakai kopiah haji meskipun beliau sudah naik haji berkali-kali. Hanya kopiah hitam nasional yang menurut beberapa teman Salafi, tidak Islami. Kuperhatikan celana beliau, berjuntai melewati mata kaki. Aku bertanya, kenapa “Ustadz” satu ini berbeda dengan Ustadz-Ustadz Salafi-ku?

Keherananku semakin kentara ketika Ustadz Faturahman Kamal mengantikan beberapa kali kajian Ustadz Yunahar. Ustadz Faturahman adalah alumni Universitas Islam Madinah yang diklaim sebagai salah satu pusat keilmuan Salafi. Gaya ceramah beliau berbeda. Bahkan sesekali beliau membicarakan geliat dakwah kampus yang menguraikan ketidakwajaran halaqoh dakwah, yang secara eksplisit mengarah kepada Salafi.

Aku kembali bertanya-tanya, apakah klaim Salafi sebagai firqoh yang paling benar sebagaimana yang berbuih-buih disampaikan oleh para Ustadznya BENAR? Sementara itu, senior satu kamarku yang melepasku dalam kebimbangan sendirian, meninggalkan Jogja. Dia sudah lulus kuliah dan hendak pulang kampung untuk mencari pekerjaan demi mempersiapkan lamarannya kepada salah satu teman dari asrama putri.

Kuliahku berjalan lancar. IPK-ku semakin hari semakin naik. Aku semakin menikmati perkuliahan dan uraian-uraian filosofis yang disampaikan dosen. Kajian Salafi mulai jarang kuikuti, kecuali kajian Ustadz Ridwan Hamidi yang tak bisa kutinggalkan sama sekali. Aku teramat suka dengan Ustadz Ridwan, yang seringkali mendapat ejekan dari kelompok Salafi yang lain, karena ceramah beliau yang lembut dan sering membuat jiwaku tentram.

Singkat cerita, bulan Februari ini aku akan diwisuda. Menjadi lulusan terbaik fakultas Filsafat UGM untuk wisuda periode pertama di tahun 2010 dengan IPK 3,61. Penampilanku sudah biasa. Tak ada lagi celana jingkrang di atas mata kaki dan jenggot panjang yang awut-awutan. Aku menjadi orang biasa. Aku tetap normal tidak menjadi gila dengan filsafat yang kupelajari. Aku masih sholat, baca Al Qur’an dan mempercayai Tuhan. Filsafat telah membuka wawasan dan perspektifku lebih luas dalam memandang dunia. Tidak seperti saat di Salafi dengan pola hitam-putih yang dibangun. Hidup dikurung dan dihiasi kebencian kepada orang lain dengan sekat “Kafir”, “Ahlul Bid’ah” dan “Kaum Sesat” yang didasarkan bingkai agama.
Bulan ini, aku bisa mengobati airmata Ibu dan kekecewaan Bapak beberapa tahun lalu. Hari ini aku bahagia tanpa harus kehilangan keIslamanku. Malahan aku menemukan Islam yang damai lewat uraian Ustadz Yunahar Ilyas dan Ustadz Faturrahman Kamal.

Aku tak peduli dengan sindiran keputusanku keluar dari Salafi. Terserah dibilang orang yang futur, tersesar dari jalan dakwah, atau sebutan menyakitkan lainnya. Aku tak peduli sama sekali. Yang penting aku masih menyembah Tuhan, masih mendengarkan Al Qur’an dan Hadist, masih sholat, puasa, mendengarkan ceramah, dan bisa berbakti kepada orangtuaku. Aku punya jalan hidup sendiri dan punya kekuatan pikiran untuk mengarahkannya kemana. Aku sudah tak peduli dengan omongan-omongan negatif tentang keadaanku sekarang. Terserah mereka mau bilang apa…
 
Profil Penulis : Anggun Gunawan




Tuesday, 31 December 2013

Makna Tahun Baru 2014 menurut Islam apa ya?

Banyak yang mengisi acara tahun baru dengan pesta pora dan juga berlibur ke berbagai tempat terindah. Tapi apa sih sebenarnya makna tahun baru menurut Islam?

Beberapa orang memaknai tahun baru dengan membuat daftar kesuksesan teman-teman kita dan membandingkan nya dengan diri kita sendiri. Seperti misalnya kita lihat teman kita yang dulu biasa aja nggak pintar-pintar amat....tapi sekarangsudah jadi pengusaha kaya raya, punya rumah mewah, mobil mewah dan lain-lain. Ada juga seorang teman yang dulunya cuman anak desa, tiba-tiba saja sudah menjadi anggota DPR. Bahkan ada teman kita yang IP nya masih jauh di bawah kita, tiba-tiba sudah jadi pejabat. Sedangkan kita masih gini-gini aja, hidup sederhana dan bahkan serba kekurangan. Apakah kita gagal dalam hal ini....?

Nah kali ini saya ingin berbagi kepada teman semua akan makna tahun baru menurut Islam. Menurut Ustad Yunahar Ilyas, yang kebetulan sebagai khotib khutbah jumat di masjid kampus pada tanggal 27 Desember 2013 , bahwa muhasabah atau mawas diri harus dinilai dari 3 hal. Bukan hanya kenikmatan dunia saja, melainkan juga apa yang telah dicapai untuk kenikmatan akhirat. Apa saja 3 hal tersebut? Yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.

Iman artinya: sejauh mana kita beriman kepada Alloh swt. Intinya adalah apakah tauhid kita sudah benar. Bersih dari segala macam berbau syirik , baik syirik kecil maupun syirik besar. Kalau kita masih menyekutukan Alloh dengan kekuatan lain, seperti dukun, jin, dll, maka tauhid kita jelas nggak benar.Harus cepat-cepat bertaubat. Karena dosa syirik akan membuat amal ibadah yang kita lakukan tidak ada nilainya sama sekali. Tauhid adalah sangat vital bagi diterimanya sebuah ibadah. Kalau tauhid kita benar, maka ibadah kecil aja akan bernilai sangat tinggi di mata Alloh, apalagi ibadah mahdoh.....luar biasa.

Islam berarti kita akan melakukan perenungan terhadap amal ibadah kita. Baik ibadah wajib maupun sunah. Ibadah muamalah kita juga harus kita renungkan. Apakah sudah sesuai dengan tuntunan Rosululloh atau belum. Untuk ibadah mahdoh memakai kaidah segalanya tidak boleh kecuali ada tuntunannya, janganlah menambahkan sesuatu yang nggak ada tuntunan dari nabi Muhammad SAW. Cukuplah apa yang dicontohkan rosululloh yang perlu kita lakukan.Kalau nggak ada tuntunan ya jangan dilakukan. Kalau untuk ibadah muamalah memakai kaidah yang sebaliknya  segala nya boleh kecuali yang dilarang oleh Alloh swt.

Sedangkan Ihsan adalah beribadah kepada Alloh seolah-olah kita bisa melihat Allloh, kalaupun nggak bisa, cukup kita niatkan bahwa Alloh pasti melihat kita. Sholat kita, sedekah kita, dan amal ibadah kita semua, hanyalah untuk Alloh semata.

Ada sebuah kisah yang menarik mengenai Ihsan ini:

Pada suatu ketika murid Imam Syafii menghadap sang Imam dan berkata: " wahai Imam , saya berhasil mengkhatamkan Al Qur'an dalam waktu sehari saja". Kemudian sang Imam menjawab:" Itu bagus, namun besok cobalah mengkhatamkan Al Qur'an sambil membayangkan seolah-olah aku ada dihadapanmu".

Keesokan harinya sang murid kembali kepada Imam Syafi'i: " wahai Imam aku hanya bisa menyelesaikan 10 juz saja". Kemudian sang Imam berkata: Coba besok kau lakukan lagi namun dengan membayangkan seolah-olah Rosululloh ada di depanmu".

Keesokan harinya sang murid kembali menemui Imam Syafi'i dan berkata: " Wahai Imam aku hanya bisa menyelesaikan 1 surat saja".

Kemudian sang Imam berkata lagi," Besok lakukan lagi namun dengan membayangkan seolah-olah Alloh ada dihadapanmu".

Keesokan harinya sang murid menemui dan berkata" Wahai Imam, satu ayat pun aku tidak bisa menyelesaikannya".

Sungguh luar biasa ihsan. Ihsan akan membuat seseorang  benar-benar merasa diawasi oleh Alloh. Bahkan untuk perbuatan yang baik sekalipun, kita akan merasa malu kepada Alloh, bagaimana mungkin seorang yang ihsan dapat melakukan perbuatan yang dosa.

Wallohu a'lam bishowab.

Demikian review khutbah jumat oleh Ustad Yunahar Ilyas di masjid kampus UGM tentang makna tahun baru menurut Islam, yang dapat saya rangkum dalam tulisan ini. Kalau ada salahnya saya mohon maaf karena keterbatasan saya, semoga Alloh memudahkan kita dalam beramal dan beribadah.

Selamat menempuh tahun baru 2014, jadilah orang yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Monday, 23 December 2013

Inilah tanda-tanda kemunculan Dajjal

Video tentang tanda-tanda kemunculan Dajjal berikut saya kutip dari khazanah trans 7. Sangat bagus dan meningkatkan kewaspadaan kita sebagai muslim akan munculnya Dajjal.

Kemunculan dajjal diyakini bahwa hari kiamat sudah sangat dekat. Dajjal mampu membuat sihir yang yang luar biasa. Diyakini hanya orang yang beriman saja yang mampu menghindar dari pengaruh sihir dajjal.

Banyak orang yang akhirnya tertipu dan menjadi pengikut Dajjal. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan simak video kemunculan dajjal berikut ini:

Thursday, 7 November 2013

Ceramah KH Achmad Shiddiq-Gus Miek - Gus Dur video Youtube

Video ini sangat bagus bila disimak. Karena mengingatkan kita umat Islam akan pentingnya mempelajari Al Quran dan juga meningkatkan amal ibadah kita semua. Lebih lanjut silahkan simak video youtube berikut:

Tuesday, 22 October 2013

Berita Produser Film Fitna Masuk Islam dan Menunaikan ibadah haji

Masih ingat dengan film Fitna yang membuat marah umat Islam sedunia...? Ya sebuah film yang memproganda untuk menjelekkan nabi Muhammad dan juga umat Islam. Film tersebut di produseri oleh orang Belanda yang bernama Arnoud Van Doorn. Dan tahukah anda apa yang terjadi dengan produser tersebut...? Subhanalloh...ternyata produser tersebut masuk Islam dan menunaikan ibadah haji pada tahun 2012 lalu. Lebih lanjut mengenai produser film Fitna yang masuk Islam simakartikel berikut ya :



Jakarta - Tahun 2008 lalu, umat Islam marah atas munculnya film besutan Belanda berjudul Fitna (Hasutan) karena menggambarkan Nabi Muhammad SAW secara salah. Tahun berganti, produser film tersebut kini justru menjadi pemeluk Islam dan naik haji tahun ini.

Produser film itu adalah Arnoud Van Doorn. Dulu dia adalah anggota Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders, politisi rasis Belanda. Van Doordn memeluk Islam tahun 2012 setelah bertahun-tahun berpropaganda melawan ajaran Islam.


Van Doorn menyesal telah mengambil bagian dalam produksi film penuh kebencian Fitna. Dia mengatakan, sekarang dia berada di Tanah Suci untuk menebus dosa-dosanya.

"Saya mendapati diriku di antara hati-hati yang beriman. Saya berharap bahwa air mata penyesalan saya akan mencuci segala dosa saya setelah pertobatan saya, " kata Van Doorn seperti diberitakan media Saudi Gazette, Jumat 18 Oktober 2013.

Sebagai penebusan dari kesalahannya selama ini, Van Doorn berkomitmen untuk memproduksi sebuah film baru yang akan menunjukkan esensi sejati dari Islam dan kepribadian yang benar dari Nabi Muhammad SAW.

Van Doorn menyebut film Fitna berisi informasi yang benar-benar salah, menyesatkan, dan tidak benar, yang tidak ada hubungannya dengan agama Illahi yang mulia atau Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan bahwa sejak kedatangannya di Tanah Suci , ia telah menjalani hari-hari terbaik dalam hidupnya dan ia berharap bahwa ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah. Dia juga bertekad untuk kembali ke kota itu setelah ibadah hajinya tuntas.

"Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi. Saya berharap Allah akan mengampuni saya dan menerima tobat saya, " katanya.

Van Doorn menyatakan dia membaca banyak tentang Islam dan menyesali perseteruannya dengan agama tersebut.

Thursday, 24 May 2012

Berita Tentang Kebangkitan Islam di dunia Barat


Penelitian akhir Institut Internasional Pemikiran Islam (IIIT) yang berpusat di AS menunjukkan bahwa telaah terhadap Islam kian tumbuh pesat di kalangan masyarakat Barat. Direktur IIIT, Muhammad Siddiq menuturkan, "Masyarakat Barat kini makin giat mempelajari Islam untuk mencari jawaban tentang pertanyaan dirinya mengenai hakikat manusia dan bagaimana nasibnya serta solusi dalam menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi di Barat".

Menyangkut masalah ini, Muhammad Siddiq lantas menyinggung tentang fenomena meningkatnya kalangan ilmuwan Barat yang tertarik kepada Islam. Dia menandaskan, "Masalah ini menunjukkan bahwa Islam dan sains merupakan dua entitas yang saling berkelindan erat". Perkembangan Islam di Barat pun juga kian meningkat dan kini banyak orang-orang Barat yang memeluk Islam untuk lepas dari krisis identitas dan kehampaan. Meski saat ini jumlah pemeluk baru Islam di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kian meningkat drastis, namun media-media Barat berusaha mengabaikan ataupun menyensor kenyataan tersebut.

Selama ini, pemikiran Islam masuk ke negeri-negeri Barat melalui beragam jalan. Mengenai bagaimana kehadiran Islam di AS dan negara-negara Eropa lainnya merupakan isu yang perlu ditelaah lebih jauh. Berdasarkan beragam bukti dan dokumen yang ada, Islam hadir ke Amerika Serikat bersamaan dengan masuknya sekelompok warga muslim yang dibawa ke negeri itu sebagai budak sekitar abad ke-16-17 M. Sekitar 10 hingga 30 persen dari budak-budak itu ditengarai beragama Islam. Budak-budak tersebut umumnya didatangkan dari Afrika barat lantas dikirim ke kawasan Meksiko, Kuba, dan Amerika Selatan.

Sejak abad ke-17 hingga selanjutnya, migrasi masyarakat muslim ke AS berlangsung melalui beberapa periode yang bisa disebut sebagai gelombang migrasi. Gelombang pertama migrasi masyarakat muslim ke AS dimulai sejak tahun 1870 hingga 1912. Umumnya mereka berasal dari negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Ottoman seperti Timur Tengah dan Eropa Timur. Sebagian besar mereka merupakan warga dari kelas bawah dan berpenghasilan rendah. Bersamaan dengan itu, muncul beberapa warga kristen kulit putih yang beralih agama menjadi muslim. Salah satunya adalah Alaxander Russel Webb, seorang diplomat kulit putih AS.

Setelah memeluk agama Islam, ia mendirikan Gerakan Tabligh Islam Amerika pada tahun 1893. Dalam salah satu makalahnya ia menulis, "Setelah lama mempelajari, akhirnya aku menemukan bahwa Islam merupakan sebuah sistem terbaik dan satu-satunya yang bisa memenuhi kebutuhan spiritual manusia. Substansi Islam adalah berserah diri di hadapan kehendak Ilahi. Mengimani agama ini akan berujung pada persaudaraan, cinta universal dan antar sesama di dunia. Tak syak, Islam merupakan agama yang paling bersahaja dan luhur yang pernah dikenal umat manusia".

Sampai sekarang sulit untuk memperkirakan jumlah populasi warga muslim di AS yang sebenarnya. Sebab, pusat statistik AS tidak pernah mengumumkan secara resmi data yang terkait dengan ikatan agama warganya. Namun diprediksikan, jumlah warga muslim di AS berkisar antara 5 sampai 7 juta orang. Yang jelas, lantaran faktor perpindahan penduduk, meningkatnya angka kelahiran dan pemeluk baru Islam dari agama lain, membuat populasi warga muslim di AS kian bertambah drastis.

Carl Ellis, peneliti terkemuka masalah keagamaan di AS dan penulis buku "The Changing Face of Islam in America" menyatakan, "Populasi warga muslim di AS mengalami pertumbuhan 6 persen. 80 persen di antaranya berasal dari penganut kristen yang baru masuk Islam. Sementara 20 persennya lagi berasal dari kaum muslim imigran". Dia menambahkan, "Jika Islam terus mempertahankan persentase pertumbuhannya itu, maka hingga 17 tahun lagi, jumlah warga muslim di kota-kota besar AS akan melebihi jumlah warga Kristen".

Tentu saja, perkembangan pesat Islam di AS dan negara-negara Eropa juga memunculkan beragam reaksi. Reaksi tersebut kebanyakan berasal dari kalangan ekstrimis dan kelompok-kelompok fanatik yang merasa kepentingannya terancam oleh kehadiran Islam. Sebagai misal, mantan menteri luar negeri AS, Henry Kissinger dalam sebuah artikelnya pada tahun 1990 menulis, "Dalam sepuluh tahun mendatang, peningkatan drastis populasi warga muslim akan menjadi peringatan terbesar bagi AS". Salah satu media konservatif AS juga menyatakan, "Warga AS segera akan bangun dari tidurnya karena suara adzan".

Seiring dengan kian pesatnya pertumbuhan Islam di Barat, gerakan anti-Islam pun juga turut marak. Sebagai contoh, negara-negara Eropa seperti Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, dan Belgia lewat kebijakan larangan anti-jilbabnya, berusaha menerapkan politik tekanan dan diskriminatif terhadap masyarakat muslim. Meski demikian, konspirasi anti-Islam tersebut terkadang justru membuahkan hasil terbalik. Kian keringnya kehidupan spiritual masyarakat Barat dan merajalelanya kehidupan materialistik membuat Barat kian terjerumus dalam krisis identitas dan moral yang sangat mengenaskan. Kondisi ini membuat banyak warga Barat yang berusaha mencari hakikat dan identitas sejatinya.

Pasca terjadinya tragedi 11 September 2001, propaganda anti-Islam di Barat pun makin gencar. Bahkan masyarakat muslim sudah diidentikkan dengan teroris. Namun propaganda miring tersebut justru menghasilkan dampak yang jauh di luar perkiraan para pelakunya. Propaganda negatif semacam itu malah membuat penasaran orang-orang Barat untuk mengetahui hakikat Islam. Perlahan, rasionalitas dan keindahan wajah hakiki Islam pun makin terungkap di mata masyarakat Barat.

Kini dihadapan pencitraan negatif media-media Barat yang menampilkan Islam sebagai agama kekerasan, muncul citra tandingan yang memperlihatkan Islam sebagai agama yang menempatkan moral dan spiritual di sisi kehidupan duniawi manusia. Sebuah wajah Islam yang mengajarkan bahwa masyarakat yang sehat hanya bisa tercapai jika dibangun di atas landasan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Di sisi lain, jika kita tengok ulang komposisi warga Barat yang memeluk Islam, tampak jelas bahwa sebagian besar pemeluk baru Islam berasal dari kalangan terdidik, ilmuwan, dan para cendikiawan. Karena mereka adalah kelompok masyarakat yang tidak mudah tertipu oleh propaganda busuk media-media Barat yang gencar memojokkan Islam.

Meminjam ungkapan Theodor Noldeke, ilmuwan dan orientalis Jerman, "Islam dan Al-Quran berbicara dengan hati audiennya dengan logika ilmiah dan metode yang meyakinkan serta berpengaruh besar terhadap mereka. Agama ini juga mampu menawan kalbu lawan-lawannya, hingga mereka pun bergabung dengan Islam. Al-Quran dengan kesederhanaanya dan gaya bahasanya yang khas telah mencapai keutamaan dalam puncak kesempurnaanya".

Sejatinya tujuan Islam adalah untuk membangun sebuah kebudayaan global yang manusiawi sekaligus ilahi. Karena itu misi universal yang dikhotbahkan Islam senantiasa di terima oleh semua bangsa. Di mata Islam, keutamaan seseorang hanya ditentukan olek kualitas ketakwaannya. Tidak berlebihan jika Islam kian mendunia dan makin hari makin bertambah saja para pencari kebenaran yang memeluk Islam, tak terkecuali di Barat sekalipun. (IRIB/LV/NA)

sumber :
http://indonesian.irib.ir/index.php/politik/63-sosial/22085-gelombang-kebangkitan-islam-di-barat.html

Friday, 20 April 2012

Kisah Wafatnya Rosululloh SAW versi Indonesia....Bagus Banget

Saya menangis melihat video ini...merasakan betapa cinta Nabi Muhammad SAW kepada Umatnya. Ini merupakan kisah wafatnya nabi muhammad. Semoga bermanfaat

Kisah Detik-detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Video berikut merupakan kisah wafatnya Nabi Muhammad SAW yang dikisahkan oleh Syaikh Maulana Habib...mudah-mudahan menambah kecintaan kita kepada baginda Nabi

Inilah Pesan Terakhir Nabi Muhammad SAW kepada Umat Islam.....Sangat Mengharukan

Dapat video youtube tentang pesan terakhir Nabi Muhammad SAW ketika menunaikan Haji Wada' atau haji terakhir kepada seluruh umat Islam di dunia. Ini adalah cuplikan akhir dari film The Message - yang menjelaskan pesan terakhir Nabi Muhammad SAW kepada semua umat Muslim. Selamat menikmati video di bawah ini semoga bermanfaat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Alloh SWT.

Thursday, 12 April 2012

Video Imam Masjid Masjidil Haram Menangis Ketika Sholat....mengharukan

Menyaksikan video youtube ini bisa membuat kita terharu dan berharap mudah-mudahan kita bisa seperti sang Imam yang begitu menghayati makna al Qur an yang sedang dibaca sampai menangis.


Tuesday, 10 April 2012

Ceramah Zainuddin MZ Tentang Taubat


Dapat video youtube tentang pengajian Ustad Zainuddin mengenai Taubat bagus banget. Jadi lebih adem dan nyaman. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman semua. Di dalam video ini ada 7 seri Insya Alloh akan saya tampilkan sampai seri ke 7.


Pengajian Zainuddin Taubat 1



Taubat 2



Taubat 3



Taubat 4



Taubat 5



Taubat 6



Taubat 7



Thursday, 17 November 2011

BAgaimana Seharusnya Membantu Orang Miskin ?


Dapat artikel menarik dari republika oniline tentang bagaimana Rasululloh membantu kaum peminta-minta.

Sebenarnya kaum peminta saat ini bisa dikategorikan dengan berbagai macam kondisi. Ada yang meminta karena profesi, tetapi ada juga yang meminta karena terdesak kebutuhan. LAntas bagaimana ya cara menyikapinya...? Simak artikel berikut:

Membantu Orang Miskin

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Suatu hari ada seseorang datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW yang sedang berkumpul dengan para sahabat. Melihat kehadiran pengemis itu, Rasulullah lantas bertanya, "Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?"

Dia menjawab, "Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir." Rasulullah lalu berkata, "Ambil dan serahkan ke saya!"

Pengemis itu langsung bergegas pulang dan kembali dengan membawa cangkir. Rasulullah kemudian menawarkan cangkir itu kepada para sahabat, "Adakah di antara kalian yang ingin membeli ini?" Seorang sahabat menyahut, "Saya beli dengan satu dirham."

Rasulullah lalu menawarkannya kepada sahabat yang lain. Seorang sahabat yang sanggup membelinya dengan harga dua dirham. Rasulullah kemudian memberikan dua dirham itu kepada si pengemis. Rasul mengharapkan agar uang itu digunakan untuk membeli makanan buat keluarganya, dan sisa uangnya digunakan untuk membeli kapak. "Carilah kayu yang banyak dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu," kata Rasulullah.

Dua minggu kemudian, pengemis itu datang kembali menghadap Rasulullah SAW, tapi tidak untuk mengemis. Ia datang kepada Rasullah membawa uang 10 dirham hasil dari berjualan kayu. Rasulullah SAW kemudian menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya.

Rasulullah berkata, "Hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-meminta hanya akan membuat noda di wajahmu di akhirat nanti. Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat seseorang tidak bisa berusaha."

Kisah ini menggambarkan sifat Rasulullah yang gemar membantu orang yang tidak mampu. Bantuan tidak hanya berupa uang, tapi juga "kail" atau pekerjaan agar kelak orang yang tidak mampu itu bisa hidup mandiri.

Tidak dapat dimungkiri, jumlah pengemis dan pengangguran di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Alangkah indahnya, jika setiap orang mampu (secara ekonomi) di negeri ini mau meniru perilaku Rasulullah tersebut. Dengan memberi sedekah dan pekerjaan, setidaknya jumlah anak jalanan dan pengangguran bisa diminimalisasi.

Rasullullah memberikan contoh bahwa kesalehan spiritual belum dikatakan sempurna, sebelum dibarengi dengan kesalehan sosial (to be sensitive to the reality).

Dalam Alquran disebutkan bahwa orang yang bertakwa yaitu: "Orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang (QS Ali Imran [3]: 134).

Saatnya kita berbagi dengan orang di sekeliling kita yang fakir dan miskin. Jika orang yang diberi kecukupan ekonomi di negeri ini mau peduli terhadap yang miskin, pasti perempuan Indonesia tidak akan berbondong-bondong menjadi tenaga kerja dan pembantu rumah tangga di negeri orang. Jika orang kaya di negeri ini mau membantu yang lemah dan fakir, tentu tidak banyak anak negeri ini yang putus sekolah. "Sesungguhnya kefakiran (kemiskinan) itu bisa menjerumuskan ke jurang kekafiran.

Thursday, 18 August 2011

Kisah GAdis KAnada YAng Masuk Islam


Kisah berikut saya peroleh dari republika online. Tentang seorang gadis KAnada yang mengalami masa pencarian kedamaian dalam hidupnya. Akhirnya di dalam agama Islam dia menemukan kedamaian yang ia cari. BAgaimana kisahnya simak artikel berikut :


Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO - Namanya Tanya. Kemiskinan membuatnya harus tinggal di panti asuhan. Ibunya tak lagi mampu menanggung ekonomi keluarga sepeninggal ayahnya.

Ia pernah menghuni tiga rumah asuh yang berbeda. "Selama waktu itu aku benar-benar sendirian. Aku tidak punya ibu, ayah dan tidak ada teman, tidak ada tempat dimana saya bisa berpegang," katanya.

Dalam kesendirian itulah, ia mencari pegangan hidup: Tuhan. "Aku mulai menghadiri kebaktian di Gereja Pantekosta. Minggu menjadi hari yang kutunggu," katanya.

Beranjak remaja, ia bertemu seorang Muslim di sekolahnya. "Aku menjelaskan kepadanya lebih banyak tentang Kristen dan ia menjelaskan kepada saya tentang Islam," katanya. Namun, sang teman selalu menyangkal penjelasannya, dengan alasan yang logis.

Tak ingin terpengaruh, ia ke perpustakaan dan meneliti lebih lanjut tentang Islam, Kristen, dan semua agama, "Pintu-pintu terasa mulai terbuka bagiku," ia menggambarkan.

Islam, yang kerap dipandang sebelah mata publik Barat, tiba-tiba memukaunya, setelah membaca beragam literatur. "Islam memberi tuntutan nyata bagi umatnya," katanya.

Ia bimbang. "Aku tidak bisa makan, aku tidak bisa tidur, aku tidak bisa berpikir, aku gelisah. Ini tidak masuk akal lagi," katanya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk berdoa pada siapapun Pencipta-nya. "Tolong jawab aku, beri aku arah dan pijakan. Beri aku pegangan. Aku hampir hilang," ia mengisahkan doanya saat itu.

Alhamdulillah, katanya, dalam dua hari, ia segera menemukan jawaban. Saat itu, ia tengah berada di dalam kelas 11 mengikuti pelajaran matematika. Islam dan Muhammad, dua kata itu yang mengisi hatinya. Ia terlonjak dan berlari ke luar kelas. "Hatiku hanya diisi dengan sukacita," katanya.

Ia pergi ke toilet. "Aku tak tahu apa itu wudhu, tapi aku tahu Islam menganjurkan bersuci. Aku menyiram wajahku, mencoba untuk mendapatkan suci itu," katanya.

Ia menemui temannya yang Muslim, dan meminta diislamkan. Sang teman mengajaknya ke rumahnya, dan mengenalkan pada orang tuanya.

Mereka tak langsung mengislamkan Tanya. Alih-alih menuntunnya bersyahadat, mereka malah memberinya pakaian, buku-buku, dan kehangatan sebuah keluarga. Baru setelah ia menyatakan kemantapan hatinya berislam, mereka mengantarkan Tanya ke masjid untuk bersyahadat.

"Hidupku telah benar-benar berubah setelah itu," akunya. Kini, ia tak lelah berbagi tentang bagaimana ia mendapatkan kedamaian batin dengan banyak orang. "Bukan dengan ke diskotik, minum, atau hura-hura. Tapi dengan mendekat pada Allah."


Thursday, 11 August 2011

Kisah Keajaiban Al Qur'an: MAlaikat turut mendengarkan

Kisah ini saya peroleh dari koran republika tentang sahabat nabi yang membaca Al Qur an dengan khusu'nya. Sampai-sampai malaikat pun turut mendengarkan. Lebih lanjut simak artikel berikut:

Malaikat Turut Mendengarkan

Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas


Tengah malam itu suasana tenang dan hening sekali. Usaid bin Hudhair duduk di beranda belakang rumahnya.Putranya, Yahya, yang masih balita sudah lama terlelap di sam pingnya. Tidak jauh dari tempatnya duduk, seekor kuda siap tertambat.

Sewaktu-waktu jika perintah perang fisabilillah dari Rasulullah keluar, dia dapat dengan sigap menunggangnya. Di keheningan malam itu, Usaid membaca Alqur an dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Ayat demi ayat dia lantunkan dengan suara merdu. Ia membaca surah al-Baqarah ayat 1-4.

Ketika melantunkan ayat-ayat suci tersebut, kudanya lari berputar-putar hampir memutuskan tali pengikatnya. Sampai di ujung ayat keempat al-Baqarah tersebut, Usaid menghentikan bacaannya, ingin tahu apa yang terjadi pada kudanya. Usaid tidak melihat apa pun.

Bersamaan dengan berhentinya Usaid melantunkan ayat-ayat suci, kudanya kembali tenang. Usaid kembali melanjutkan bacaannya. “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orangorang yang beruntung.” (QS [2]: 5).

Kudanya kembali meronta, berputar-putar lebih hebat dari yang pertama. Usaid pun kembali menghentikan bacaannya. Kudanya kembali diam. Demikianlah terjadi berulang-ulang. Setiap kali Usaid membaca Alquran kudanya meronta, setiap kali Usaid diam kudanya juga diam.

Khawatir dengan keselamatan anaknya, Usaid membangunkan anaknya. Ketika itulah dia melihat ke langit, terlihat awan seperti payung yang mengagumkan, belum pernah dia lihat sebelumnya. Esok paginya, hal itu dia ceritakan kepada Rasulullah SAW.

Rasul bersabda, “Hai Usaid, itu malaikat yang turun mendengarkan engkau membaca Alquran. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah orang banyak akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup bagi mereka.”

Usaid sangat mencintai Alquran, bahkan sejak pertama kali mendengarkan ayat-ayat Alquran dilantunkan oleh Mush’ab bin Umair, dai muda yang dikirim Rasulullah SAW sebagai perintis dakwah di Kota Yatsrib. Saat itu, Mush’ab sedang menyampaikan Islam kepada orang-orang yang sudah masuk Islam, tiba-tiba Usaid datang.

Usaid berkata dengan nada menuding, “Apa maksud Tuan da tang ke sini? Tuan hendak mempengaruhi rakyat kami yang bodoh-bodoh. Pergilah Tuan sekarang, jika Tuan masih ingin hidup!” Dengan wajah tenang karena pantulan iman, Mush’ab menjawab, “Wahai pemimpin, silakan duduk bersama kami, mendengarkan apa yang kami bicarakan. Jika Anda suka apa yang kami bicarakan, silakan ambil. Dan jika Anda tidak suka, kami akan meninggalkan Anda dan tidak kembali lagi ke kampung Anda ini.”

Usaid setuju, lalu mulai mendengarkan Mush’ab menjelaskan Islam sambil membaca ayat-ayat Alquran. Rasa gembira terpancar di wajah Usaid. Dia langsung mengaguminya.

“Alangkah indahnya apa yang Tuan baca,” kata Usaid. “Apa yang dapat saya lakukan jika aku ingin memeluk Islam?” katanya lebih lanjut. Di bawah bimbingan Mush’ab, Usaid masuk Islam. Sejak itu Usaid men cintai Alquran seperti seseorang mencintai kekasihnya. Itulah Usaid bin Hudhair yang malaikat pun turun mendengarkan bacaannya.


Monday, 27 June 2011

Seandainya Pemimpin Negeri ini mau belajar dari Umar Bin Abdul Azis

Melihat perilaku pemimpin saat ini memang sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan pemimpin jaman Dahulu. Mulai dari gaya hidup mewah yang diterapkan, perilaku korup yang dilestarikan bahkan dipelihara, dan banyaknya masyarakat yang hidup sengsara dan sulit untuk makan.

Saya mendapatkan artikel menarik tentang ketauladanan Umar yang ditulis oleh Ibu Khofifah seperti dimuat di koran.republika.co.id di bawah ini:

Keteladanan Umar Bin Abdul Azis

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang paling disenangi rakyatnya. Banyak ahli sejarah menjulukinya dengan Khulafaur Rasyidin kelima. Saat menjadi khalifah, Umar pernah mengambil paksa harta yang dimanfaatkan keluarga khalifah karena melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan menyerahkannya ke baitulmal.

Umar juga membuat kebijakan menghapus pegawai pribadi bagi khalifah. Umar menekankan terjalinnya kedekatan hubungan antara pejabat dan rakyat. Umar juga berhasil menciptakan kemakmuran. Hal itu tergambar dari sulitnya mencari penerima zakat sehingga harta negara yang berasal dari zakat sampai menggunung. Menariknya, meskipun rakyat hidup makmur, Umar tetap hidup sederhana. Ia pernah membuat petugas protokoler terkejut. Pasalnya, Umar menolak kendaraan dinas karena lebih memilih binatang tunggangan miliknya sendiri.

Saat Umar sakit, Maslamah bin Abdul Malik datang menjenguknya. Maslamah melihat pakaian Umar sangat kotor. Ia bertanya kepada Fatimah, istri Umar, "Tidakkah engkau mencuci bajunya?" Fatimah menjawab, "Demi Allah, dia tidak memiliki pakaian lain, kecuali yang dipakainya."

Suatu ketika, Umar memanggil istrinya yang memiliki banyak perhiasan pemberian ayahnya. "Wahai istriku, pilihlah olehmu, kamu kembalikan perhiasan-perhiasan ini ke baitulmal atau kamu izinkan saya meninggalkan kamu untuk selamanya. Aku tidak suka bila aku, kamu, dan perhiasan ini berada dalam satu rumah." Fatimah menjawab, "Saya memilih kamu daripada perhiasan-perhiasan ini."

Umar juga dikenal bersih dan jujur. Diriwayatkan Amr bin Muhajir, suatu hari salah seorang anggota keluarganya memberi apel. Umar lantas berkata, "Alangkah harum aromanya. Wahai pelayan, kembalikan apel ini kepada si pemberi dan sampaikan salam saya kepadanya bahwa hadiah yang dikirim telah sampai." Amr bertanya, "Mengapa pemberian hadiah dari orang yang masih ada hubungan kekerabatan ditolak? Padahal, Rasulullah SAW juga menerima hadiah." Umar menjawab, "Sesungguhnya, hadiah yang diberikan kepada Rasulullah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku ini adalah suap."

Dalam situasi Indonesia seperti saat ini, keteladanan Umar patut dicontoh. Pertama, hidup sejahtera adalah hak setiap warga negara. Islam menganut prinsip keadilan, tidak ada orang miskin di tengah orang kaya. Kedua, seorang pemimpin harus menjaga amanah rakyat. Karena itu, penyalahgunaan kekuasaan harus dihindari demi terciptanya bangsa yang makmur, sejahtera, dan damai.

Ketiga, kedekatan hubungan antara pemimpin dan rakyat perlu dibangun agar aspirasi rakyat bisa diterima langsung oleh pemimpin. Keempat, di tengah ekonomi yang sedang terpuruk, pejabat negara perlu menjaga perasaan rakyat. Sebagai khalifah, Umar memilih hidup sederhana dengan kendaraan dan pakaian yang sederhana.

Kelima, di tengah maraknya kasus korupsi, Umar memberi teladan bahwa seorang pemimpin harus bersih dan selalu memegang prinsip kejujuran. Keenam, kekayaan seseorang tidak bisa dijadikan dasar dalam menentukan strata sosial. Strata sosial seseorang adalah sejauh mana orang tersebut memiliki kesalehan sosial.

Monday, 13 June 2011

Kisah Tony Blair yang membaca Al Qur'an setiap hari

Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang sudah sewajarnya dibaca dan diamalkan oleh para pemeluknya. Namun ternyata tidak hanya orang Islam saja yang tertarik untuk memahami Al Qur'an. Seperti yang dilakukan oleh Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair berikut ini:

INILAH.COM, London – Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.

Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah.

Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.

“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.

Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.

Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya. [nic]


Thursday, 2 June 2011

Kisah Rosalyn Rushbrook Masuk Islam...

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Menyebut nama Rosalyn Rushbrook, publik Inggris pasti akan segera ingat buku-buku pengetahuan dasar Kristen. Peraih gelar sarjana teologi di Hull University ini memang aktif menulis buku-buku bertema Kristen untuk penerbit beberapa arus utama. Bahkan, beberapa bukunya direkomendasikan untuk mengajaran di banyak sekolah di Inggris.

Wanita kelahiran tahun 1942 ini menikah dengan penyair George Morris Kendrick pada tahun 1964 dan kemudian memiliki dua anak. Pernikahan mereka berakhir setelah suaminya berpindah menganut agama Scientologis tahun 1986.

Akhir tahun 1986, ia menemukan hidayah. Ia menerima Islam dan mengganti namanya menjadi Ruqaiyyah.

Pada tahun 1990 ia menikah dengan seorang pria kelahiran Pakistan, Waris Maqsood Ali. Namun sembilan tahun kemudian mereka bercerai karena Waris menikahi sepupunya yang masih muda di Pakistan, demi memungkinkan status istri barunya menjadi warga Inggris.

Setelah menjadi Muslim, ia aktif menulis buku-buku keislaman. Ia menjabat sebagai Kepala Studi Keagamaan di William Gee High School, Hull, Inggris. Ia telah menulis lebih dari empat puluh buku tentang berbagai aspek agama, berkonsentrasi pada antara lain indahnya menganut Islam dan pedoman bagi para mualaf.

Banyak dari buku-bukunya diterbitkan oleh Goodword Press dari New Delhi, termasuk Living Islam, The Muslim Prayer Encyclopedia, dan buku-buku konsultasi bagi remaja. Dia pernah diundang oleh Hodder Headlines untuk menulis buku Islam dalam bab World Faiths dalam seri buku populer di seluruh dunia, Teach Yourself

Dia juga telah menciptakan program yang memungkinkan siswa untuk mempelajari Islam. Buku berjudul Islam ini diterbitkan oleh Heinemann Press pada tahun 1986 dan terus dicetak ulang, dan Do-it-Yourself Coursebook untuk menyertainya yang diterbitkan oleh IPCI. Buku ini telah digunakan secara luas di sekolah-sekolah Inggris selama lebih dari 20 tahun, dan studi DIY kini telah diambil oleh banyak orang mahasiswa, dan kelompok swasta tidak hanya di Inggris tapi di beberapa negara.

Dia ada di antara Muslim Inggris pertama yang menerima penghargaan Muslim News Awards for Excellence pada tahun 2001, dan Muhammad Iqbal Award untuk Kreativitas dalam pemikiran Islam.

Berikut petikan wawancaranya dengan BBC soal keislamannya:

Bagaimana menjadi mualaf di mata Anda?

Tak ada yang lebih mudah dari berpindah menjadi Muslim - momen ketika kita menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa Allah itu memang ada, dan seorang pria kelahiran Arab bernama Muhammad adalah utusan-Nya. Kemudian kita bersyahadat. Ini langkah pertama kita menjadi Muslim. Bertakwa, kemudian hati menjadi ihsan.

Dari segi sosial, Islam harus menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Bagi mualaf perempuan, maka artinya ada pertaruhan besar menyangkut pembangunan kepercayaan diri. Tak hanya karena cara berbusana juga berubah -- yang pasti akan disertai perubahan sikap keluarga dan orang-orang terdekat -- juga Anda harus bersiap tak disapa seorang pria pun di masjid manapun yang Anda masuki (ia menyampaikannya dengan sedikit bercanda).

Bagimana makna menerima keyakinan Islam?

Menjadi Muslim, artinya mendapatkan keyakinan universal. Kita tak perlu berpura-pura menjadi orang Arab atau Pakistan, untuk merasa memiliki dan dimiliki oleh Islam.

Kita sekarang tahu ada Muslim di setiap tempat di dunia, dari Eskimo hingga Aborigin.

Kita mungkin mengambil nama Arab, atau kita dapat memilih untuk menjaga nama lama kita, itu tidak terlalu penting.


Ada kekecewaan setelah menjadi Muslim?

Kita telah menjadi cukup dewasa untuk menyadari bahwa tidak setiap Muslim adalah orang suci. Mereka adalah juga manusia biasa dan kebanyakan dari kita jauh dari sempurna.

Kita mungkin akan mendapatkan kekecewaan menemukan bahwa tidak setiap Muslim hidup dengan cara muslim. Tapi al ini tidak membuat kami menyerah atau menuduh mereka bagian dari kemunafikan, kita hanya melakukan yang terbaik untuk hidup kita sendiri dengan cara terbaik yang kita bisa.

Beberapa Muslim sangat spiritual dalam arti Islam benar-benar menjadi tuntunan hidupnya, sementara beberapa hanya ritualistik dalam berislam.

Tapi kami para Muslim 'pendatang' semakin merasa kita dapat mengambil tempat bersama yang lain dalam hal ini umat yang luas atau keluarga, dan selama kita melakukan yang terbaik, Allah akan memberikan balasan atas niat baik kita.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: BBC, Islam for Today

Thursday, 26 May 2011

Kisah Lisa Smith Seorang Gadis Irlandia yang akhirnya masuk Islam....

Membaca kisah Lisa Smith di bawah ini mungkin akan menambah keyakinan dan keimanan kita. Bagaimana seorang gadis yang lahir dari keluarga atheis...setelah melakukan pencarian tentang makna hidup....akhirnya dia memeluk Islam. Lebih lanjut mengenai Lisa Smith simak artikel berikut ya:

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN - Di pengujung usia 30-an tahun, hati Lisa Smith berlabih pada Islam. "Sepanjang usia saya, baru kali ini saya menemukan sesuatu yang bermakna dalam hidup," kata lajang yang berasal dari latar belakang ateis ini.

Pilihannya pada Islam, sungguh tak diduga kawan-kawannya di unit transportasi Angkatan Bersenjata Irlandia. Bahwa Lisa tengah memilih agama, semua temannya tahu. Ajaran Budhisme, Kristen, katholik, hingga yahudi, semua dilahap. Yang luput dari perhatian mereka, Lisa ternyata juga mempelajari Islam.

Lisa bergabung dengan Pasukan Pertahanan Udara saat berusia 19 tahun. Ia menjadi seorang prajurit selama lima tahun sebelum bergabung dengan Korps Udara, di mana ia bekerja selama dua tahun sebagai pramugari di pesawat jet pemerintah. Dia sekarang bekerja di unit transportasi tentara.

Berasal dari latar belakang yang "tidak beragama", Lisa yakin gaya hidup pestanya adalah bagian dari pencarian untuk menemukan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan.

"Saya tidak punya banyak landasan iman untuk mencari jawaban, misalnya untuk pertanyaan sederhana: mengapa kita ada di sini, apa tujuan kita dalam hidup aku hanya tahu bahwa kami tidak bisa di bumi ini tanpa alasan."

Lisa menghabiskan tahun-tahun pada pencarian dia untuk pemenuhan rohani, dengan membaca "semua hal". Tato di pergelangan tangannya (yang ia berencana untuk membuangnya dengan sinar laser) tertulis I am that I am, yang dipetiknya dari dialog sebuah film yang didasarkan pada tulisan-tulisan Chris Lawson dalam The Moses Code.

"Saya sudah melalui seluruh tahap spiritualitas, dan kemudian aku berpikir bahwa tidak ada Tuhan, hanya kesadaran Tuhan."

Sama seperti warga kulit putih Irlandia kebanyakan, ia juga membenci Islam. "Saat saya melihat gadis-gadis Muslim, dalam benak saya akan berkata, 'mereka ahli membuat bom'," katanya mengenang.

namun begitu mengenal dekat salah seorang dari mereka, sudut pandangnya berubah. "Mereka tampak begitu damai dan mereka tidak pernah khawatir tentang apapun," ujarnya.

Ketika suatu saat ia berkesempatan membaca Alquran, ia menemukan jawabannya. "Itu petunjuk hidup yang nyata...dan saya merasa banyak pesan-pesan di dalamnya ditujukan untuk saya," ujarnya.

Lisa menghabiskan tiga bulan berikutnya untuk mempelajari Islam. "Hampir 24 jam sehari," katanya mengibaratkan. April 2011, ia bersyahadat.

Ia beruntung, bosnya di Angkatan Udara memberi dukungan atas keputusannya memilih Islam. Sehari-hari, ia mengenakan pakaian dinas dengan topi menutupi rambutnya.

Dia berharap untuk meninggalkan pekerjaan dalam beberapa bulan mendatang "jika saya menemukan suami yang cocok". Ia berencana untuk mengundurkan diri dalam dua tahun ini.

Sunday, 1 May 2011

Inilah Kisah Zuhud Umar Bin Khattab : Seorang Pemimpin Negara Yang Hidup Sederhana

Seorang pemimpin memang sudah seharusnya memberikan tauladan hidup yang baik. Seperti yang pernah dilakukan oleh sang Khalifah Umar Bin Khattab berikut ini. Beliau begitu konsisten dan teguh dalam melaksanakan hidup sederhana atau sering disebut dengan Zuhud. Saya jadi membayangkan seandainya semua pemimpin di negeri ini mampu berperilaku zuhud....pasti rakyat Indonesia akan hidup makmur dan sejahtera. Karena pemimpinnya benar-benar melayani rakyatnya. Lebih lanjut mengenai sikap zuhud Umar bin khattab simak artikel berikut yang ditulis oleh Ustad Yunahar Ilyas sebagaimana dikutip dari republika online :


Sang Kepala Negara

Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Beberapa kali Abdurrahman bin Auf menyaksikan Umar shalat sunah di rumahnya. Yang menarik perhatiannya, bukanlah tata cara shalatnya, melainkan sajadah yang biasa digunakan Umar. Seorang kepala kegara dengan wilayah kekuasaan yang membentang luas sampai Mesir, berhasil mengalahkan dua imperium besar, Romawi Timur dan Persia, justru shalat di atas sajadah yang usang. Timbul rasa bersalah dalam hati Abdurrahman. Ia ingin membelikan sajadah baru yang mahal dan indah untuk sang Amirul Mukminin.

Tetapi, Abdurrahman ragu, apakah Umar mau menerimanya. Dia tahu persis watak Umar yang tidak mau diberi hadiah apa pun walau hanya selembar sajadah.

Abdurrahman akhirnya memberikan sebuah sajadah melalui istri Umar, Ummu Abdillah. Melihat sajadah baru, Umar memanggil istrinya dan menanyakan siapa yang memberi sajadah ini. "Abdurrahman bin Auf," jawab istrinya. "Kembalikan sajadah ini kepada Abdurrahman. Saya sudah cukup puas dengan sajadah yang saya miliki." Begitulah watak Umar bin Khattab. Tidak hanya adil dan bijaksana, beliau dikenal dengan sifat zuhudnya, hidup sederhana. Tidak hanya untuk ukuran seorang kepala negara, bahkan bagi orang biasa sekalipun.

Suatu hari, Umar melakukan perjalanan dinas mengunjungi satu provinsi yang berada di bawah kekuasaannya. Gubernur menjamu Umar makan malam dengan jamuan yang istimewa, sebagaimana lazimnya perjamuan untuk kepala negara. Begitu duduk di depan meja hidangan, Umar kemudian bertanya kepada sang gubernur, "Apakah hidangan ini adalah makanan yang biasa dinikmati oleh seluruh rakyatmu?"

Dengan gugup, sang gubernur menjawab, "Tentu tidak, wahai Amirul Mukmini. Ini adalah hidangan istimewa untuk menghormati baginda." Umar lantas berdiri dan bersuara keras, "Demi Allah, saya ingin menjadi orang terakhir yang menikmatinya. Setelah seluruh rakyat dapat menikmati hidangan seperti ini, baru saya akan memakannya." Itulah sifat Umar bin Khattab, seorang kepala negara yang zuhud.

Di lain kesempatan, sehabis shalat Zhuhur, Umar meminta selembar permadani Persia yang indah untuk dibawa pulang ke rumahnya. Tentu saja, hal ini membuat para sahabat heran. Hari itu, Umar bin Khattab membagi harta rampasan perang yang dibawa oleh pasukan Sa'ad bin Abi Waqqash yang berhasil menaklukkan Kota Madain, ibu kota imperium Persia.

Pakaian kebesaran Kisra lengkap dengan mahkotanya diberikan oleh Umar kepada seorang Badui yang kemudian memakainya dengan gembira. Satu demi satu barang-barang berharga dibagi-bagikan oleh Umar kepada para sahabat dan masyarakat banyak waktu itu. Yang tersisa hanya selembar permadani indah. Umar pun memintanya. "Bagaimana pendapat kalian, jika permadani ini aku bawa pulang ke rumahku?" Gembira bercampur kaget, para sahabat tergopoh-gopoh menyetujuinya. "Tentu saja wahai Amirul Mukminin, kami setuju sekali Anda membawanya pulang."

Ketika tiba waktu Ashar, Umar membawa kembali permadani tersebut. Kali ini, permadani itu sudah dipotong-potong menjadi bagian kecil-kecil, dan Umar membagikan kepada beberapa sahabatnya. Dengan senyum, Umar berkata, "Hampir saja saya tergoda oleh permadani indah ini." Masya Allah, begitulah Umar, sang kepala negara.




About Me

My photo
Halo sobat...nama saya Didik Sugiarto.....Saya bukanlah blogger profesional....hanya sekedar hobi ngeblog dan juga belajar cara mencari uang dengan blog.....adsense, amazon, clickbank dll.......semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua.